Des 192018
 

Yugoimport ungkap desain MLRS 267/122 mm baru © Army Recognition

JakartaGreater.com – Perusahaan Pertahanan Negara Serbia, Yugoimport memperkenalkan sistem peluncur roket multi-kaliber 267/122 mm baru di EDEX 2018, pameran pertahanan Mesir pertama yang diadakan dari 3-5 Desember 2018. Sistem artileri baru didasarkan pada sasis truk militer 8×8 Kamaz 6560.

Menurut Army Recognition, Sistem Peluncur Roket Multi-Kaliber (MLRS) 122 mm/267 mm baru itu dirancang untuk menjadi sistem artileri modular berkat penggunaan pod roket yang dapat menembakkan artileri roket 267 mm dan juga artileri roket 122 mm. Kendaraan MLRS memiliki berat sekitar 35 ton.

Desain kendaraan ini mirip dengan RM-70 buatan Republik Ceko yang terdiri dari versi dari truk militer lapis baja KAMAZ 8×8 yang dilengkapi dengan dua pod peluncur untuk 25 roket kaliber 122 mm, yakni varian berat dari MLR 122 mm BM-21 Grad Rusia di bagian belakang lambung dan dua paket tambahan 25 roket 122 mm dibelakang kabin untuk pengisian ulang dengan cepat.

Sistem peluncur roket multi laras BM-21 Grad buatan Rusia © Russian MoD

Dua pod roket 122 mm bisa diganti dengan rangkaian enam tabung peluncur roket 267 mm. Ini memiliki jangkauan tembak maksimum 40 km dengan roket 122 mm dan 70 km dengan roket 267 mm. Roket dapat diluncurkan dalam mode peluncuran tunggal atau salvo dengan interval 0,8 hingga 4 detik.

Keunggulan utama dari MLRS 267/122 mm baru ini adalah kemampuan reload yang cepat, perlindungan lapis baja lengkap untuk para kru dari tembakan senjata ringan dan serpihan amunisi serta mobilitas lintas alam yang jauh lebih baik. Waktu penyebaran dan selesai dari operasional adalah 90 detik.

Pod peluncur dipasang pada pijakan putar yang memiliki lintasan 110° dan elevasi dari 3° hingga 60°. Kabin awak menampung tiga personel militer. Semua operasi penembakannya dioperasikan dari dalam kabin, tetapi peluncuran juga dapat dioperasikan dari jarak jauh oleh satu tentara dengan remote kontrol yang terhubung ke kendaraan.

Perlengkapan standar dari sistem peluncur roket multi-kaliber 122/267 mm termasuk sistem kendali tembak, INS (Sistem Navigasi Inersia) dan GPS (Global Positioning System). Dalam posisi menembak, dua dongkrak hidrolik diturunkan ke tanah di setiap sisi sasis truk untuk menyediakan platform tembak yang lebih stabil.