May 172017
 

Dok. Perburuan Santoso oleh Brimob di Poso (istimewa)

Palu – Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Polisi Rudy Sufahriadi yang didampingi Panglima Komando Daerah Militer XIII/Merdeka Mayor Jenderal TNI Ganip Warsito mengungkapkan peran dua anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang tewas tertembak di Poso.

Kapolda menjelaskan 16/5/2017, dua terduga teroris yang tewas dalam baku tembak bersama satuan tugas (Satgas) Tinombala di Poso diidentifikasi sementara yakni Askar alias Jaid asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Barok alias Firdaus alias Daus alias Rangga asal Bima NTB.

Barok, kata Kapolda, sesuai keterangan para tersangka yang ditangkap hidup sebelumnya, merupakan salah satu pelaku penembakan terhadap Serka Zainuddin, anggota TNI di Kecamatan Poso Pesisir Utara pada 2015 silam.

Sementara Askar juga terlibat dalam sejumlah aksi bersama Barok dalam penghadangan dan penembakan anggota Brimob tahun 2012 lalu.

“Askar juga bertindak sebagai pembuat bom,” ungkap Kapolda.

Terkait satu pucuk senjata organik laras panjang jenis SS-1 dan satu pucuk senjata api, serta beberapa buah bom lontong usai kejadian baku tembak dengan dua DPO, Kapolda menekankan senjata SS-1 itu merupakan milik personel Brimob yang tewas ditembak tahun 2012 lalu.

“Senjata itu merupakan rampasan dari anggota Brimob yang tewas ditembak 2012 lalu, kemudian dipakai Santoso. Setelah Barok mendapatkan senjata rampasan yang lebih baik, senjata itu kemudian ditukar dengan milik Santoso dan dipakai kembali oleh Barok,” tutur Kapolda.

Ia memastikan tujuh anggota MIT yang tersisa masih memiliki dua pucuk senjata organik yakni SS-1 dan M16, tiga pucuk senjata rakitan dan sekitar 20 buah bom lontong.

Terkait asal usul bergabungnya dua anggota MIT yang tewas itu, menurut Kapolda, mereka telah ada di Poso sejak tahun 2012 lalu atas panggilan Zipo asal Bima, Nusa Tenggara Barat.

Dalam kesempatan itu Kapolda membantah bahwa suksesnya operasi di Poso yang selalu bersamaan dengan kedatangan pejabat tinggi negara ke daerah itu, merupakan hasil dari desain atau setingan yang telah disiapkan.

“Itu tidak benar, hanya bertepatan saja dengan sehari sebelum kunjungan Presiden ke Palu,” ujar Kapolda.

Hal yang sama kata Kapolda juga terjadi beberapa waktu lalu, saat lima hari jelang pelantikan Jenderal Polsi Tito Karnavian sebagai Kapolri, pasukan Satgas Tinombala berhasil menembak mati pimpinan MIT yakni Santoso.

“Intinya sebelum kita bekerja selalu berdoa, semua doa dari masyrakat dan elemen bangsa ini ada bersama kami. Masalah umur dan nyawa itu ketetapan Allah Tuhan yang maha kuasa, tidak ada setingan atau desain, saya sampaikan itu merupakan takdir,” tegas Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Polisi Rudy Sufahriadi.

Antara

Komentar Facebook :
Bagikan Artikel:

  20 Responses to “Senjata SS-1, M-16 dan Bom Lontong di Kontak Tembak Poso”

  1. PERTAMAX RACING

    • Senjata itu merupakan rampasan dari anggota Brimob yang tewas ditembak 2012 lalu, kemudian dipakai Santoso. Setelah Barok mendapatkan senjata rampasan yang lebih baik, senjata itu kemudian ditukar dengan milik Santoso dan dipakai kembali oleh Barok,” tutur Kapolda..apa senjata ss1 kurang baik???

  2. Operasi bertahun2 nangkep 1 kompi kok gak selesai2

    • Bagaimanapun juga supaya jam terbang pemain sepak bola tambah dan bertambah bagus harus punya sparing partner bung… Mempraktekan apa yg pelatih instruksikan selama latian.. Supaya saat kompetisi dimulai pemain siap bertanding…

      • Yg di LP nusakambangan di lepas2in juga bung !
        lalu di buru bersama2 buat latihan serdadu tempur.. xixixi. 😛

  3. Kenapa gak dibakar aja hutannya?

    • Hihihi… Bung Chaplim Klau Di Bakar Bakal Ngerusak Ekosistem…

      • @Unyu Unyu

        Minta di cium sama Bu Siti Nurbaya apa?
        kok pake bakar2 hutan segala.
        klo mau, di kapling2 aja..buat kebun kelapa sawit 😀
        Orang hutan aja mati krn susah cari makan, gimana klo orang beneran. 😀

  4. Smg segera usai.. Sdh terlalu lama

  5. kenapa super tukino ga dipakai ya?

    • kalau sudah berkumpul di satu posisi baru diberondong pake pespur. kalau masih terpecah-pecah lokasinya ya harus digiring dulu seperti giring ayam. xixixi

  6. Tito jd kapolri trus santoso d tembak mati.. ngerasa bgt berjasaa?? yg nembak TNI Pk, Raider kostrad.. panglima aja biasa aja tuh

  7. tes

  8. hutannya itu loh,liatnya aja udah mumet gimna klo jdi tentara itu, kaya film film holiwud

  9. Memang satgas itu gabungan. Tp ya mbok disampaikan TNi dari satuan……..Sbg bentuk penghargaan.

  10. Kasih apresiasi kepada anggota team pak panglima…kalau bisa jgn piagam doang kasih prioritas utk sekolah dan UANG juga kan lumayan mereka bisa bantu anak atau adik yg akan sekolah di tahun ajaran baru nanti… Kalu piagam doang ma kagak bisa di bawa belanja ke pasar hahahahah

    Salam warga jakgreat

  11. Malam pertama itu indah apalagi hutannya masih perawan dn lebat…mencarinya minta ampun deh…apalgi pas malam hari dn mati lampu…itulah hutan sulawesi seperti gadis perawan,lebat,luas dn selanjutnya terserah anda…xixxixixi

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)