Serbia Beli Pansir Rusia, AS Ancam dengan Sanksi

Pantsir Rusia. (@ Russian Defense Ministry)

JakartaGreater.com – Rusia akan memberikan Serbia dengan sistem rudal anti-pesawat canggih Pansyr-S. Amerika Serikat memperingatkan bahwa jika transaksi tersebut dilakukan terhadap negara Balkan, sanksi dapat dijatuhkan, lansir Defense24.

Kantor berita Rusia TASS menyatakan pada hari Rabu bahwa sesuai dengan kontrak, sistem Pansir-S akan dikirim ke Serbia dalam beberapa bulan mendatang.

Utusan Khusus AS untuk Balkan Barat, Matthew Palmer, memperingatkan kepada Serbia pekan lalu bahwa pasokan senjata Rusia berisiko terkena sanksi AS. “Saya berharap bahwa mitra Serbia kami akan bertindak dengan hati-hati dalam semua transaksi seperti itu” kata Palmer dalam sebuah wawancara dengan televisi Makedonia Alsat M.

Serbia tetap menjadi sekutu kunci Rusia meskipun ingin bergabung dengan Uni Eropa. Beograd memilih untuk tetap di luar NATO dan menolak untuk mendukung sanksi AS terhadap Rusia sehubungan dengan konflik di Ukraina timur. Rusia membantu Serbia dengan menyediakannya pesawat tempur, helikopter tempur, dan tank. Selama konflik berdarah di wilayah bekas Yugoslavia pada tahun 1990, Serbia berperang dengan tetangganya – Kroasia, Bosnia dan Kosovo.

Presiden Serbia Aleksandar Vucc mengatakan dalam sebuah wawancara televisi negara pada hari Selasa bahwa Serbia membeli senjata defensif dari Rusia, tetapi ingin menghindari sanksi AS atau “konfrontasi dengan Amerika.”

Pansir (NATO memberi kode : SA-26 “Greyhound”) adalah sistem rudal dan artileri anti-pesawat jarak pendek. Hal ini dimaksudkan terutama untuk menghancurkan target terbang rendah seperti pesawat tempur, helikopter serbu, dan rudal. Pansir dapat ditempatkan pada kendaraan truk beroda 8×8 atau kendaraan lapis baja (GM-352). Pantsir dipersenjatai dua peluncur roket dengan jangkauan hingga 18-20 km dan ketinggian maksimum 15 km, serta dua meriam anti-pesawat kaliber 30 mm.

9 pemikiran pada “Serbia Beli Pansir Rusia, AS Ancam dengan Sanksi”

Tinggalkan komentar