Senjata Pindad Go International

35
229

image

image

image

image

image

image

PT Pindad semakin percaya diri dengan senjata buatan mereka. Event terbaru yang diikuti Pindad dalam ajang internasional adalah, pameran alat pertahanan, The Special Operations Forces Exhibition and Conference (SOFEX) 2016 di Amman, Yordania. Dalam event tersebut, Pindad juga memberi kesempatan bagi pengunjung, untuk mencoba langsung senjata Pindad. Senjata Pindad mulai go international dan militer luar negeri pun, semakin penasaran dengan senjata ini.

Sejumlah perusahaan penjual senjata internasional bahkan ikut memasarkan senjata Pindad di stand maupun booth pameran alat pertahanan dunia.

Semoga kemenangan TNI AD dalam kejuaraan menembak internasional AASAM 2016 di Australia yang menggunakan senjata Pindad, menambah pamor senjata buatan anak negeri ini

Foto : Defence.pk

35 KOMENTAR

  1. Wah bakal ga senjata ampuh lagi… Krn semudah itu negara lain mmiliki kekuatan yg sama dgn yg dpakai TNI… Kok ga btingkah spt rusia… Mjual su35 tdk pd sembarang negara… Dan F35 Amerika yg hanya djual pd sekutunya…

  2. Senapan vita berapi malah lbh mumpuni ya mas Gegel? Dari namanya saja sdh terlihat moncer, kombinasi kelembutan dari kata “vita” dan kegarangan dari kata “berapi”. Senapan dg kombinasi seperti itu malah mampu mengecoh sasaran dg sempurna, ibarat manusia dg casing cewek nan lembut namun beronderdil cowok nan macho, seperti model mas Gegel.

    Eh ngomong-omong mas Gegel bisa membedakan bentuk ketapel dg senapan angin tidak? Karena kemampuan membedakan ketapel dg senapan angin sangat perlu untuk bisa mengomentari dg baik kualitas suatu senapan, termasuk senapan keluarga SS buatan PINDAD.

  3. si “gegel” emang ota luh “gegel otak”…koplak otak luh…..mending lu jadi kayak bangsa yahudi yang dikutuk jadi m**yet oleh Allah, nggak bersyukr dikasi idup di Indonesia, semoga lo dan keturunan lo “gegel otak” semua deh hehehehehe…aamiiin

    • Kalau memang benar pulau dijual ke pihak asing, berarti melanggar UU.

      Undang-undang (UU) Agraria menyatakan hak milik atas tanah hanya boleh dimiliki Warga Negara Indonesia dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia.

      Mungkin hanya HGU.

  4. Coba baca lagi : Pulau itu sejak 2010 pihak Funtasy Island Singapore mengambil alih kepemilikan.

    TAHUN 2010 itu jamannya SBY !!!!

    Pulau itu tak pernah dikontrol otorita Batam juga tak pernah dikontrol pihak Kepolisian maupun TNI.

    Untuk sampai ke pulau itu harus lewat Singapore dan juga Singapore menyiapkan petugas imigrasi serta Bea Cukai di sana.

    Kalau Singapore sdh menyiapkan aparatnya di sana berarti dia mengklaim pulau itu adalah milik dia !!!

    Lepas di tahun 2010 adalah jaman SBY tapi baru ketahuan di jaman Jokowi.

    TNI dan Polisi di Batam sibuk gebuk2an tawuran sendiri tapi pulau di jangkauan tak pernah dikontrol !!!

  5. Kalau PT BATAM ISLAND MARINA = Funtasy Island = P. Manis, case closed.

    Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Pemerintah Kota Batam = 1 Maret 2011 dan ijin dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam = 2 Juni 2013, membuktikan siapa yang berdaulat atas pulau tsb.

    • Ada masalah detail yang bisa menyinggung rasa nasionalisme dan mungkin tidak diperhatikan oleh pemkot Batam;

      – Resort tidak boleh ekslusif hanya untuk WN S’pore.
      – Fasilitas ‘check-in’ atau front office tidak boleh hanya ada di S’pore (lalu diantar ferry), harus ada di P. Manis atau setidaknya di Batam (untuk kemudahan WNI).

      Karena kedaulatan (masih) ada di pemda Batam, harusnya BC/Imigrasi ada di pihak RI.

      • Di berita tsb disebutkan bahwa pihak Singapore yg menyediakan petugas imigrasi dan BC.

        Hal ini tidak boleh terjadi sebab imigrasi adalah benteng terdepan untuk arus orang dan bea cukai adalah benteng untuk arus barang.

        Jika bentengnya adalah orang Singapore maka otomatis itu sdh melanggar kedaulatan RI.

        Kedaulatan udara sdh mereka injak sekarang kedaulatan darat.

        No way !!!

        Solusi : Usir mereka dari Pulau Manis !!!!!

  6. Kutipannya,

    “Tidak benar wahana rekreasi bertema lingkungan alam (eco-themepark) itu hanya bisa diakses dari Singapura dan hanya untuk orang asing,” kata Ade (Komisaris PT Batam Island Marina) saat menerima kunjungan Wali Kota Batam Ahmad Dahlan, Senin seperti dikutip Antara.

    “Pintu masuk dari mana-mana boleh,” katanya.
    Ia mengakui akan membuka pelayaran langsung dari Singapura ke Funtasy Island, namun tidak berarti itu adalah satu-satunya pelayaran untuk memasuki gugusan Pulau Manis itu.

    “CIQP (bea dan cukai, imigrasi, karantina dan port-red) sudah ada,” kata dia.

    Dari Batam, wisata terpadu dengan resort dan hotel itu dapat diakses melalui Pelabuhan Sekupang. Semua warga boleh datang, tidak hanya eksklusif untuk warga Singapura (batamnews.co.id/berita-9218).

    = Jadi jelas CIQP ditujukan kepada WN S’pore yang naik ferry…