Mar 192018
 

Jet tempur generasi kelima, F-35 Lightning II. © CC0 by skeeze via pixabay.com

JakartaGreater.com – Kepala Staf Luftwaffe (Angkatan Udara Jerman) harus lengser dari posisinya di saat dukungannya atas pengadaan Lockheed Martin F-35 Lightning II (JSF) untuk Luftwaffe Jerman, seperti dilansir dari IHS Jane.

Letnan Jenderal Karl Mullner akan meninggalkan posisinya pada akhir bulan Mei 2018, dimana kabar bahwa ia lengser terjadi dalam waktu dua hari setelah Sekretaris Pertahanan Jerman, Ursula von der Leyen dilantik, untuk masa berikutnya.

Letnan Jenderal Karl Mullner, Kepala Staf Luftwaffe (Angkatan Udara Jerman) © J. Patrick Fischer via Wikimedia Commons

Kepala Staf Luftwaffe Letjen Mullner yang secara aktif mendukung JSF F-35 bertentangan dengan rencana Kementerian Pertahanan, yang lebih memilih solusi pengganti yang melibatkan Eurofighter Typhoon.

“Luftwaffe menganggap bahwa kemampuan F-35 sebagai patokan untuk proses seleksi pengganti armada Tornado, dan saya berpikir saya telah mengungkapkan diri dengan cukup jelas mengenai apa yang menjadi favorit angkatan udara”, kata Letjend Mullner di bulan November 2017.

Wakil Menteri Pertahanan Jerman, Ralf Brauksiepe pada bulan Desember menyatakan bahwa Berlin melihat Eurofighter Typhoon sebagai opsi utama menggantikan Panavia Tornado yang diproduksi Jerman, sedangkan F-15, F/A-18 dan F-35 hanyalah “pilihan sekunder”.

Pengadaan F-35 dapat meracuni secara politis sehubungan pengumuman tahun lalu perihal pesawat tempur generasi kelima yang dikembangkan bersama Prancis-Jerman yang kemungkinan bisa digabungkan dengan lebih banyak mitra Eropa.

Akan tetapi, jet tempur generasi kelima sangat mahal untuk dirancang, dibangun dan diproduksi bahkan sejumlah analis merasa skeptis bila Prancis dan Jerman akan dapat membiayai aspirasi ini tanpa mengorbankan anggaran mereka untuk program sosial.