Serangan Udara AS Hantam Pangkalan Angkatan Darat Afghanistan

Pasukan Amerika Serikat yang ditugaskan di Afghanistan.

JakartaGreater.com – Untuk kedua kali dalam beberapa hari terakhir, pangkalan Angkatan Darat Afghanistan dihancurkan dan disapu-bersih pada hari Rabu, tetapi kali ini dalam serangan udara Amerika yang setelah baku tembak antara Afghanistan dan Amerika, kata pejabat Afghanistan seperti dilansir dari laman New York Times.

Seorang pejabat lokal Afghanistan mengatakan 6 tentara tewas dan 9 lainnya luka parah, dari 17 tentara yang berada di pangkalan tersebut. Qais Mangal, juru bicara Kementerian Pertahanan Afghanistan, membenarkan bahwa serangan udara itu terjadi setelah unit Afghanistan lain menyerang konvoi gabungan Pasukan Khusus Afghanistan dan pasukan Amerika. Yang menyebabkan korban tewas di 5 tentara, sementara 10 lagi terluka.

Seorang juru bicara militer Amerika mengatakan personil yang ada dipos Angkatan Darat Afghanistan, yang dia sebut sebagai “pos pemeriksaan”, telah menembaki konvoi terlebih dahulu.

“Kejadian ini adalah contoh kabut perang”, kata Sertu Debra Richardson. “AS melakukan serangan udara pertahanan diri yang presisi pada orang-orang yang menembaki pasukan Afghanistan-AS yang bermitra”, tambahnya.

An Afghan Army vehicle patrolling the Tirin Kot district of Uruzgan Province in 2016.

Juru bicara Kementerian Pertahanan mengatakan satu komando Afghanistan telah terluka. Tidak ada laporan tentang korban dari pihak Amerika, dan terlebih lagi militer AS jarang memberikan rincian tentang prajuritnya yang terluka.

Di Afghanistan barat pada hari Senin, serangan Taliban telah melenyapkan kompi tentara Afghanistan di pangkalan mereka di Provinsi Badghis, membunuh atau menangkap lebih dari 50 tentara. Para analis mengatakan bahwa kecenderungan pasukan Afghanistan untuk tetap tinggal di markas yang dibentengi daripada melakukan serangan pun telah merusak efektivitas mereka dan menyebabkan tingkat korban yang sangat tinggi.

Serangan udara pada hari Rabu terjadi ketika tentara Amerika berpatroli di pinggiran kota Tirin Kot, ibukota Provinsi Uruzgan selatan, dekat markas Tentara Nasional Afghanistan, menurut Mohammed Karim Karimi, wakil kepala dewan provinsi Uruzgan.

“Ada kesalahpahaman antara kedua belah pihak”, kata Mr Karimi, menambahkan bahwa dalam kegelapan daerah itu kedua pasukan mengira bahwa mereka saat itu sedang terlibat dengan Taliban.

Pemberontak sering mencuri kendaraan dan seragam militer Afghanistan dan Amerika untuk melancarkan serangan mendadak mereka.

Markas Kepolisan Daerah Kandahar, Afghanistan selatan mengepulkan asap setelah mendapatkan serangan dari milisi © National Interest

“Pasukan Afghanistan dan AS berusaha untuk memperbaiki situasi ini, tetapi dalam kabut perang mereka terus ditembaki”, kata Sersan Richardson. “Kami beroperasi di lingkungan yang kompleks, termasuk warga Afghanistan, di mana serangan datang dari para pejuang yang tidak mengenakan seragam mereka”.

Dua tentara Afghanistan yang melarikan diri dari pertempuran tampaknya tidak terluka, kata Karimi, tetapi 9 tentara yang terluka saat ini berada dalam kondisi kritis.

“Itu adalah pertempuran karena kesalah-pahaman di antara mereka”, kata Mangal, juru bicara Kementerian Pertahanan. “Pos terdepan Tentara Afghanistan melepaskan tembakan terlebih dulu ke unit pasukan Afghanistan-AS yang menuju kesana”.

Tinggalkan komentar