Sabtu, Februari 16, 2019
Beranda Militer Indonesia Serpihan Pesawat Tanpa Awak di Nusakambangan

Serpihan Pesawat Tanpa Awak di Nusakambangan

52
101

Serpihan pesawat tanpa awak ditemukan di Nusakambangan

Ilustrasi–Pesawat latih tanpa awak Wulung PA 9 (ANTARA FOTO/Fanny Octavianus)

Cilacap (ANTARA News) – Serpihan pesawat latih tanpa awak diduga milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) ditemukan di perairan Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

“Serpihan pesawat latih tanpa awak berupa potongan ekor pesawat dan bagian sayap itu ditemukan dua orang nelayan, Andi Siseno (30) dan Reza Kurniawan Ndendeng (24) pada hari Senin (28/4),” kata Kepala Kepolisian Resor Cilacap Ajun Komisaris Besar Polisi Andry Triaspoetra didampingi Kepala Subbagian Humas Ajun Komisaris Polisi Siti Khayati, di Cilacap, Selasa.

Saat itu, kata dia, kedua nelayan tersebut sedang mencari ikan dengan menggunakan perahu di perairan Selok Pipa, Pulau Nusakambangan.

Tiba-tiba, mereka menemukan serpihan pesawat berupa potongan ekor dan bagian sayap yang terbuat dari fiber.

Menurut dia, serpihan pesawat tersebut selanjutnya diserahkan ke Satuan Polisi Air Polres Cilacap untuk diamankan.

Terkait dugaan pesawat tersebut milik BPPT, dia mengatakan hal itu terkait laporan dari Direktur Pusat Teknologi Industri Pertahanan dan Keamanan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Dr. Ir. Samudro, M.Eng., pada hari Minggu (27/4), pukul 19.30 WIB.

“Pelapor yang beralamat di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek) Serpong, Tangerang, Banten, melaporkan peristiwa berupa kecelakaan udara yang terjadi pada hari Minggu (27/4), sekitar pukul 14.56 WIB,” katanya.

Menurut dia, peristiwa tersebut bermula dari uji pesawat latih tanpa awak Wulung PA 9 yang dilakukan BPPT bersama Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertahanan di Bandar Udara Nusawiru, Cijulang, Pangandaran, Jawa Barat.

Dalam hal ini, kata dia, pesawat tersebut melakukan uji terbang arah 125 derajat menuju arah 148 derajat pada pukul 17.15 WIB.

Akan tetapi ketika hendak kembali ke arah semula di Bandara Nusawiru, lanjut dia, pesawat mengalami gangguan dan jatuh di koordinat 108,44 derajat bujur timur dan 7,56 derajat lintang selatan.

“Kemudian pelapor melaporkan kejadian tersebut ke Satpol Air Polres Ciamis untuk permintaan bantuan SAR (Search and Rescue). Hingga akhirnya, serpihan pesawat tanpa awak itu ditemukan di perairan Nusakambangan oleh nelayan dan saat ini telah diamankan di Satpol Air Polres Cilacap,” katanya.(http://www.antaranews.com)

52 KOMENTAR

        • Biarkan saja Bung Dewa ndak masalah kok, itukan menurut pendapat mereka-mereka aja. yang jelas para ahli strategi TNI itu lebih tau tentang apa yang dibutuhkan menghadapi segala macam ancaman buat kita daripada pola pikir mereka-mereka yang hanya fansboy militer biasa.

          cluenya begini, kenapa panglima TNI sampai-sampai ingin memberikan gelar jenderal besar kepada Pak SBY atas jasanya dalam penguatan alutsista, tetapi Pak SBY menolak.

          pastinya kalo nyang dibeli cuma sekedar upgrade F. 16 hibah, TA. 50 I, Leo, Astross, changbogo dll seperti yang banyak dipublish media, apa iya TNI sampai bela-belain ingin memberikan gelar jenderal besar? nyang bener aja ah…. pastinya ada dong alutsista gahar yang disembunyiin. hehehe… :mrgreen:

        • tidak semua bung Dewa, biarin aja… makanya banyak senior2 mereka yg kabur karena ulah mereka. Tapi ada beberapa yg saya kalau ketemu akan sungkem kepada mereka.

          rata2 masyarakat di warung sebelah itu lupa akan makna yg tertuang di dalam Pasal 30 UUD-1945. saya juga bingung, ideologi mereka sebenarnya apa ya… Tapi biarkan aja, disini warung bung Diego ini sudah jelas ideologinya dan mari kita jaga Makna Pasal 30 UUD 1945 sebagai warga negara Indonesia.

        • @PS : benar bung,saya sependapat dengan anda mengenai pemberian gelar jendral besar thd pak SBY..itu merupakan salah satu clue,tetapui banyak dari kita tidak menyadarinya..tidak mungkin sekonyong2 TNI memberikan gelar tersebut hanya karena beliau presiden RI/purnawirawan TNI..

          @Jalo : iya, ada beberapa nama2 senior yang saya sering lihat artikel/tritnya meskipun saya hanya SR..begitu beliau2 jarang nongol dan ternyata malah nimbrung di warung lain,keheranan saya lama2 sedikit terjawab..intinya secara pribadi penguatan alutsista TNI dan kebangkitan kemandirian bangsa ini sangat dinantikan,meskipun sumbangsih yang diberikan kepada negara ini belum ada apa2nya dari saya.,. πŸ™‚

          salam sungkem

        • Itulah kenapa sayamau sungkem ke mereka, ada beberapa dari mereka yg ikut di Formil Internasional. Kebetulan saya juga ikut (sebagai SR karena gak jago bahasa inggris) dan saya salut dengan kebanggaan mereka memposting teknologi2 kita meski kenyataannya teknologi kita tertinggal. tapi itulah kebanggan dan saya rasa masuk dalam Pasal 30 UUD-1945 tentang bela negara.

          Waktu itu di formil, ada salah seorang anggota Formil dari Amerika Serikat memposting tentang F-35 dan dia dicela2 anggota formil negara lain karena menurut mereka F-35 produk gagal. Tapi beberapa anggota formil dari Amerika tetap bangga meski mereka tahu F-35 sudah banyak menguras anggaran negara dan menjadi salah satu faktor kebangkrutan negara mereka.

          Nah kalau masyarakat heboh di sebelah silahkan anda cerna sendiri. Kalau menurut saya Formil juga perlu ideologi dan juga kalau mau kritik silahkan disini kita juga mengkritik. Kalau saya lihat disebelah kebanyakan kritik tapi tanpa solusi. Kebetulan saya juga ikut disebelah, tapi keikutsertaan saya sebenarnya mau berbagi ilmu atau belajar dengan beberapa orang yg saya salut itu seperti Mr. garand, Tante Audrey, dll. :mrgreen:

    • Ayo warjag tetap semangat dan mari kita berdoa semangat pengembangan kedepan makin lebih baik lagi.

      Saya kasih info sedikit, kebetulan baru dapat infonya. Teman2 tahu Ricky Elson salah satu anak bangsa yg membanggakan?? Si pembuat mobil listrik dan turbin angin yg dikejar2 Jepang. Nah saya baru dapat info kali ini dia buat sesuatu yg wah lagi, yaitu motor listrik yg bisa dipakai untuk UAV…. tunggu infonya besok di media2, :mrgreen:

  1. Alhamdulillah gagal. Saatnya kegagalan ini dijadikan sukses besar berikutnya. Dgn kecelakaan ini, tentu akan dianalisa kelemahan2nya. Kita ambil hikmahnya. Yg penting GIGIH, terus kembangkan…!!! Dan, tentu saja kita berharap ke depan harus jauh lbh canggih dan GAHAR. Semoga. Amin…

  2. Jgn putus asaya bppt,maju terus untuk republik Indonesia raya.minta dana riset yg memadai sama pemerinta,kalau pemerinta enggak kasih,bilang sama rakyat Indonesia, biar rakyat buat coin sumbangan untuk riset dan development untuk bppt, nkri harga mati, ini orang medan ,
    Assalamualaikum semuanya,

    Indonesia, mulai sekarang harus bangkit .

  3. JATUH ITU HAL YANG BIASA …YANG LUAR BIASA ADALAH BANGUN DARI KEJATUHAN…..MARI BUKTIKAN INDONESIA BISA BANGUN….ga papa duit habis untuk kemandirian dari pada habis dikorupsi….buat lagi jatuh buat lagi rosak ga papa buat terusss .kalau perlu ga rusakpun publikasikan rusak biar pemerintah tambah pendanaannya..rakyat mendukung..kami setia menunggu masa untuk kemandirian

  4. @Bung Jalo ! tolong disampaikan kepada jajaran pimpinan negara kita ( juga kepada kalangan swasta ) baik lewat media ini atau media lain untuk memperhatikan pemuda-pemudi berprestasi agar mereka lebih berprestasi lagi dan mempunyai kebanggaan atas negara NKRI.

  5. alhamdulillah gagal, sehingga bisa diketahui kelemahan kelemahannya untuk lebih ditingkatkan lagi kemampuannya.. ayo semangat terus para peneliti kita.. ayo warga negarai indonesai mulailah kita sadar bayar pajak dan berusaha untuk mengurangi barang subsidi dari pemerintah demi kelanjutan dan kejayaan NKRI tercinta aminn…