Jul 262017
 

Dok. Serangan pesawat di Suriah (skynews.com.au)

Beirut  – Serangan-serangan udara membunuh sedikitnya 9 orang di kawasan Ghouta Timur dekat Damaskus pada Senin 24 Juli 2017 malam dan gempuran pada Selasa 25 Juli 2017 dari kawasan yang dikuasai pemberontak dekat kedutaan besar Rusia, sebuah pemantau perang melaporkan.

Pertempuran itu mengganggu gencatan senjata yang didukung Rusia di kawasan itu. Militer Suriah menyatakan penghentian permusuhan pada Sabtu 22 Juli 2017.

Rusia, Sekutu Militer Presiden Bashar al-Assad, mengatakan pihaknya sudah mengerahkan Polisi Militer di Ghouta Timur pada Senin 24 Juli 2017 untuk berusaha memberlakukan zone de-eskalasi yang dikatakannya sudah disepakati dengan oposisi Suriah di sana.

Observatorium Suriah bagi HAM mengatakan kematian akibat serangan-serangan udara itu di kota Arbin, Ghouta Timur, menandai korban-korban meninggal di pihak sipil sejak gencatan senjata diberlakukan.

Serangan-serangan Udara lagi menyerang kawasan itu Selasa 25 Juli 2017  pagi, mencederai 4 orang, kata Observatorium.

Gempuran dekat kedutaan Rusia itu menunjukkan untuk pertama kali para pemberontak sudah menghantam kawasan-kawasan yang dikuasai Pemerintah di bagian tengah Damaskus sejak gencatan senjata dimulai.

Observatorium menyatakan serangan-serangan udara Senin malam melukai 30 orang. Pertahanan Sipil bagi kawasan pedesaan Damaskus, sebuah layanan pertolongan yang beroperasi di kawasan itu, mengatakan mereka yang meninggal termasuk 5 anak-anak dan 2 wanita.

Dalam suatu pernyataan di halaman Facebook-nya, lembaga itu menyebutkan jumlah orang luka-luka dan hilang sebanyak 50 orang. Serangan-serangan Udara terjadi pada pukul 23.00 waktu setempat, ujarnya.

Belum ada komentar dari Tentara Suriah mengenai laporan tersebut dan tidak ada laporan tentang serangan-serangan Udara oleh Media Negara.

Para saksi mata mengatakan 3 serangan Mortir jatuh di wilayah tempat kedutaan besar Rusia berlokasi di bagian Timur Laut Damaskus. Tak ada laporan mengenai jatuhnya korban.

Militer Suriah, dengan dukungan Tentara dari Rusia dan Iran, sudah mengakibatkan serangkaian kekalahan di pihak oposisi di sekitar ibu kota tahun lalu, menguasai kembali kawasan-kawasan termasuk Daraya dan Moadamiya, dilansir Antara/Reuters, 25-7-2017.

Bagikan:

  One Response to “Serangan Udara dan Gempuran, Ganggu Genjatan Senjata di Suriah”

  1.  

    semoga indonesia selalu damai, jangan sampai seperti timur tengah

 Leave a Reply