JakartaGreater.com - Forum Militer
Jul 282016
 

Jenazah Serda Muhammad Ilman, anggota Intelrem 132/Tadulako Satgas Intelijen Tinombala Poso, dipulangkan ke kampung halaman di Jalan Rumbia RT 001 RW 002, Kelurahan Biraeng Kecamatan Misten, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan pada rabu petang (27/7).

Jenazah yang diberangkatkan langsung dari Bandara Palu menggunakan pesawat Lion Air Nopen JT-81 itu, diperkirakan tiba di Bandara Internasional Hasanuddin Makassar pukul 20.15 Wita. Kemudian dilanjutkan ke kampung halamannya di Kabupaten Pangkep.

Jenazah Serda Muhammad Ilman dimakamkan siang ini (28/7/2016)

Jenazah Serda Muhammad Ilman dimakamkan siang ini (28/7/2016) (foto: liputan6.com/Eka Hakim)

“Jenazah almarhum diterbangkan hari ini langsung dari Bandara Palu menuju Makassar, yang dikawal langsung oleh Kolonel Inf Muhammad Saleh Mustafa selaku Danrem 132/Todulako,” kata rekan almarhum yang enggan menyebutkan namanya kepada Liputan6.com (27/7).

Setibanya di Palu, Sulawesi Tengah, Jenazah anggota intelijen Korem 132 Tadulako ini langsung disemayamkan di aula Brigif 22 Ota Manasa, Batalyon Infateri 711 Raksatama Palu sekitar pukul 22.30 WITA.

Peti mati berisi jenazah Sersan Dua Muhammad Ilman disambut oleh komandan Korem 132 Tadulako, beberapa perwira TNI, perwira Polda Sulteng serta sejumlah anggota TNI. Beberapa kerabat serta keluarga juga tampak dalam penyambutan ini.

Pihak keluarga dan kerabat ini langsung menggelar pengajian di tempat jenazah disemayamkan. Rencananya, jenazah akan diterbangkan ke Makassar untuk dimakamkan di kampung orang tuanya di Kelurahan Biraeng, Kecamatan Minasa Te’ne Kabupaten Pangkajene Kepualauan, Sulawesi Selatan Kamis (28/7) pagi.

Menurut Juru bicara Komando Daerah Militer VII Wirabuana, Letnan Kolonel Alamsyah, Serda Muhamad Ilman akan dimakamkan melalui prosesi militer di pemakaman Biraeng, Kecamatan Minate’ne, Kabupaten Pangkep, siang ini (28/7). “Kami berduka atas insiden yang menimpa almarhum,” ujar alamsyah.

Kedua orang tua Serda Muhammad Ilman tidak menyangka jika anak mereka tewas di tangan rekan satu tim dalam operasi tinombala.

Kedua orang tua Serda Muhammad Ilman tidak menyangka jika anak mereka tewas di tangan rekan satu tim dalam operasi tinombala.

Muhamad Ilman lahir di Pangkajene, 13 Februari 1992. Dia adalah anak ke 2 dari 4 bersaudara. Sehari-hari Ilman bertugas sebagai anggota Intelrem 132/Tadulako, Palu dengan NRP 21130100250292.

Serda Ilman tewas dalam Operasi Tinambala di Desa Towu, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Rabu 27 Juli 2016 sekitar pukul 12.30 Wita.

Kejadian berawal saat lima anggota intel Satgas Tinombala bersama dua warga, yang dipimpin Kapten Inf Khalef, naik menuju goa yang berada di belakang kampung Desa Towu melalui tangga Tower XL Towu di Jalan Trans Sulawesi.

Berdasarkan informasi, penembakan itu berawal saat anggota Satgas 1 Intelijen Tinombala tengah menelusuri soal informasi adanya lokasi penimbunan senjata di Desa Towu di Poso. Sementara, anggota satuan Brimob yang juga tergabung dalam satgas Tinombala memantau pergerakan anggota Satgas 1 Intelijen itu.

Namun, anggota Brimob itu tidak mengetahui jika yang dilihatnya dan dipantaunya merupakan anggota Satgas 1 Intelijen, yang tengah mendalami informasi soal penimbunan senjata. Sehingga melepaskan tembakan ke arah mereka. (marksman/ sumber  : liputan6.com, dan tempo.co)

Bagikan:

  8 Responses to “Serda Muhammad Ilman Dimakamkan Siang ini di Biraeng, Sulsel”

  1.  

    Inna Lillahi Wa InaIlaihi Rajiun..

  2.  

    brimob nya maen tembak aja sih…tdk di cek dl..bgmn klo tni bales dendam kan bisa repot negara….jd aparat hrs lbh hati2

  3.  

    Semoga di Trima amal ibadahnya, d ampuni dosa”nya dan keberhasilan buat rekan”nya yg mlanjutkan oprasi dsna.
    Nb : buat brimob jgn sok jaguh npa…..

  4.  

    Pahlawan bangsa yang gugur dalam tugas.
    Terima kasih atas pengabdiannya selama ini.

  5.  

    Innalillahiwainnaillahirojiun

    Semoga alm.diampuni dosanya & diterima amal ibadahnya, serta mendapat tmpt yg layak disisiNYA…

    Aamiin

  6.  

    Namanya saja di Medan konflik,friendly fire kadang jg terjadi. Negara adidaya pun walau dibekali peralatan canggih jg masih terjadi friendly fire,apalagi yg pake manual…eh tradisional.

  7.  

    Sangat disayangkan…Turut berduka cita untuk keluarga…

 Leave a Reply