Agu 222017
 

Kabul Military Training Center Exercise (NATO Training Mission-Afghanistan)

Kabul – Sebuah rudal menghantam kawasan pusat pemerintahan dan diplomatik kota Kabul, Afghanistan, pada Senin malam  21/8/2017 waktu setempat, namun hingga kini belum ada keterangan adanya korban nyawa.

Pihak kepolisian mengatakan rudal itu meledak di sebuah jalan di depan istana kepresidenan yang dekat dengan gedung-gedung pemerintahan lain, sejumlah kedutaan asing, dan juga markas pusat koalisi militer internasional, dirilis Antara, 22/8/2017.

Sesaat sebelum insiden itu terjadi, terdengar suara pengumuman dari pengeras suara yang sering digunakan oleh kedutaan Amerika Serikat untuk memperingatkan adanya serangan rudal dalam waktu dekat.

Hingga kini belum ada kelompok bersenjata yang mengaku bertanggung jawab. Namun demikian, kelompok bersenjata Taliban dan ISIS pada akhir-akhir ini semakin meningkatkan intensitas operasi serangan mereka di ibu kota Afghanistan.

Kabul kini menjadi kota paling berbahaya bagi warga sipil pada tahun ini.

Serangan rudal pada Senin terjadi hanya beberapa jam sebelum Presiden Amerika Serikat membacakan pidato yang menjelaskan masa depan kehadiran militer negaranya di Afghanistan.

Dalam pidato itu Trump membuka pintu bagi penambahan tentara Amerika Serikat di Afghanistan tanpa menjelaskan untuk berapa lama Washington akan terlibat dalam perang di negara tersebut.

Amarika Serikat saat ini khawatir Taliban akan kembali berkuasa di Afghanistan dan membuat negara tersebut menjadi suaka bagi kelompok-kelompok ekstrimis, seperti Al Qaeda dan ISIS, yang berpotensi merencanakan serangan seperti yang terjadi di New York dan Washington pada 11 September 2001.

Sebelumnya, sejumlah komandan militer Amerika Serikat telah meminta penambahan ribuan tentara untuk membantu pelatihan dan mendukung pasukan keamanan Afghanistan yang kini kesulitan menghadapi pemberontakan gerilya kelompok Taliban dan ISIS.

  2 Responses to “Serangan Rudal Hantam Kota Kabul, Afghanistan”

  1.  

    akhirnya

    PERTAMAX
    thanks doanya mami papi

  2.  

    saya kok gak yakin (bukan agak lagi) dengan perkataan trump, bahwa dengan menambah pasukan amerika akan menang. menurut saya perang ini kan menjadi versi yang lebih panjang dan lebih buruk dari pada masa perang parit (trench war) zaman pd 1.