Jun 262016
 

Apa yang akan terjadi ketika segerombolan drone yang terbang lambat dan rendah menyerang sebuah kapal perang modern?

Dengan sistem pertahanan udaranya yang canggih, kapal perang modern kini mampu untuk merontokkan rudal jelajah supersonik dan jet tempur musuh yang terbang cepat menyerang, bandingkan dengan serangan drone kecil yang akan mudah ditembak, seperti menembak sasaran kalkun terbang.

Tapi benarkah seperti itu kenyataannya, ataukah sebaliknya yang akan terjadi ? Skenario dibawah ini yang akan menjawab sebaliknya.

Angkatan Laut AS telah menganalisa ancaman dalam sejumlah makalah di Naval Postgraduate School. Makalah ini membeberkan skenario sederhana:

Dalam sebuah simulasi, destroyer Angkatan Laut diserang oleh sekitar sembilan sampai sepuluh drone yang datang secara bersamaan dari semua arah dalam cuaca cerah. Drone diasumsikan terbuat dari komponen murah yang mudah didapatkan dipasaran, dikendalikan secara rahasia dari sebuah kapal nelayan di dekatnya. Beberapa dari mereka dikendalikan secara visual, sedangkan yang lainnya dikendalikan dengan bimbingan radar.

Sistem pertahanan udara kapal perusak sudah disiap siagakan. Sistem pertahanan udara Aegis adalah salah satu sistem pertahanan yang terbaik di dunia, dengan perangkat sensor dan senjata yang terintegrasi termasuk perangkat jammers, flare, rudal permukaan ke udara Standard Missile (SM), meriam lima inci dan dua sistem senjata Phalanx yang masing-masing dilengkapi kanon multibarel 20 mm, juga dilengkapi dengan enam senapan mesin berat di dek.

Drone kecil ternyata memiliki jejak radar yang kecil dan pada saat drone sudah terlalu dekat, destroyer AS akan kesulitan menembaknya dengan rudal atau meriam 5 inchi, bahkan jammer AEGIS tidak dirancang untuk mempengaruhi sistem kontrol drone.

Semua upaya merontokkan drone ternyata hanya dapat dilakukan oleh sistem Phalanx dan senapan mesin dari jarak dekat. Dengan drone yang datang menyerang dengan kecepatan 200 km/jam, tim pertahanan udara hanya memiliki waktu lima belas detik saat drone mulai mendekat (kurang dari satu mil) dan dampaknya sungguh mengagetkan! Tim pertahanan hanya berhasil menembak beberapa drone yang datang dari arah yang berbeda, beberapa drone lainnya berhasil lolos tanpa kerusakan sama sekali.

Tim Angkatan Laut AS melakukan beberapa ratus simulasi, dan menemukan rata-rata 2,8 dari delapan drone penyerang berhasil lolos dari sergapan pertahanan kapal perang. Bahkan saat pertahanan udara ditingkatkan – dengan sensor yang lebih baik dan tambahan senapan mesin dan senjata Phalanx – setidaknya satu drone berhasil menembusnya. Itu baru menggunakan delapan drone yang menyerang, bagaimana dengan drone yang lebih banyak – sepuluh, dua puluh, lima puluh – tim pertahanan diperkirakan hanya dapat merontokkan tujuh drone pertama yang menyerang.

Kelemahan pertahanan udara ini yang akan dimanfaatkan Angkatan Laut AS. Mengembangkan drone LOw-Cost Unmanned aerial vehicle Swarming Technology (LOCUST) yang bernama ‘Coyote’ dan berharga murah, sekitar US$ 15.000 untuk satu drone, bandingkan dengan rudal Harpoon yang seharga US$ 1.2 juta atau bisa dikatakan AS bisa menerjunkan puluhan drone dalam satu kali serangan dibandingkan dengan satu rudal Harpoon.

Tiga puluh drone dapat terbang bersama-sama dalam satu serangan. Seperti kawanan burung, operator dapat mengendalikan seluruh kawanan drone sebagai satu kesatuan tanpa harus mengendalikan satu persatu.

Drone memang membawa hulu ledak lebih kecil, tapi serangan drone lebih berbahaya daripada rudal berhulu ledak besar karena drone menyerang sasaran vital kapal perang seperti sistem radar dengan lebih akurat.

DefenceTech

  36 Responses to “Serangan Gerombolan Drone ‘Anjing Hutan’ Lebih Berbahaya daripada Rudal Anti Kapal”

  1. Dewa perang sangat setuju dgn hal ini.
    Terkadang teknologi secanggih apapun,adakalanya bisa kalah dgn yg sederhana & terlihat lemah sekalipun..begitupula dgn bangsa ini, dgn ratusan jiwa yg MILITAN akan mampu menghancurkan negara yg besar & kuat sekalipun.

    ==== NKRI HARGA MATI ====

  2. Ini yang harus secepatnya di laksanakan salah satu janji pak Joko yaitu memperbanyak Drone tempur. Ga apa2 sekelas UCAV nya pak Prof Josaphat tetuko atau Wifanusa punya pak Ongen. yg penting bisa nembak Rusak atau bawa bomb.

  3. Patut ditiru oleh kita …
    Tempatkan belasan drone di KRI kita dengan membawa roket FFAR buatan kita …

    • Hehehe dlu wktu pak jowi mau bikin banyk drone banyk yg mencibir bhkan teriak2 indonesia darurat destoyer skrng baru tau ya low presiden mengerti taktik perang modern,ayo pak jokowi buat drone ampe 10.000 biji

      • ada jg saya pernah baca, klo ga salah vidio youtube tni latihan menembak drone , ada yang mencibir nembak drone begini saja lama amat, bagaimana kalau itu pesawat tempur , bisa habis duluan tni, saya jg tidak paham dri latihan tni, mungkin bagian dari strategi jg, bila membaca urian diatas, ketika sibuk mengatasi drone , dan tiba” datang rudal penghancur kapal destroyer, gmana ya kira” nasib kapal destroyer, maaf komen yg ga ada mutunya heheheheehe

  4. bisa di tahan dgn jaring seperti berburu burung pipit.

  5. Bikin ribuan drone yg bisa bawa bahan peledak, lakukan ” KAMIKAZE “. Sekecil apapun bahan peledaknya,akan sangat berbahaya kalau kena sasaran yg sangat vital kepertahanan musuh.

    ==== NKRI HARGA MATI ====

  6. Fantastis…. Semoga bisa di baca para petinggi militer kita

  7. Udah kepikiran sebelum baca artikel ini. Jika Drone digerakan secara serentak dalam jumlah yang cukup masiv, cukup merepotkan setidaknya bisa mengacaukan konsentrasi musuh! denga biaya yang sangat murah… bikin ratusan siapka di pulau terluar, untuk serangan masif ga perlu semua bawa bomb .. cukup beberapa yang lain untuk mengacaukan hahaha.. pusing juga tuh destroyer

  8. aku punya ide 💡 murah efisien. mana alamat pindad ? aku mau kirim email

  9. Valentino Rossi jatuh.. 😳 😕

  10. Efesien…

  11. Ini baru yg di udara belum lagi yg di dalam laut…lebih mengerikan seperti ranjau hidup…mengatur posisi…formasi serang…dan bertahan…saya membayangkan laut indonesia disebar drone laut sebagai pasukan intai dan pemukul yg massive yg menggunakan energi yg bisa bertahan 24 jam non stop selama setahun…contohnya “ENERGY MAGNET GENERATOR”…ini belum ada yg mengembangkan di indonesia padahal ini kunci energi masa depan…

    Sangat mengejutken mengeriken…tidak ada yg berani menginjak laut kita…..

    • Kalo masalah pengendali drone adl satelit…gak ada ruginya bangun satelit…militer untuk drone…
      Join kalo perlu….

  12. Moga gak lupa sama bahan kampanyenya yah…kalo besok pake bahan drone ini lagi gile lu don…

    Hahahah…

  13. Wek…kudu nyimak, bener2 info yg menyehatkan …

  14. Info dg data yg cukup detail dan … ane setuju neh pake drone kamikaze.
    hanya ane kepikiran apakah simulasi nya berupa percobaan real di lapangan atau hanya simulasi di komputer ?

    kalo lihat spek drone harga US$15.000 per unit … kita musti tahu jarak jangkauan drone tsb. & kemampuan bw peledaknya … apakah mungkin bisa persiapkan dan tempatkan posisi kapal induk drone di posisi yg mampu menjangkau & menyerang kaprang target ?

    artinya tetap diperlukan jg kemampuan kapal induk drone tsb utk mengetahui posisi target nya melalui radar atau bantuan info dari satelit, radar pantai atau dari radar kaprang kawan … drone kamikaze kalo sdh terbang, mungkin akan sulit balik ke base … sekalian terbang musti hit target … kalo misi batal di tengah jalan … ngeri jg kapal induk nya terima kembali drone² tsb. … paling suruh nyungsep di laut.

  15. Ingat pasukan burung abail yang mengalahkan pasukan gajah..

  16. kebangkitan SKYNET, drone invansion

  17. Teknik “Swarming”, itu kuncinya, murah namun mematikan !

    http://www.crviewer.com/targets/080409/phm2_5.jpg

    http://www.foils.org/gallery/sparv4.jpg

    daripada bikin 1 fregat mending bikin 10 hydrofoil seperti ini buat jaga Natuna

    ditorpedo kasel? torpedonya diajak balapan, kecepatan mendekati 100km/jam..

    yang atas nenteng kanon 76mm + 8 harpoon !

    • kweenncengt sih Kwenceeng… masbro. kalau hny utk side patroli, kayaknya costnya jauh lbh gwueede dibandingkan kaprang biasa. costnya kaprang yg menggunakan mesin dgn semburan jet ? sprt jetfoil, hidrofoil, Waterjet. dsb. mesinnya sangat boros bbm. gak kuku di kantong TNI yg serba cekak. aplg kalau cm patroli doang, mending sekalian ngoperasikan destroyer utk perbandingan cost operasionalnya saat dlm patroli rutin. lain hal dlm keadaan perang, baru cocok jenis jet utk hit n run di lautan. istilahnya Grilya laut. tembak kabur sekencengnya atw bermanuver lbh gesit utk menghindari kuncian radar. itupun yg ngoperasikannnya selevel negara UEA yg koceknya tebal. kalau di mari sih masih sebatas berandai2 sj, krn sepertinya blm dibutuhkan, msh byk alternatif lain utk sekedar patroli belaka. btw TNI AL ada jg dpt hibah jetfoil dari ASDP, tp sangat jarang di gunakan, ya alasannya klise sprt yg sdh gue sebut diatas. dengar2 mau di rumponkan krn gak kuat nanggung biaya operasionalnya. 😀

      Salam..

      • Hehe kan bisa dimodif bro. Ditambah mesin dan propeler konvensional, untuk cruising mode, (foil dilipat). Begitu ada kapal ikan maling kabur, baru foil dibuka dan pindah ke jet turbine mode. Hybrid..

        Peace bro!

  18. MBAH TIDAK SUKA.

  19. @tukang ac
    ide bung tukang ac,,mantap.aku tambahin dikit bung,pake meriam jaring yang diujung bandul pemberat di kasih peledak,minimalnya sayap itu dron patah truss nyemplung deh ke laut,,,atau agak mahal dikit,pake manpads yang pemandu laser manual yg jadul juga masih mempan ,,,kan kecepatan drone gak secepat roker atau rudal,gitu roger ganti…

  20. @tukang ac
    ide bung tukang ac,,mantap.aku tambahin dikit bung,pake meriam jaring yang diujung bandul pemberat di kasih peledak,minimalnya sayap itu dron patah truss nyemplung deh ke laut,,,atau agak mahal dikit,pake manpads yang pemandu laser manual yg jadul juga masih mempan ,,,kan kecepatan drone gak secepat roker atau rudal,gitu roger ganti…

  21. maaf td lupa,,nambahin ide @tukang ac,,klo cuma 10 drone masih bisa d tahan kok,,yg 4 ditembak ciws,yg 2 ditembak smb,ya 3 di rontokin manpads,sisanya disalvo pakai spr 3 pindad rpg dengan catatan itu kaprang bawa manpads,spr3,ama rpg,kalau gak ya,,,auuu ahhh gelap

  22. hm….

 Leave a Reply