Aug 192019
 

Jet tempur Rafale © A. Pecchi via Dassault Aviation

Kekuatan militer India akan mendapat tambahan tenaga baru dengan akan diterimanya jet tempur Rafale pada bulan September.

Ini akan menjadi peralatan militer mutakhir keempat yang diterima India, setelah sebelumnya diperkuat oleh helikopter angkut berat Chinook, helikopter serang Apache dan howitzer ultra-ringan M777 buatan BAE Systems, dilansir oleh Tribune India.

Diperkirakan jet tempur pertama akan tiba di minggu ketiga September. Namun, gelombang empat jet berikutnya akan datang ke India pada April-Mei 2020. Semua 36 pesawat tempur dijadwalkan akan tiba pada September 2022.

India memesan 36 jet tempur Rafale dari Perancis seharga 59.000 crore pada September 2016. Angkatan Udara India (IAF) membutuhkan jet Rafale sesegera mungkin karena saat ini hanya beroperasi dengan 32 skuadron dari seharusnya 42 skuadron.

Pada bulan Maret, IAF meluncurkan helikopter Chinook CH-47F, yang secara signifikan meningkatkan kemampuan logistik militer India, terutama di pegunungan. Dengan kapasitas muatan 11 ton atau 45 pasukan, Chinooks memberikan kemampuan angkut logistik dan pasukan yang sangat signifikan bagi militer India.

Chinooks, yang diproduksi oleh pesawat Boeing Aerospace, adalah helikopter buatan AS yang pertama kali diterbangkan oleh IAF dalam 40 tahun.

Pada bulan Juli, batch pertama dari empat helikopter serang Apache Boeing AH-64E tiba di pangkalan udara Hindon di Ghaziabad. Angkatan Udara kemungkinan akan melantik helikopter-helikopter ini pada akhir Agustus atau awal September. Apache adalah helikopter serang pertama AS yang akan dimiliki India.

 Posted by on August 19, 2019