Senin, Februari 18, 2019
Beranda Militer Indonesia Senjata Rusia SAM Tor-M2E dan Osa-AKM Cocok untuk Indonesia

Senjata Rusia SAM Tor-M2E dan Osa-AKM Cocok untuk Indonesia

81
394

Senjata baru Rusia SAM Tor-2ME dan Osa-AKM akan dipamerkan dalam pameran internasional Tank Biathlon 2014 di daerah Alabino, Moskow, bersamaan dengan Hari Inovasi Kementerian Pertahanan Rusia. Ahli Rusia memprediksi, sistem ini kelak akan dibeli oleh Indonesia.

SAM Tor dan Osa adalah sistem rudal antipesawat untuk pertahanan udara jarak dekat yang dibuat untuk berbagai obyek. Di samping itu, sistem ini dapat digunakan dalam penyerangan sebagai pelindung kelompok tank.

Kompleks ini awalnya dikembangkan sebagai senjata utama untuk melawan serangan udara yang masif di medan perang. Tor dan Osa berada di garis terakhir pertahanan, menetralkan senjata musuh yang mendekati sasaran, bertindak selaras dengan sistem rudal pertahanan udara jarak dekat sebagai alat perlindungan langsung, seperti Tunguska atau Pantsir.

Dalam beberapa dekade terakhir, Osa dan Tor tidak hanya melayani angkatan bersenjata Rusia, tapi juga digunakan oleh angkatan bersenjata lain. Kedua senjata ini sering digunakan dalam konflik bersenjata di seluruh dunia.

SAM Tor-M1 dan Osa juga digunakan di Mesir, India, Suriah, Ekuador, Kuba, Yordania, Venezuela, dan Tiongkok.

Sistem ini terus mengikuti zaman, karena AAMS (Sistem Antirudal Udara) mereka selalu ditingkatkan dan diperbaiki. Modifikasi baru Osa, Osa-AKM, telah dilengkapi dengan peralatan elektronik baru yang melengkapi senjata ini dengan alat identifikasi dan navigasi satelit modern. Osa-AKM kini dapat secara efektif melawan segala jenis senjata udara cerdas, mulai dari UAV hingga rudal presisi.

Andal, Dinamis, Cepat

Sistem SAM Tor-M2E hasil modifikasi kini dapat menyerang empat sasaran udara dengan empat rudal antipesawat dalam jarak hingga 15 kilometer.

Seperti generasi kompleks jarak dekat sebelumnya, SAM Tor-M2 bertujuan melawan dan mengalahkan rudal pesawat kelas udara-darat dan bom udara terkontrol dan terkendali, rudal antiradar, pesawat aviasi taktis dan militer, rudal jelajah, helikopter, dan kendaraan udara tanpa awak.

Pemeran Hari Inovasi Kementerian Pertahanan Rusia adalah kegiatan bagi khalayak profesional yang diselenggarakan untuk menunjukkan gagasan dan perkembangan menjanjikan dari industri Rusia oleh eksekutif dan spesialis Kementerian Pertahanan dan Angkatan Bersenjata Rusia.

Menurut pakar militer Igor Korotchenko, Tor memiliki banyak keunggulan dibanding kompleks sejenis yang dibuat di negara lain. Salah satu keunggulan tersebut adalah waktu respons kompleks yang cepat karena pengerahannya hanya membutuhkan waktu tiga menit, serta mobilitas yang tinggi. Setelah menembak, kompleks ini dapat dengan cepat mengubah lokasinya sehingga dapat menghindari tembakan musuh dan kru Tor tetap aman. Hal itu membuat risiko bagi kru dan senjata itu sendiri dapat diminimalkan. Korotchenko juga menambahkan, Tor mudah dipadukan dengan sistem pertahanan udara yang sudah ada sambil berupaya membuat sistem penggunaan secara otonom.

Merambah Indonesia

Kedua sistem ini digunakan juga di Yunani, salah satu negara NATO. Hingga Jumat (1/8), Uni Eropa telah mengenakan sanksi pada Rusia dalam bidang kerja sama militer-teknis. Embargo militer tersebut membuat kerja sama militer-teknis antara Rusia dan Uni Eropa dihentikan, termasuk Yunani yang produk negaranya disuplai oleh Pabrik Elektromekanis Kupol di Izhevsk, bagian dari PVO Almaz-Antey Concern yang memproduksi sistem pertahanan udara.

Untungnya, SAM jarak dekat ini memiliki prospek ekspor yang bagus di negara-negara Asia Tenggara. Menurut editor majalah perdagangan Vestnik PVO Said Aminov, sistem Tor mungkin akan dibeli oleh Indonesia. โ€œPembelian peralatan militer semacam ini dapat memperbaiki stabilitas militer dan politik negara yang berada di wilayah Asia Tenggara yang cukup aktif,โ€ kata Aminov. (indonesia.rbth.com)

81 KOMENTAR

    • Kalau beli Shorad lagi kapan kita bisa naik selangkah… Saat ini kita sedang mengembangkan sistem shorad kalau beli lagi saya yakin project pengembangan tersebut bisa jadi mandek.

      Nanti ada pertanyaan kan ini sistem Blok timur, kita beli sistem blok barat. Kalau di kombinasi bisa jadi bagus, lalu saya akan katakan kita sudah beli shorad dari China, nah tinggal kita pelajari. Kita juga pernah beli dari Polandia yg hingga kini si penyelenggaranya belum di eksekusi karena membeli produk gagal.

      Tahun 90-an kita sudah sedikit belajar melalui program reverse engineering Sistem SA-75. Maaf sedikit beropini, saya cuman kasihan pengembangan dalam negeri akan jalan di tempat.

      Salam

      • Bung jalo, perkiraan klo sistem tor ini jadi diakusisi maka mungkin aja su-35 masuk lagi urutan pertama skala prioritas sbg efek penggetar.
        Klo es telungatus /es patangatus masuk berarti bisa jd su-35 dicoret tinggal si rafa sm typoon diketuk palu
        Ini perkiraan saja.

        • Negara kita ini masih takut dengan politik yg akan terjadi jika kita membeli barang Rusia. Pemerintah kita lebih memilih jalan tengah, alias tidak ikut campur dalam masalah. Kasus crimea membuat kita berpikir kedepan atas konsekuensi yg akan dikeluarkan pada kita. Makanya sekarang sidang akhir KKIP jadi telat. Dulu waktu Pak SS saya pernah nanya, apakah politik internasional masuk dalam perhitungan pembelian alutsista?? Dan beliau mengatakan itu menjadi salah satu terpenting.

          Resiko politik itu harus dilakukan analisa dan evaluasi agar tidak terjadi dampak kedepan. Konflik Ukraina ini membuat pusing tim yg sudah merumuskan kebijakan pada MEF II. Jadi untuk SU-35 nanti kita lihat kondisi politik internasional. Kalau saya lebih mengutamakan sistem penangkis serangan udara dulu terutama untuk jarak sedang. Apakah nanti S-300/400 atau lainnya itu terserah dari hasil kebijakan KKIP. Tapi yg perlu diketahui pembelian itu harus terkoneksi dengan sistem radar kita dan juga harus ada imbal balik apakah itu offset, JOT atau ToT.

          • Assalamualaikum wr.wb
            bung jalo kemana saja ๐Ÿ˜€
            lama tidak komen ๐Ÿ™‚
            gimana kabarnya bung ๐Ÿ˜€

          • Alhamdulillah baik bung, bung WN gimana kabarnya??
            sekarang lagi banyak kerjaan nih jadi jarang hadir. Tapi saya ikut jadi SR kok mantaunya lewat hp.

          • Betoel Sekali bung Jalo.

            Pada waktu kasus Ukraina, kita memilih netral dan tidak ikut campur, namun juga kena imbasnya yaitu Rusia sedikit memaksa untuk membatalkan BTR-4

            Namun setelah kasus MH-17, kita marah karena ada 13 warga kita yang ikut jadi korban, Rusia juga merespon dengan menekan SBY agar tetap bersikap DIAM.

            Hal yang saya yakin sama dengan Malaysia, konon Malaysia harus merelakan Su-30MKM mereka untuk “DIKEBIRI”, apabila nanti terbukti Rusia terlibat.

            Betul kata Anda, penentuan MEF-2 adalah tugas yang amat sulit, karena baik produk RUSIA dan BARAT sama-sama BERESIKO “EMBARGO”

            Namun bobot yang paling parah adalah Embargo Barat, karena mereka menguasai Ekonomi Dunia.

          • Bung jalo, kalau politik internasional mempunyai pengaruh besar dalam pembelian alutsista sehingga akan mempengaruhi kemampuan daya tangkal dan gebug TNI kita. logikanya sebagai orang sipil nan awam, tujuan dah jelas untuk mencapai titik tertinggi, namun jika jalannya terlalu curam dan terjal dengan resiko yang begitu berbahaya, kita harus cari jalan alternatif dooong untuk tetep mencapai titik tertinggi itu, yaa walaupun waktunya lebih lama tapi tujuan tetap tercapai. Artinya jika import alutsista mempunya konsekuensi besar, kenapa gak dibesarkan dana survei, pengembangan infrastruktur dan SDM, selain itu sistem yang benar2 akan menciptakan kemandirian alutsista. Bukankah klo kita mandiri akan memberi efek deterent lebih besar? Selain itu juga kebanggan akan kita dapat.
            Wujud keseriusan atas dasar niat yang kuat pasti tidak berhenti atau menyerah dalam mencapai tujuan, bahkan itu yang akan menjadikan kita semakin kreatif.

            Cmiiw

          • Bung kuprit, paling terkendala oleh “aku oleh opo” . Makanya bung jalo minta tni di audit. Sementara kalo dana apbn kan boleh. Yang menentukan keputusan kebijakan ini yang susah. dana riset aja cuman segitu. Sungguh berat beban peneliti kita. Saya ngga bisa sumbangsih apa apa(sambil tepok jidat)

      • Penginnya naik kelas, minimal sekelas jarak jangkau buk sistem, atau loncat ke s-300pmu2/s-400.
        Tp mungkin lg lg alasan klasik soal anggaran, jadi ambil tor jarak jangkau 15 km, dekati punya tni al VL mica jarak jangkau max 20 km
        Tp moga moga ini baru penawaran dagang blm deal, jadi msh bs di evakuasi

    • bung gue, tadi dari baca dikaskus, kita mau ambil hornet, truk iveco & fox three, full pict sih, kalo hornet, emg kita beli or hibah ? kalo truk iveco pasti ada yg digendong kan, nah yg digendong itu apa bung, fox three.? ini ane yg kagak ngarti, tolong dong bung di babar, maklum orang deso.. ( mau ngasih gambar aja kagak ngarti gimane caranya…

    • seperti asumsi sebelumnya, kalo berita berkata indonesia akan membelinya, kenyataannya barang sudah dibeli.
      kalo berita berkata indonesia sudah membeli kenyataannya barang tersebut sudah lama dimari.
      kalo pembelian menyebutkan jumlah, kenyataannya sudah banyak yang parkir dimari.

  1. Mantap, saran saya semoga Arhanud pilih yang Truk Pasir atau Es Telungatus PMU2 dulu biar agak jauh.
    kalau dari barat ya mungkin bisa dipertimbangkan Aster 30 dari negeri Eifel atau NASAMS yg diajuin PTDI.

    barusan buka-buka Wikipedia eh ada juga yg masukin SU-35 di list pespur kita dengan tulisan on proges dibeli 16 unit. semoga impian yang nulis di Wikipedia jadi kenyataan. ikut mendoakan. amiin

  2. Jika penfembangan alutsista jalan ditempat.ya harusnra seperti itu.indonesia tdk akan dapat melakukanya dikarenakan tantangan politik yg besar.bung @jalo bgmana perkembangan kerjasama antara pt len dan thales untuk pengembangan sistem pertahanan udara jarak pendek?

  3. Presiden baru berjanji akan menaikan anggaran pertahanan hingga 2 persen. lebih kurang 200 trilyun…dg dana segitu pertahun kita tidak akan kesulitan mengakuisisi s400 beberapa batrai dan Su35 satu skadron. Dr pada beli jinRafa yang perunitnya mencapai 100 jt dolar mending Su 35 yang tak lebih dr 70jt dolar… Pendapat laba laba bingung.Mohon pencerahan dedemit JKGR

  4. Hadeh knp jarak pendek lg si yg pgn d beli,kan da pya,,klo bsa es 300 at es 400 lah,kapan garangx ne negara klo gt..cb bayangin klo qta pya s-400 pesawat sejenis raptor f22 pst mikir2 dlu klo mau show force d mari..buat ane NKRI “wajib”pya sistem pertahanan udara jarak jauh.(titik)

  5. Indonesia kapan pinternya yg dibeli barang ecek2 terus yg tdk memberikan efek deteran yg tinggi, kalau kita beli Topol, s500/400, iskander, atau truk pattsir S-1 + BUK M2E itu akan memberikan efek deteren yg tinggi masa kalah ma strategi vietnam.

  6. Yang penting tot nya,jangan kayak grom,cuman beli doang ga ada tot,udah gt gak bisa dipake lagi,hadeeh..penjarakan makelarnya..nah skrg tinggal track record rusia buat tot selama ini gmn?bgmn juga kemampuan para petinggi kemenhan dan tni utk bargain tot dg rusia,kalo ada teknologi yg dibagi ke kita ya oke aja,kalo ga ada yo ga usah dibeli,pilih dari negara lain yg mau tot kayak china,india ato korsel aja,jd ga usah fanatik sama rusia,yg penting kemandirian alutsista

  7. Shorad, apa lageeeeeeee……????
    Sudah cukup kaleeeeeee…..
    Lagi2 jarak ecek2 yg ditawarkan ke kita. Mau buat apa lagi tuh barang…????

    Saya setuju Bung @jalo. Karuan lompat S300/400. Sudah cukuplah Shorad. Saya menilai Bung @jalo, slain logis dan realistis, juga berfikir jangka panjang demi kemandirian kita. Beliau jg tak prnh meninabohikkan warjagers dgn buaian mimpi2 kosong.
    Di warung ini, Bung @jalo hadir sbgai pencerah bagi kaum yg menolak buaian mimpi2 kosong…

    Terima kasih Bung @jalo. Moga istiqomah…

  8. ga nyesel kalo smpe INA beli .. sya lebh suka tor M atau tuguska ketmbag buk m atau s300 sekalipun,, bkn karena beda kelas, tapi,, ni rudal emg punya gaya (aura aura tersendiri) kalo ibarat senjata ni sm kaya ak-47 walaupun jadul ga akurat hentakan nya keras, tapi ada rasa gmnaaa gtu… pokoke bagus buat koleksi.

    saya bahkan memimpikan tiap batalion mekanis yang harus punya miniml 2 TOR m ^^

    • ini rudal vls pertama yang di terapkan di casis bergerak lhoo…!!! kalo buk m mh di arahin,, ga vertikal.. kalo qt sudah punya bisa kita bongkar belajar bkn rhan versi sam hehehe teknologi vls nya itu lho yang harus kta curi… karna teknologi yang digunakan msh jadul jadi gampng belajarnya,,, kalo s300 rumit… percaya deh ๐Ÿ˜›