Mar 192015
 

image

Jakarta – Legislatif Rusia telah membentuk Kelompok Persahabatan Dewan Federal Federasi Rusia – Dewan Perwakilan Daerah RI. Kelompok yang dipimpin oleh senator Liliya S. Gumerova ini siap mendukung kerja sama antara Indonesia dengan ‘Negeri Beruang Merah.’

Kelompok ini dibentuk sebagai pelaksanaan MoU Kerjasama Dewan Federasi – Federasi Rusia (DFFR) dengan Dewan Perwakilan Daerah RI yang ditandatangani di Jakarta, 12 November 2014 lalu. Dalam hirarki kenegaraan Rusia, DFFR menempati peringkat ketiga setelah institusi Presiden dan Duma Negara (Parlemen) Rusia.

“Kelompok Persahabatan ini terdiri dari ketua, sekretaris eksekutif dan 6 anggota. Kelompok ini dibentuk Ketua DFFR, Valentina Matvienko guna memajukan hal-hal terkait kerjasama legislasi kedua negara. Mudah-mudahan pihak Indonesia (DPD RI) dapat membentuk Kelompok Persahabatan serupa sehingga kami dapat cepat berinteraksi,” ujar Liliya dalam rilis yang dikirimkan oleh KBRI Moskow, Kamis (19/3/2015).

Liliya menjabat sebagai Wakil PM di negara bagian Bashkortostan, Rusia. Perempuan berusia 43 tahun ini juga merupakan Wakil I Ketua Komite bidang Ilmu Pengetahuan, Pendidikan dan Kebudayaan DFFR.

Kesiapan Liliya dalam bekerjasama dengan mitranya DPD-RI diucapkan saat bertemu Dubes RI Djauhari Oratmangun di kantor DFFR, Moskow. Dubes Djauhari mengucapkan selamat atas pembentukan Kelompok Persahabatan dan mengapresiasi kesediaan DFFR mendukung berbagai kerja sama bilateral yang ada.

“Kerja sama DPD RI dengan DFFR sebagai badan legislatif telah melengkapi kerjasama pada 2 pilar lainnya, yakni pilar eksekutif berupa pertemuan Presiden RI-Presiden Rusia di Beijing 10 November 2014 dan pilar yudikatif berupa pertemuan Ketua MA RI-Ketua MA Rusia dan pertemuan Ketua MK RI-Ketua MK Rusia di Moskow dan St. Petersburg pada Oktober-November 2014,” jelas Dubes Djauhari.

image

Dubes Djauhari juga menjelaskan beberapa kerja sama kedua negara yang perlu dikembangkan, seperti kerja sama antar kota atau antar provinsi Sister City antara Yogyakarta-St. Petersburg, DKI Jakarta-Moskow, Makasar-Oryol dan rencana kerja sama antara Surabaya-Vladivostok, Jawa Timur-Republik Tatarstan dan Palembang-Krasnoyarsk/Tyumen. Ada pula rencana Sidang Komisi Bersama ke-10 RI-Rusia di Kazan pada 7-9 April 2015 serta rencana peringatan HUT ke-65 Hubungan Diplomatik RI–Rusia dan HUT ke-70 Kemerdekaan RI.

Senator Liliya S.Gumerova menyambut baik pandangan Dubes Djauhari bagi peningkatan kerjasama antar daerah dan siap memberikan bantuan yang diperlukan sesuai kompetensi yang dimiliki.

“Kelompok Persahabatan DFFR dengan senang hati akan hadir pada undangan peringatan hari-hari nasional Indonesia,” ujar Liliya. (Detik.com).

Bagikan Artikel :

  58 Responses to “Senator Rusia Dukung Penuh Kerja Sama Indonesia – ‘Negeri Beruang Merah’”

  1. satu?

  2. dukung..

  3. pagi warjager yup trut mndukung 🙂

  4. nomer sekawan….4

  5. surabaya – vladivostok wah siap2 bikin destroyer class minimal sovremeney.

  6. Wooww..akan ada peringatan HUT ke 65 hubungan diplomatik RI dgn Rusia..akankah ada penampakan ???

  7. ” dukung Penuh ” ini artinya, Indonsia minta senjata apapun bakal dikasih oleh Rusia, ……… !!!

    • list nya sudah ditangan om rusky..tinggal atur term payment,berangkat tuh paket kemari..

    • BETUL, Pak Mikhail Galuzin (Dubes Rusia utk Indonesia) memang bilang begitu, “apapun yg diminta Indonesia akan kami penuhi”…..krn Indonesia bukan sekedar sekutu bagi Rusia, tapi lebih dari itu..nah apal lagi?…

  8. lanjutkan….

  9. “Jika indonesia diserang rusia siap membantu”

  10. hehee… jagan komat-kamit masalah yg goib sekarang ya, nantipun jika DFFR ini semua sudah berjalan maka tidak usah lagi ada goib goiban, ada sih yg goiba cuma tidak banyak hanya cukup mematikan saja

  11. Kerjasama setingkat DPD dan MK? Kejasama antar negara memang sukar ditebak.

  12. Ane dukung 1000% poko’nyo 😀

  13. pertamax TNI

  14. Rusia dukung Indonesia mengungkit MOU Refrendum Sabah Serawak

  15. Hubungan Indonesia Rusia unik dan Istimewa.Presiden dan DPR nya satu kata mengenai Indonesia,yaitu indonesia sahabat dekat dan istimewa.Pejabat Rusia sering bersuara lantang bila ada negara lain yang mengganggu indonesia. Pada saat mau merebut Papua dari tangan Belanda ,semua senjata yang kita perlukan berdatangan dari Rusia dalam waktu singkat.TNI kelabakan tidak siap mengawaki dan memeliharanya, terpaksa tentara Rusia ikut mengawakinya. Itu pelajaran yang berharga yang masih di ingat bangsa ini.Makanya kita punya Su 30 sama versinya dengan yang di pakai Rusia .Bila kita butuhkan pesawat SU 30 yang banyak,pesawat yang lagi dipakai tentara Rusia bisa langsung di kirim dan penerbang kita bisa langsung gunakan tanpa penyesuaian lagi.Kalau pesan dulu yaa udah telat perang tak bisa menunggu. Demikian juga dengan senjata lain seperti ks walau kita tidak punya tapi TNI pasti punya awak yang siap setiap saat mengoperasikannya. Ini cuma pendapat pribadi dari hasil mimpi semalam.Makanya ini cuma hoax tingkat dewa…

    • dari sejarah yg pelajari memang spt Rusia memperlakukan Indonesia, bahkan jauh seelum Indonesia merdeka, sejarah krusial adalah peristiwa Dwikora perang merebut Papua dari Belanda, tanpa bantuan Rusia rasanya sulit sekali kita mampu mengusir Belanda dari tanah Papua, Belanda takluk tanpa syarat apapun angkat kaki dari tanah Papua.

      hal ini beda 180% dgn perlakuan AS kpd Indonesia, sekitar awal thn 1940-an, Parlemen & pemerintah AS sdh mengincar sebuah negri kaya sumber daya alam yg terletak di south east Asia, yg saat itu dikenal dgn nama Nederlandsche Indie utk di EXPLOARASI & EXPLOATASI sumber daya alamnya.

    • saya sangat sependapat dengan anda…. pakde rusky memang lebih mengayomi dan gak tanggung2, gak seperti paklek sam. semoga petinggi2 kita lebih arif dalam berkerjasama….

  16. Menjaga jati diri dan konsistensi NON BLOK..
    mantap INDONESIA.

  17. Bagaimana dengan tindaklanjutnya?
    Imho. suka atau tidak, selama ini kerjasama yang berjalan lebih banyak dengan negara-negara sekutu inti AS.
    Kita punya banyak MoU dengan negara-negara eropa timur, amerika latin, asia barat dan afrika tapi kebanyakan hanya sampai disitu, di atas kertas. Mungkin kita yang belum serius menggarap peluang, atau bisa juga yang terjadi sebaliknya.
    Bisa dilihat dari data neraca perdagangan http://www.kemendag.go.id/id/economic-profile/indonesia-export-import/balance-of-trade-with-trade-partner-country?negara=142
    Surplus kebanyakan justru dari “musuh” antara lain AS, Inggris bahkan Israel.
    Cmiiw.

    • Ia betul bung..indonesia sendiri yg kadang2 mengecewakan sahabat sendiri..
      Di situ kadang saya merasa sedih..

      • saat itu terjadi di era ORBA, krn penguasa saat itu punya deal2 politik dgn AS, semoga pemerintah saat ini tdk lagi menjual kekayaan bangsa, menjual harga diri hanya utk kekuasaan yg akhirnyapun ditumbangkan oleh rakyat + mahasiswa

  18. elu yg krismon cetik, yg lain ga merasa tuh…..

  19. Walaupun Rusia maju dalam hal tehnologi tapi sistem perdagangan mereka sangat ketinggalan bahkan dengan China .Itu salah satu sebab sampai sekarang Rusia masih bergantung sama penjualan minyak .Tak ada yang meragukan tehnologi Rusia ,tapi banyak yang meragukan tehnologi China .Tapi nyatanya China sukses sebagai negara industri di banding Rusia.

  20. Kunci ke akraban Rusia & Indonesia Teknologi alutsista Amerika/Barat di Indonesia bisa di bedah oleh Rusia. Alutsista TNI dr Rusia di jaga ketat kerahasianya

  21. Emang cocok sama karakteristik orangnya bung, russia slalu pamer otot..kita cukup jaga perasaan..hahaha

  22. Sudah sepantasnya RI harus meningkatan kerjasama yang baik dengan Rusia, kalau ASU dan kroni2 dekatnya mau bersahabat baik dengan RI karena ada kepentingan.

  23. Pemerintah jangan plin plan hrus bisa memilih mana itu lawan mana itu kawan

  24. Bangun pabrik kamaz dan ural di indonesia menggantikan produk jepun yg menjamur. Kalo jepun tersaingi dan marketsharenya terancam.lgsung minta ke jepun tot soryu agar bisnis otomotif ente aman dimari

  25. anak kecil tau apa sich.. kerja yg giat sono gih..jgn komen ngawur ajja disini

  26. Jgn sempat om rusky dikecewain lg, seperti dijaman orba jamanya suhartono. Kita kelabakan karna alutsista kita pada ompong semua, sana sini kena embargo alhasil pelecehan demi pelecehan yg di dapat bangsa ini

  27. Klo positif ane dukung banyak infrasruktur yg ketinggalan ma negara laen ……so lanjutkeun baek militer or sipil yg penting rakyat sejahtera

  28. kata bapak “ingin damai harus siap berperang”..

    syarat siap..
    1.MAN POWER
    2. MACHINE plus MATERIAL
    3..STRATEGY.

    kl diatas sudah ok tak da yg berani ngajak perang kan..(usil pasti ada nama juga manusia)..

    bila seluruh negara teman ada apa.?
    .ITULAH STRATEGY..

    Jadi menurut maz oy..damai dan gaul kyk SLANKER…

    PROVOKASI..mak2! dulu anakmu sekolah itu apa bener sekolah..atau sering ngrumpi sama ibu2 PKK

  29. Kita lebih cocok sebagai negara Kesatuan, bung, drpda serikat.

  30. ini orang sekolah sekolahnya dimana sih….bahasanya amburadul …

  31. Bila kita melihat dari segi geografis wilayah kita yg banyak diincar SDA nya khususnya AS, Ausie dan anggota Commonwealth yg masih bersikap tidak adil, adalah wilayah Aceh, Kepri, Natuna, Kalimantan dan Papua…. maka alangkah baiknya kita pertegas kerjasama dibidang Ekonomi dan Pembangunan diwilayah NKRI tsb dg negara Rusia dan China (Kedua negara ini agak disegani para commonwealth).

    Mengapa harus Rusia dan China? Benefit yg mungkin kita dapatkan selain akan menyerap pasar tenaga kerja serta potensi pertumbuhan ekonomi didaerah tsb, sekaligus “meminimalisir” pengaruh ambisi penguasaan SDA oleh kekuatan negara2 tak bersahabat! Selanjutnya dgn keberadaan beberapa perusahaan/investor dari Rusia atau China, setidak2nya bila mereka berusaha bertindak ilegal dg cara apapun juga, mereka akan berhadapan dgn sekaligus 3 negara yaitu Rusia, China dan NKRI.

 Leave a Reply