Apr 102017
 

Korban Serangan Bom di Tanta, Mesir, 9/4/2017 (Photo : Xinhua/Reuters)

Kairo – Presiden Mesir Abdel Fattah As-Sisi dalam pernyataan melalui televisi (9/4/2017), mengumumkan keadaan darurat negara selama tiga-bulan ke depan.

Pengumuman ini dikeluarkan beberapa jam setelah dua ledakan mematikan di Mesir Utara, yang menewaskan sedikitnya 44 orang dan melukai lebih dari 120 orang lagi, kebanyakan pengikut Koptik.

Serangan bom terjadi di Gereja Mar Girgis di Kota Tanta di Provinsi Gharbiya, yang menewaskan sedikitnya 27 orang dan melukai 78 orang lagi, sedangkan pemboman bunuh diri sesudahnya di Kota Iskandariyah di Gereja Saint Mark menewaskan 17 orang dan melukai 48 orang, kata Kementerian Kesehatan Mesir.

Pada Minggu malam, kelompok IS mengaku bertanggung-jawab atas kedua pemboman tersebut di jejaring beritanya, yang diberi nama “Amaq”.

As-Sisi di dalam satu pernyataan menyampaikan pengutukan paling kerasnya dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, demikian laporan Xinhua. Presiden Mesir juga mengumumkan tiga-hari berkabung buat korban.

“Aksi teror ini ditujukan kepada negara bersama warganya –pemeluk Koptik dan orang Muslim– dan itu takkan pernah menghancurkan tekad rakyat Mesir dan keinginan sejati mereka untuk melawan kekuatan jahat,” kata As-Sisi di dalam pernyataan itu.

Sementara itu, Perdana Menteri Mesir Sherif Ismail mencela “aksi rendah pelaku teror yang ditujukan kepada keamanan rakyat Mesir dan kestabilan negara”. Ia kembali meyakinkan bahwa pemerintah akan memberi semua dukungan yang diperlukan buat korban dan keluarga mereka.

Paus Tawadros II, pemimpin Gereja Ortodok Mesir yang berada di gereja yang diserang tak lama sebelum ledakan, memperlihatkan pengertian pada upaya anti-teror negara.

“Rakya Mesir bersatu dalam satu wadah untuk menghadapi aksi teror hitam sampai itu dihapuskan,” ujar Paus tersebut di dalam pernyataan setelah kedua pemboman tersebut.

Umat muslim sumbangkan darahnya untuk korban serangan bom di Tanta, Mesir, 9/4/2017 (@desertrose4e)

Universitas Al-Azhar, yang berpusat di Kairo dan merupakan lembaga pengajaran Islam tertinggi di Mesir serta Dunia Muslim Sunni, mencap ledakan itu sebagai kejahatan mengerikan terhadap semua warga Mesir.

Pada Minggu, Kementerian Luar Negeri Mesir dengan keras mengutuk kedua ledakan di Mesir tersebut, kata Press TV.

“Perbuatan jahat semacam itu direncanakan dan dilakukan guna menghasut pergolakan sektarian dan menciptakan ketakutan serta perpecahan di kalangan pengikut agama langit,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qasemi.

Di Uni Emirat Arab, Menteri Urusan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Sheikh Abdullah bin Zayed An-Nahyan dengan keras juga mengutuk serangan teror tersebut. Ia mengatakan negara Arab itu “mendukung negara bersaudara tersebut dalam menghadapi aksi kejam dan jahat ini”.

Raja Jordania Abdullah II dan Presiden Lebanon Michel Aoun mengirim pesan kepada As-Sisi untuk mengutuk serangan itu dan menyampaikan solidaritas negara mereka kepada Mesir.

Antara/Xinhua-OANA

https://web.facebook.com/JakartaGreater
 Posted by at 11:14 am

  20 Responses to “Serangan Maut, Mesir Berlakukan Keadaan Darurat”

  1. Mari kita jaga kerukunan bangsa Indonesia.
    Jaga Bhinneka Tunggal Ika.
    Perkuat semangat peraudaraan dan toleransi.

    Jayalah Indonesia.

  2. 1-Yg jelas kenapa mesir selalu ribut … cek peta krn berbatasan dengan sebelah timur atas
    krn dikawatirkan mengancam keamananya dan juga dianggap yg sup tepi gaza
    karena itu ada yg ngak suka mesir damai dan maju

  3. Biasanya ada yang koment “ini pasti ulah mamarika dan wahyudi” 😀

  4. test

  5. prihatin

  6. wuedan mau di benturkan 2 kelompok agama di mesir

  7. Kerjaannya ISIS dan Mossad

  8. Gak habis2nya proxy didunia Arab dan Afrika, mirip2 dsn jg. Dpt untung berapa sih aktor dalang dibalik ini semua?

  9. … 🙁

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)