Oct 082015
 
Serma Heru Subakti membagikan air bersih kepada warga

Serma Heru Subakti membagikan air bersih kepada warga

Meski hanya memiliki satu tangan, Sersan Mayor Heru Subakti tetap disiplin menjalankan tugasnya di Koramil Kecamatan Ngoro, Jombang, Jawa Timur. Tangan kiri bapak dua anak ini putus karena mengalami kecelakaan saat menjalankan tugas di Kodam Bukit Barisan pada tahun 1998. Serma Heru menceritakan, saat menjalankan tugas mengemudi sebuah kendaraan milik kesatuannya, tanpa diduga mobil yang ia kemudikan bertabrakan dengan kendaraan lain hingga ia mengalami luka-luka dan tangannya putus.

Meski hanya memiliki satu tangan, warga Desa Pulorejo, Kecamatan Ngoro, Jombang ini tetap bersemangat menjalankan tugasnya baik sebagai kepala rumah tangga maupun prajurit. Setiap pagi atau sebelum berangkat ke kantor, suami dari Nurhayati ini rutin pergi ke sawah meneruskan pekerjaan yang diwariskan kedua orangtuanya sebagai petani.

Setelah selesai, barulah Serma Heru mempersiapkan diri berangkat ke Kantor Koramil dengan mengenakan seragam dinasnya. Prajurit yang beberapa kali menjadi juara dalam lomba menembak di Pusat Pendidikan Zeni Bogor ini mengakui, kondisi tangannya yang tinggal sebelah membuat pangkatnya kini tidak pernah bisa naik.

Seharusnya, saat ini pangkatnya sudah menjadi Pembantu Letnan Satu. Namun, karena hanya memiliki satu tangan, sampai kini pangkatnya tetap Sersan Mayor. Namun, Serma Heru tak pernah mengeluhkan kondisinya tersebut. Dia tetap rutin menjalankan tugasnya seperti biasa, di kantor maupun di lapangan seperti membagi-bagikan air bersih ke desa-desa terpencil seperti ini. Dengan cara ini, Serma Heru merasa seolah bisa lupa dengan kekurangannya, sehingga tidak larut dalam kesedihan karena tetap bisa mengabdikan dirinya untuk masyarakat, bangsa, dan negara.

Bagikan Artikel :
 Posted by on October 8, 2015

  15 Responses to “Serma Heru Subakti, Tetap Semangat Walau Memiliki Satu Tangan”

  1. semangat pagi……………..
    lanjotken……….

  2. Tetep semangat..

  3. Ku tetap hormat

  4. Pak Jendral..toloong ada anak buah yg perlu diperhatikan dan dibantu..

  5. ass.wr.wb.
    Tetap semangat. 😀

  6. Pengabdian yang tak henti kepada rakyat!!

  7. di negara lain jangankan tentara yg tangan cacat gara2 perang, anak skateboard atau bmx yg cacat gara2 hal konyol pun masih bisa pake tangan cyborg canggih yang terhubung dengan otot dan otak si pemilik jadi sangat mirip dengan tangan aslinya.

    lah ini?? nasip di negeri tertinggal kadang bikin miris..
    yang heran, apa ga ada upaya dari pemerintah? kalopun ga bisa buat , minimal masih bisa beli. apalah arti 5 milyar untuk 1 tangan cyborg plus biaya pemasangan untuk pahlawan bangsa satu ini?

    tertinggal teknologi tapi tertinggal juga rasa kepedulian dan penghargaan pada jasa pahlawan. poor my country 🙁

  8. keterbatasan fisik tidak jadi penghalang untuk mengabdi bagi bangsa ini….

  9. Salute..pak jenderal mohon dibantu..kan sdh ada teknologi tangan bionik klu tdk salah..jadi ingat laksamana danjou komandan legionaire perancis..yg memimpin pasukannya dg satu lengan juga

  10. @admin, diulas dong perjuangan Letda Agus Hernoto cs ( PGT, RPKAD, PELOPOR, dll ) waktu “one way ticket ops” Trikora… Beliau kan udah ditembak kaki dan punggung tetap ngeyel sembunyi gak mau nyerah sampai ditemukan musuh sekarat plus kakinya busuk dan berulat hingga harus diamputasi dua-duanya…

  11. sebaiknya TNI yang mengalami cacat dalam menjalankan tugas mendapatkan kenaikan pangkat satu tingkat

  12. kenapa kok gak bisa naik pangkat…ada yang bisa jelasin gak….

  13. Nanti dikira terminator….

 Leave a Reply