Jul 162014
 
Hill Air Force Base menyelesaikan tiga F-16 untuk diserahkan ke TNI AU

Hill Air Force Base menyelesaikan tiga F-16 untuk diserahkan ke TNI AU

Utah – Tiga dari 24 pesawat tempur F-16 C/D 52ID telah diserahkan oleh pemerintah Amerika Serikat kepada pemerintah Indonesia di hangar Flight Test Facility Hill AFB, Senin (14/7/2014) waktu setempat. Pihak Amerika serikat diwakili Dr Chalon Keller yang sehari-hari menjabat sebagai acting chief F-16 International Branch.

Ia menyerahkan tiga pesawat F-16 C/D 52ID kepada pihak Indonesia yang diwakili Atase Udara RI Kol Pnb Beni Koessetianto. Pengadaan 24 pesawat F16 C/D-52ID dalam Proyek “Peace Bima Sena II” ini merupakan kerjasama antara Pemerintah AS dan Indonesia berdasarkan kontrak yang ditandatangani 17 Januri 2012.

Ketiga pesawat terdiri dari dua pesawat F-16 D (kursi ganda) dengan nomor ekor TS-1620 dan TS-1623, serta sebuah pesawat F-16 C (kursi tunggal) dengan nomer ekor TS-1625. Turut hadir pula dalam acara penyerahan ini Maj. Gen Brent Baker selaku Komandan Hill AFB, perwakilan dari 309 AMXG, perwakilan dari Kellstrom Industry, BAE system, Northrop Grumman, Indonesian F-16 program office Mayor Tek Subagyo serta Komandan Skadron Udara 3 Letkol.Pnb.Firman “Foxhound” Dwi Cahyono beserta dua orang penerbang yaitu Mayor.Pnb.Anjar “Beagle” Legowo dan Mayor Pnb.Bambang “Bramble” Apriyanto.

Dalam kesempatan ini pula untuk pertama kalinya para penerbang Skadron Udara 3 melihat sosok luar dan cockpit F-16 C/D block 52 ID yang tampak baru dengan hampir semua peralatan dan layar penunjuk baru. Para penerbang mendapat penjelasan saat diberi kesempatan melihat pengerjaan pesawat-pesawat lain yang sedang di regenerasi setelah acara serah terima.

Dibutuhkan waktu kurang lebih 17.500 man-hour untuk mengerjakan pesawat pertama, karena baru pertama kali Depo Regenerasi dan Lockheed Martin melakukan upgrade mengganti system avionik pesawat blok 25 dengan blok 52.

Untuk pengerjaan pesawat ke dua dan selanjutnya hanya dibutuhkan 15.000 man hour atau mungkin kurang setelah pabrikan mendapatkan road map pengerjaan pesawat.

Sebelumnya Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), Marsekal TNI I.B Putu Dunia didampingi Atase Udara RI di Washington DC, Kol Pnb Benedictus B Koessetianto dan Technical Liaison Officer Mayor Tek. Subagyo telah melaksanakan kunjungan kerja selama 2 hari di Depo Regenerasi Hill AFB, Utah pada tanggal 4-5 April 2014. Dalam kesempatan tersebut Kasau melaksanakan inspeksi ke hangar tempat regenerasi pesawat dilaksanakan. Kasau juga melihat langsung pesawat pertama (TS 1625) yang telah selesai melaksanakan upgrade dan modifikasi.

Menjelang penyerahan enam orang penerbang menjalani ground training di Tucson ANG Base Arizona. Selama menjalani kegiatan ground training baik di kelas maupun di simulator mereka mendapatkan bahwa metode yang diterapkan sangat efektif.

Pelajaran di kelas dan pelatihan di simulator ditekankan kepada pendalaman avionik apa saja yang diupgrade serta penggunaannya dalam penerbangan. Simulator di sini ada dua macam, yaitu simulator untuk block 25 dan simulator untuk block 42.

Pelatihan para penerbang TNI AU menggunakan simulator block 42 yang dinilai lebih mendekati pada kemampuan pesawat blok 52ID kita. Kegiatan di simulator terdiri atas familiarisasi cockpit dan avionik, prosedur normal dan prosedur emergency, Air To Ground (Serangan darat) dan Air To Air (Pertempuran Udara) yang meliputi Basic Intercept, Air Combat Tactic 2 v 2 dan 2 v 4. Tujuannya utk memperlancar penggunaan sistem avionik dan HOTAS (Hand On Throttle And Stick) sehingga penerbang mahir menggunakan pesawat dalam pertempuran tanpa memindahkan tangan dari kemudi.

Selanjutnya pada tanggal 15 Juli dua orang penerbang TNI AU akan ikut dalam penerbangan “Ferry” jarak jauh tiga pesawat pertama yang dikirim ke Indonesia. Rencananya dua pesawat F-16 D dengan nomer ekor TS-1620 diawaki oleh Col.Howard Purcell (Komandan 162 Fighter Wing) / Letkol.Firman Dwi Cahyono dan TS- 1623 diawaki Ltc. Erik Houston / Mayor. Anjar Legowo serta sebuah pesawat F-16 C dengan nomer ekor TS 1625 diawaki oleh Maj. Collin Coatney.

Selama perjalanan ketiga pesawat akan terbang melintasi Samudera Pasifik dengan mengikuti pesawat tanker KC-135 milik USAF sebagai pesawat untuk “air refueling” atau pengisian bahan bakar di udara.

Rencananya penerbangan dimulai tanggal 15 juli 2014 dengan take off dari Hill AFB, Utah pada pukul 11.00 menuju Eilsen AFB Alaska (4 jam 23 menit), selanjutnya 17 Juli Dari Eilsen AFB Alaska menuju Andersen AFB Guam (9 jam 40 menit) dan leg terakhir tanggal 20 Juli dari Guam langsung menuju Lanud Iswahyudi Madiun ( 5 jam 16 menit). Ketiga pesawat direncanakan akan mendarat di Madiun pukul 11.16 pada hari Minggu tanggal 20 Juli 2014.

Keenam instruktur penerbang selanjutnya mulai Agustus akan melanjutkan latihan terbang konversi F-16 C/D nya di Lanud Iswahyudi Madiun dibawah supervisi para instruktur penerbang dari US Air Force (Mobile Training Team). Saat ini konfigurasi awal pesawat F16C/D-52ID tidak dilengkapi dengan drag chute (rem payung) sehingga untuk menyesuaikan dengan kondisi Indonesia maka pesawat-pesawat ini direncanakan akan menjalani modifikasi pemasangan peralatan drag chute yang dilakukan teknisi TNI AU dibantu personil Lockheed Martin pada kuartal pertama 2015.

Kemampuan operasi dan tehnologi pesawat ini untuk saat ini dirasa sudah memadai untuk meningkatkan secara signifikan kemampuan jajaran tempur TNI AU dalam manajemen perang udara modern. Harapan kita pada saat pesawat tempur masa depan IFX sudah bisa dioperasikan maka kita bisa menerapkan berbagai prosedur, taktik, pengalaman dan ilmu pengetahuan yang didapat dari pengoperasian pesawat F-16 C/D 52ID ini, sehingga bisa menyamai dan bahkan mengungguli kekuatan udara calon lawan dan pesaing negara kita.

Pengalaman dan pemahaman dari aplikasi penggunaan tehnologi perang udara modern yang didapat dalam pengoperasian F-16 CD 52ID akan membantu kita untuk memperbaiki perencanaan, pengadaan, pelatihan serta doktrin dan taktik perang udara TNI AU sehingga mampu menjadi tulang punggung kekuatan dirgantara nasional kita. (tni-au.mil.id).

  150 Responses to “Serah Terima Pesawat F-16 C/D 52ID”

  1. Jaya Indonesia

    • Shukoi mau dipakai ngeronda? Mikir dulu napa mas. Ibaratnya nih… angkut sawit pake limousin. Israel aza nyerang gaza mikir make raptor.

      Doain aza presiden terpilih dipercayain iron dome… dah cukup buat nunggu ifx.

      • @israel ga punya Raptor om…. F22 Raptor hanya khusus USAF sampai saat ini ..not for sale

        • @BarisanHarimauLiar, gini aja deh, karena anda yang mengklaim Israel punya F-22 Raptor, silahkan buktikan melalui foto atau link yang bisa membuktikan bahwa Israel punya F-22 Raptor. Gini deh solusi untuk mengatasi oranf yang kalau dikasih tau malah ngeyel.

      • mana ada israel punya raptor bos…raptor hanya milik asu sebagai senjata pamungkas dan tidak di jual pada negara manapun itu keputusan kongres.saya baca di majalah angkasa.sukhoi kemahalan buat ronda bos.yang ronda udah ada seperti F16 Sepuh bisa juga hawk atau T 50…

    • coba anda baca baca lagi diartkel terdahulu yang terkait dengan F 16 pasti menemukan jawabannya
      Karena saya beberapa kali sudah mengulas panjang lebar.
      Bahkan kenapa dulu memilih F 16 dibanding mirage

      mongo dicari dan dibaca dulu

    • Aduh bung wedus, saya bingung mau komen apa??

      Tapi yg jelas, presiden SBY pernah berharap kedepan tidak ada lagi pembelian alutsista disertai permintaan politik… Jadi silahkan cerna sendiri, saya yakin pernyataan ini berkaitan dengan F-16, Apache, dll. 🙂

    • Maksudnya agenda politik

    • mana mungkin hibah atau dikasih alias dapat – dapat aja apalagi sama amerika. pemerintah kita ini takut sama barat harus mengikuti kebijakan barat alasan presiden “takut nantinya indonesia di serang secara ekonomi kasihan rakyat” itu pengecut bukan kesatria, tipikal pemimpin yang tidak amanah. sby – jokowi satu kualitas.

  2. Siap ngeronda,,,

  3. Dua,,,
    jayalah NKRI ku….

  4. Pertamaxx

  5. mantabbss!!!

  6. test

  7. tes

  8. 10 besar

  9. 10 besar

  10. yessss nemer songo

  11. pertamax kah ??

  12. mantap ae wes

  13. penasaran dengan yang 2 seat… 🙂 welcome F16 52ID

  14. Bosennnnnnnnnnn f16 terusssss, sy pengen liat serah terima SU 35 / 34 . F16 kita kalah spek ma negara upil.

  15. sayang radarnya msh blok 25, tetep aja msh rabun jauh….

  16. poto2nya donk,…penasaran neeh,..mau ngeliat neh pesawt dr berbagai posisi..

  17. <:D
    ?) siap !!!
    _||_ Komandan !!!

  18. Maaf oot.kita dulu khan punya A4 skyhawk yg telah di grounded, dan kita punya banyak jumlahnya kurang lebih 34 buah..kira kira sekarang dimana ya? Barangnya..mungkin para warjgers ada yg bisa beri pencerahan..trims

    • @kevin….salah satunya jadi monumen di kota majalengka dan menjadi salah satu lokasi wisata untuk selfie ria..

    • produk amerika dan barat kalau sudah tidak terpakai harus diserahkan (dijual kembali ) ke produsen untuk ditukarkan sparepart pesawat lain untuk menjaga kebocoran teknologi

      Kira kira seperti itu,, seperti kasus Hawk MK 53 yang ditukar sparepart nya Hawk 109/209.
      Imho

      • Kenapa yang di grounded itu ga di jadikan pesawat praktek siswa STM/ mahasiswa PT Penerbangan bung@Satrio, biar di bongkar pasang dan tahu dalamnya pesawat tempur, kan bisa memunculkan engineering2 pesawat tempur yang mumpuni tuch bung. Tapi itu hanya unek-unek tukang cuci mobil aja biar bangsa ini maju dan pintar2….

        • kalau diklausul kontrak pembelian dulu biasanya disertai sarat begitu,, kalau sudah tidak dipergunakan atau mau dihibahkan atau di buat target latihan harus seijin negara produsen,,
          Kalau tidak diijinkan yaa harus dikembalikan ditukar produk lain

  19. hemmm seat ganda join penerbang TNI-USAF,kira2 dibagikan semua ilmunya gak ya?

  20. wah kalau sudah setara F 16 souffle (atau apalah) Israel, jangan cuman ada sidewinder aja kalau ngeronda…yang lebih gahar donk (setara atau lebih dari Israel mercon dan kembang api canggihnya). Mudah2an ngga kalah cepet adu lock sama superhornent US Navy dan Ausie

  21. maksudnya sonotan

  22. Hadir,

  23. tapi tetep aja di AYAMIN ma joki di mari saat PB kemaren….. :mrgreen: ….he,he,he

    • Bung erich salah satu jokinya ya di pb?

    • di ayamin bagaimana Pak? btw,nama joki kita masih terampang di sana ya?hehe belum ada yg ngalahin??

    • Bung erich,ni elang kan masih ompong,ko ga da yg ngulas gmana kans nya buat di acc senat asu ?

    • salam bung eric tanya dikit
      su30 1 lawan f16 spek 52id 8 ekor
      paling f16nya plg tinggal brp?…
      dengan joki yg kemampuanya kita anggap sama.tq

    • kemaren blom di pake JHMCS ini baru di pesan bung

      • nih tak kasih kisi2 nyang katanya baru dipesen
        The Royal Australian Air Force is equipping its F/A-18 strike fighters with Joint Helmet-Mounted Cueing System (JHMCS). The first fleet aircraft delivery of JHMCS to the Royal Australian Air Force occurred May 23 in Williamtown, New South Wales, Australia. Boeing Australia and the Hornet Industry Coalition, a collaborative arrangement between Boeing, BAE Systems and L-3 Communications of Canada, will equip 71 Australian F/A-18s with JHMCS by 2008.
        :mrgreen: …..he,he,he

        • GUBRAAAK! :mrgreen:

          • lagian lawanya sukhoi kan bukan f16…kalau F16 di PB gak bakal bisa menang.

          • Bung MEF
            Sepertinya anda mengejar pengakuan deh ,,,

            Terus kejadian bawean kita head to head dan saling mengunci dengan hornet..

            Kejadian Eltari hornet sempat dilock sama hawk,,,

            Coba ente yang bawa hornet …kagak bakalan mundur,,
            koment anda membandingkan f16 A/b jadul dengan gowler, dan superhornet gak apel to apel..
            jadi gak bisa dijelasin secara teknis,
            percuma juga wong anda kagak ngerti oodalopnya john boyd sipencipta f16,,

          • Ini OODA Loop-nya John Boyd, dibabar di link ini http://m.fastcompany.com/44983/strategy-fighter-pilot
            Menarik juga. Selalu selangkah di depan. Apa memang F16 lebih agile dari hornet? Sehingga dalam dogfight masih punya banyak peluang?

        • insiden bawean aja skor satu sama ( padahal f/18 nya sing duwe us navy )
          nyang konon the best f/18 ever build & lawannya cuman elang botak blok 15 dgn tentengan ala kadarnya. oh ya hampir lupa, itu 2v4 loh ( 2 elang botak lawan 4 horny )……so….. :mrgreen: lagi deh…….he,he,he

          • @Bung Erick
            lha iya kang kena yang sotoy sotoy jadi geli bacanya…
            disebelah kan pernah ane babarin jalannya dogfight saat bawean,, callsign Falcon dengan beraninya ngelock dan perang EW

            lha ini kok dipukul rata f 16 kalah ama hornet,,,
            terus apa selalu rx king kalah dengan harley ?

          • GUBBRAAAK!!!
            Bung Erich bantingannya jangan keras” dong! tatiiit nih hehehe :mrgreen:

          • Diayamin mksudnya keok ya bung..hee maaf lo salah..tni au isthebes dah..

          • emang ular tuh sukanya pesimis dan njelekin bangsa sendiri

          • ijin melintas sebentar :mrgreen: bung @EH dan Bung @ Satrio
            jadi fans nya ABG alay juga ya 😀 hehehehehehe

          • ok bung KRI
            nanti ane mampir disebelah ,,

            @Bung ngurah rai
            Sebenarnya jadi abg dan military fansboy baru itu gak jelek asal mau banyak membaca..
            coba baca diartikel F 16 terdahulu diwarjag kita sudah bahas bolak balik hingga jelas,,’
            supaya gak ada pertanyaan 2 yang pesimis
            hehehehe

          • hehehe… wajar Bung, maklum aja wong mereka aslinya ndak ngerti sama sekali tapi sok berlagak paling ngerti, hehehe… oya ngomong-ngomong sebelah itu dimana toh Bung? :mrgreen:

          • Sebelah itu bisa hanggar tiga atau shelter kasel
            hahahahaha

          • beeuuh…. hahahaha… :mrgreen:

  24. BERKAH DIBULAN RAMADHAN…..

  25. barang nya bentar lagi dtg,, ga usah di kritik lg,, percuma,,
    kita kasih masukan buat pengganti F5 aja…
    sapa tau pemerintah selanjutnya ngasih kejutan buat TNI AU…

  26. Rame terus masalah F 16
    yang perlu dicermati adalah kedatangan 3 pesawat ini lebih maju dari Jadwal semula yang diperkirakan setelah Pilpres..

    Nah ini mau datang tgl 20an sebelum pengumuman hasil KPU tgl 22
    BERARTI ini pesawat direstuin oleh amrik ikut menjaga stabilitas NKRI dari rongrongan ular yang akan berulah setelah 22 Juli,,,

    Analisanya amrik TAHU siapa yang akan terpilih dan tahu siapa yang akan merongrong,,,
    jadi bisa dielaborasi lebih lanjut,,
    Karena dulu perhitungan saya pesawat akan diserahkan setelah tahu siapa yang terpilih,, bila gak cocok pasti siamrik menunda nunda penyerahannya.. dan petinggi kita terlihat bisa meyakinkannya..

    Seperti biasa analisa ngawur situkang warnet hehehehehe

  27. Om satrio dan ndan Erich@
    Masalah yang sayap delta separti naraleak gmn statunya? Jadi kah?
    Sampurasuuun….

  28. Artikel dr bung @Nara , bung @PS kapan terbitnya yaa..?? Heuheu.. Dah lama nih kgk nongol kykny masih sibuk jaga Pemilu Presiden nih.. 😀

  29. wiiii….alhamdulillah…..ayo ndhang digae ronda…..tutup semua celah dan persulit aksesibilitas ular2…..NKRI wis final,rek

    • Bener bung, untuk Ngeronda di Barat & juga menutup Gap sementara, sambil nunggu Kedatangan IFX.

      btw, sebelah mananya p4an lampu merah @bung Pager Wojo. dari tetangga neh..
      Salam Kenal Bung

  30. Tumben bnget ni artikelnya F-16 saling bersambung…jngan2 bsk artikelnya bahas upgrade F-16 RSAF dri block 50/52 ke block 60 nih…tapi gpp itu wajar krn F-16 adalah salah satu jenis yg pesawat tempur yg banyak digunakan oleh angakatan udara banyak negara….btw gimana kbr ttg Sukhoi kok kliatannya udah gak ada kbarnya lagi baik dri kemenhan atau pun dri pihak TNI sndiri

  31. Maaf ini bukan blok 52 deh, di liat speknya beda banget dan kalah jauh sama singapura.. Maaf saya malu liat f-16 ini

  32. Tapi semoga aja gak seperti lion air yang sering ngadat, delay, nyungsep dan sering dikomplain konsumen. Saya yakin TNI AU lebih profesional drpd lion air :mrgreen:

    • lebay banget. sering ngadat dan nyungsep? tiap 2 bulan sekali sejak 2005 saya memakai maskapai ini. delay beberapa kali memang ada tetapi itupun tidak selalu kesalahan lionair. masalah delay penerbangan di negara kita adalah masalah kompleks yang melibatkan banyak pihak. misalnya, tidak semua bandara di Indonesia memiliki Instruments of Landing System (ILS) sehingga pada saat cuaca buruk pesawat tidak bisa mendarat.

      jika tidak ada lionair, bakal sengsara mobilitas antar pulau. lionair benar-benar menjadi jembatan udara Indonesia dengan rute penerbangannya yang menggurita. dengan sistem hub & spoke ia menjangkau sampai kota-kota kecil yang bahkan tidak mampu dilakukan flag carrier (Garuda & Merpati)

    • Kok dibandingkan TNI AU dan Lion Air? Aneh2 aja anda bung Buddy90

      • setuju bung.. lha itu tukang layangannya sendiri a.k.a tukang Ketoprak alias Om@Erich dah sering kasi statement kok ya gk prnh di baca, direnungkan & dipahami maksudnya. . :mrgreen:

  33. Maaf itu si bill katanya mau kesini kira2 bawa cia ga ya? Semoga ga ada apa2.kedatangannya di pantau terus dengan siapa ketemunya ya?kita akan tau apa di balik perjanjiannya harus tau.

    • Iya bung.. Semoga tdk jadi dateng.. Karena bisa2 d anggap intervensi asing, menurut ane… Etikany kalo negara sedang peralihan kepala negara, harusnya tidak.boleh ada tamu asing yang masuk walaupun itu tamu yang sangat penting…

      Analisa ngawur bin abal abal hehehe

      • gk ngawur bung…tp analisa yg lumyn logis & bs jd bhan prtimbgn bwt qt smw.
        pilpres adalah hak brdemokrasi bgi bgsa INDONESIA,,,jd org2 asing yg gpnya kpntingn pun y hrus sdar diri..pgnnykq sll ikut cmpur urusn rumhtgga org.

        • Iya bung, ane kapan hari juga ngliat berita judulnya “bill clinton akan ke indonesia, menlu tegur clinton”…., ane berharap dia bener” gak jadi ato kalo perlu d usir aja sekalian… Mengingat situasi yang belum.kondusif d masyarakat

  34. Kenapa ya dari kemaren untuk komen yang membahas F-16 ini isinya pada menjelek2kan F-16 Hibah ini,
    ada yang membandingkan dengan Sukhoi lah, ada yang ribut kenapa tidak beli Rafale/Typhon lah,
    ada yang bilang rabun jauh lah, kalah spek dengan si Upil lah,
    tolong donk kalau berkomentar itu yang bermutu sedikit, Gerah juga lama2 liat komen2 yang begini, yang asal komen tapi komennya tidak bermutu.
    sudah jelas2 antara F-16 ini dan Sukhoi/Typhon/Rafale itu beda kelas masih aja di bahas,
    Tahu kah anda antara blok 15 OCU kita dan blok 25/32 ini ada kesamaan dalam hal sparepart?
    tahu kah anda bahwa blok 15 OCU kita ini merupakan dasar bagi pengembangan blok 25?

    • Setuju bung, kebanyakan ngeluh saja … trus kalo misalnya tu pespur udah dimari mau apa? gak mungkin juga di kembalikan lagi..

    • yak…stuju bung…inti ny TNI & kmenhan lbh tw ap yg dperlukn ddapurnya…ktimbg qt yg hnya mliht dr luar & mncba2 mnganalisa sndri..mskipun tu analisa yg ada bukti,,logis.
      ykin lh..TNI sbg user…lbh mgerti ap yg dbtuhkn,,& ap yg hrus dikrjakn.
      sya pribadi sgt ykn dgn ap yg slma ini dibabar oleh pra komandan dsni…
      intiny qt mncntai NKRI,,qt mncntai TNI…klo mrasa msh ada yg kurg,,ato prlu diakuisisi…monggo sm2 didoakan yg baik…& dsykuri ap yg tlah qt miliki & qt upayakan..jk qt pandai brsykur,,mka ALLOH akn mnambahny.

      salam persatuan

  35. Rubahlah doktrin perang kita.perang dirumah sendiri dengan musuh itu akan porak poranda.kita sudah pernah perang mempertahankankan kemerdekaan.bagaimana jika perang dirumah musuh.atau perang ketemuan di lapangan.bertahan dan agresor itu penting.pentingnya kemandirian tanpa batas.

  36. Kok pada meremehkan F-16 ya? Ingat bung, sejarah F-16 itu gimana dalam pertempuran…
    Kita memang butuh light fighter sejenis F-16. Kalau negara kita cuma punya heavy fighter saja, bagaimana bung jadinya? karena masing2 pespur beda2 fungsi utama nya.
    Saya rasa F-16 Block 52ID ini sudah ideal untuk sekedar meronda dan intercept pesawat asing.

    Hanya pendapat awam

  37. Senang tidak senang harus tetap diterima krn barang sudah tinggal kirim. Kalau mau diskusi yg yg akan dibeli berikutnya. F16 itu lumayan bagus lho (katanya org2 pintar), bisa buat air show kayak apa itu thunder blue kalau tdk salah, bisa buat patroli udara, dan bisa utk mengamankan wilayah NKRI dari pesawat asing yg main slonong boy. Tapi kalau utk bertempur dng tetangga2 yg menjadi sahabat dekat ASU, ya jelas kalah canggih pesawatnya. Mungkin gambaran bagi saya pribadi seperti Kijang kapsul dibandingkan dengan Kijang Innova, kalau drivernya sama2 pinter, kemungkinan menang Innove lebih besar. Jadi yg sdh datang diterima saja dengan riang gembira, yg belum datang mari kita diskusikan. Maaf kalau salah, maklum saja saya hanya pedagang ayam di pasar. Salam damai utk NKRI.

  38. nyang penting bisa lawan sonora sonotan

  39. 40 besar…..

  40. Selama tdk menggadaikan sda kita ke amerika,no problemo .silahkan masuk.

  41. Emang berat ya….., bayangkan lama ndak punya alutsista yg modern, tiba2 harus berubah. Siapkah? Saya yakin dah dipikirkan skenario2 dengan pilihan2 terbaik. Ndak ada salahnya F 16 (unt sementara, karena user friendly dgn barang ini), ini kali skenario 1 misalnya. Skenario 2 dijalankan juga: beli Su 35, thyphon, jin rafa dll digunakan, dipelajari, untuk masa transisi, pipeline model. Mohon maaf jika salah, moga sehat2 semua, salam NKRI

  42. Saya rasa para perencana di TNI tahu betul lebih kurang pesawat hibah ini. Dan pasti sudah diperhitungkan semua faktor termasuk faktor-faktor non pesawat seandainya terpaksa harus berhadapan dengan pesawat negara lain, sehingga beliau-beliau tetap punya keyakinan bahwa para penerbang kita bisa mengatasi pesawat lawan. Tentu ada taktik-taktik tempur dan hal lain yang rasanya tak mungkin diceritakan terbuka. Sederhana saja, di jaman perang kemerdekaan Panglima Soedirman menggunakan taktik perang gerilya menghadapi kekuatan Belanda yang modern pada masa itu. Jadi para ahli strategi di TNI saya yakin sudah memperhitungkan titik optimasi dari apa yang dimiliki, karena kendala-kendala yang ada.

  43. Klo gak salah bung Nara pernah bilang, kenapa f16 kita yg datang dari nomer ekor 1625, karena yg 24 sdh ada di mari, ternyata release resmi TNI AU selain seri 1625 jg akan ditemani 1620 dan 1623. berarti klaim bung Nara klo yg 24 sdh di mari terbantahkan.

 Leave a Reply