Jul 132017
 

Bogor – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyebutkan serangan piranti lunak perusak atau “malware” menjadi ancaman baru yang dapat mengganggu sistem pertahanan Indonesia.

“Perang konvensional berupa adu kekuatan Alutsista sekarang potensinya kecil. Dunia dan Indonesia sedang dihadapkan pada ancaman ‘malware’, ini baru dan sedang populer,” ujar Menhan saat menjadi pembicara di Indonesia International Defense Science Seminar, 12-7-2017 di Bogor, Jawa Barat.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini mengatakan serangan baru itu juga mempunyai kesempatan untuk mempengaruhi stabilitas keamanan nasional.

“Malware bisa mengganggu kinerja seluruh pihak, tidak ada tujuan tertentu. Ini menjadi berbahaya sewaktu menyerang data yang sensitif bagi Negara, tentu akan menjadi ancaman bagi pertahanan Indonesia,” ujar Ryamizard.

Bahkan selain mengganggu pertahanan nasional malware juga dapat mengusik kehidupan masyarakat secara langsung.

“Virus jenis ‘ransomware’ yang baru-baru ini masuk ke Indonesia tujuan utamanya adalah untuk memeras korban. Pekerjaan masyarakat akan terganggu, dan bisa jadi menciptakan rasa frustasi di kalangan masyarakat sebab pemerasan yang terjadi, ini juga perlu diantisipasi,” kata Menhan.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan perlu ada kolaborasi dari sejumlah Negara untuk memerangi masuknya piranti lunak perusak ini, dilansir ANTARA, 12/7/2017.

“Serangan ini menjadi musuh bersama, makanya harus ada kerja sama dengan banyak Negara untuk menghardik serangan Siber tersebut,” kata  Menteri Pertahanan Ryamizard.