Nov 022019
 

s-400. (@ Ministry of Defence of the Russian Federation)

Belgrade, Jakartagreater.com – Pemerintah Serbia sedang mempertimbangkan pembelian sistem pertahanan Rudal Rusia S-400 melalui pinjaman jangka panjang, ujar Harian Vecherne Novosti menginformasikan pada hari Jumat, 1-10-2019 mengutip sumber-sumbernya sendiri, dirilis TASS.

“Kepemimpinan militer dan negara Serbia terkesan dengan efisiensi sistem S-400 (selama latihan baru-baru ini” Slavic Shield-2019 “dengan partisipasi militer Rusia). Dalam beberapa bulan mendatang, mereka mungkin mengadakan pembicaraan dengan Moskow mengenai perolehan pinjaman jangka panjang untuk pembelian sistem pertahanan Rudal ini, “tulis surat kabar itu.

Harian itu mengingatkan bahwa sekelompok perwira militer Serbia telah menyelesaikan latihan bersama dengan Rusia menggunakan sistem Rudal permukaan-ke-udara S-400.

Latihan Slavic Shield-2019 Rusia-Serbia diadakan untuk pertama kalinya dan terdiri dari dua tahap. Tahap pertama berlangsung pada bulan September 2019 di pusat pelatihan tempur Angkatan Udara Rusia di Wilayah Astrakhan selatan.

Tahap kedua melibatkan tim-tim dari sistem pertahanan udara S-400 dan peluncur Rudal / senjata anti-pesawat Pantsyr-S dari Angkatan Udara Rusia, dan juga sistem Rudal darat-ke-udara Neva-M1T dan Kub-M dari Angkatan Udara Serbia dan Pasukan Pertahanan Udara.

Latihan Slavic Shield-2019 mempraktikkan masalah interoperabilitas pasukan pertahanan udara dari kedua negara. Triumf S-400 Rusia (nama pelaporan NATO: SA-21 Growler) adalah sistem Rudal darat-ke-udara jarak jauh dan menengah terbaru yang mulai beroperasi pada tahun 2007.

Rusia dirancang untuk menghancurkan Rudal pesawat, pesiar dan balistik, dan juga dapat digunakan terhadap instalasi ground. S-400 dapat melibatkan target pada jarak hingga 400 km dan pada ketinggian hingga 30 km di bawah tembakan musuh yang intensif dan gangguan.

  3 Responses to “Serbia Pertimbangkan Beli S-400 dengan Pinjaman Jangka Panjang”

  1.  

    Laris laris patriotpun semakin merana

  2.  

    dah deh jgn di pertimbangkan lagi.
    saya aja pengin kog.
    cm kita ga ada power politik buat ngadain s400 ini.

  3.  

    Seandainya Indonesia adalah negara yang kuat ekonomi dan politiknya pasti mampu membeli sistem s400 macam begini, nggak ngaruh meski pun mbah amir marah-marah