Jun 012015
 
Pulau buatan China di Laut China Selatan yang disengketakan

Pulau buatan China di Laut China Selatan yang disengketakan

Senator kawakan AS, John McCain dari Partai Republik mengusulkan pemerintah Amerika Serikat menyalurkan dana kepada negara-negara yang wilayahnya bersinggungan dengan Laut China Selatan, termasuk Indonesia. Tujuannya, agar setiap negara memiliki infrastruktur militer yang siap menghadang Tentara China.

McCain menyatakan dana senilai USD 425 juta (setara Rp 5,9 triliun) bertahap selama lima tahun itu bisa disalurkan ke Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. “Dana itu bisa dipakai untuk menambah pasokan alutsista, pelatihan, dan pembangunan instalasi militer sekitar Laut China Selatan,” ujarnya seperti dilansir Irish Times, Sabtu (30/5).

Sekadar mengingatkan, Indonesia tidak punya urusan dengan konflik Laut China Selatan yang melibatkan adu klaim lebih dari enam negara. Namun, ada kemungkinan peta China meluas hingga Kepulauan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

McCain yang pernah berusaha maju menjadi capres pada pemilu AS 2008 mengatakan bantuan itu perlu untuk menahan ekspansi China di area Laut China Selatan. Dia berharap rekan-rekannya di DPR dan Senat mendukung UU Pertahanan yang fokus menghambat penguatan militer China di Asia.

Senator AS dari Partai Republik, John McCain

Senator AS dari Partai Republik, John McCain

Kabarnya Partai Demokrat maupun Partai Republik sepakat dalam setiap UU untuk melemahkan militer China.

Pertengahan Mei 2015, pesawat pengintai Amerika Serikat P8-A Poseidon terbang di atas ketinggian 4.500 meter di atas kepulauan Spratly.

Militer China tentu tidak tinggal diam. Kapal perang mereka memberi delapan peringatan kepada pesawat Amerika untuk segera pergi.

Koran Global Times, milik Partai Komunis China yang bermarkas di Beijing, menurunkan editorial yang menuliskan ketegangan kian memanas dan perang antara China melawan Amerika Serikat sulit terhindarkan.

Informasi teranyar bahkan menyebutkan Jepang buat pertama kalinya akan bergabung dengan Amerika dan Australia untuk ikut latihan militer di tengah memanasnya isu Laut China Selatan ini.

“Amerika ingin sekutunya berbuat lebih banyak. Jepang menjadi tumpuan kekuatan sekutu Amerika di Pasifik Barat dan Australia jadi jangkar di sebelah selatan,” kata Euan Graham, direktur Program Keamanan Internasional di Institut Lowy Sydney.

Merdeka.com

 Posted by on Juni 1, 2015