Dec 192014
 
Panglima Armada Barat Mayjen Widodo

Panglima Armada Barat Mayjen Widodo

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo menyatakan kegeramannya lantaran sudah berkali-kali perintah untuk menenggelamkan kapal dikeluarkan, tetapi instruksi itu baru dilaksanakan. Panglima Armada Barat Mayor Jenderal TNI Widodo yang menjadi eksekutor dalam proses penenggelaman kapal itu berdalih bahwa TNI AL masih menunggu proses hukum terhadap kapal-kapal yang disita itu berkekuatan hukum tetap.

“Kami loyal kepada Presiden untuk melakukan apa pun harus kita kerjakan, hanya memang pelaksanaannya kita back up dengan hukum yang benar. Jadi betul-betul sudah inkracht sudah dirampas oleh negara, kemudian setelah dirampas kan terserah negara. Perintah Pak Presiden tenggelamkan, ya kita tenggelamkan,” ujar Widodo di Istana Negara, Kamis (18/12/2014).

Widodo mengakui saat ini memang baru ada tiga kapal yang sudah berkekuatan hukum tetap. Namun, dia memastikan bahwa pekan depan kapal-kapal yang akan ditenggelamkan lebih banyak lagi.

“Nanti minggu depan ada lagi, minggu depannya ada lagi, dan terus selalu ada. Kita tunggu saja,” ungkap Widodo.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyoroti kesiapan jajaran pemerintah dalam melakukan penegakan hukum terhadap mereka yang mencuri kekayaan di perairan Indonesia. Jokowi menyindir instruksinya untuk menenggelamkan kapal-kapal ilegal baru dilaksanakan setelah tiga kali diingatkan.

“Dua bulan lalu, saya perintahkan langsung, kapal-kapal yang masih berani masuk perairan kita dan melanggar, saya perintahkan saat itu langsung tenggelamkan! Tetapi, perintah itu sampai tiga kali, baru ada yang tenggelam,” sindir Jokowi di hadapan para gubernur dan bupati serta wali kota yang hadir di acara Musrenbangnas 2014 di Jakarta, Kamis (18/12/2014).

Jokowi mengaku heran kenapa perintahnya itu baru dituruti setelah tiga kali dia ingatkan. Padahal, lanjut Jokowi, perintah penenggelaman kapal itu seharusnya dilakukan secepat mungkin. “Harusnya satu kali sudah cukup, ya,” kata dia.

Jokowi kembali menyinggung soal kerugian Indonesia yang disebabkan dari praktik illegal fishing. Dia menyebutkan, setiap tahunnya, ada 5.000-6.000 kapal di perairan Indonesia. Sebanyak 90 persen di antaranya adalah kapal ilegal.

“Dalam satu tahun, kita rugi Rp 300 triliun. Ini bukan jumlah yang kecil!” kata Jokowi. (KOMPAS.com)

———————————————————————————————————————————————————————

7  Kapal Asing Pencuri Ikan Siap Ditenggelamkan

//images.detik.com/content/2014/12/18/4/nelayansedih4.jpg

Jakarta -Setelah berhasil menenggelamkan 3 kapal asing asal Vietnam di Laut Natuna, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan TNI Angkatan Laut (AL) siap kembali menenggelamkan 7 kapal asing lain.

Ketujuh kapal asing tersebut telah melalui proses peradilan, dan terbukti mencuri ikan di laut Indonesia.

“Di Pontianak ada 6 kapal (5 kapal Thailand dan 1 kapal Vietnam) plus di Batam 1. Sudah inkrah, dan P21 (siap eksekusi),” kata Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), KKP Asep Burhanudin, saat berdiskusi dengan media di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Kamis (18/12/2014).

Sementara itu, khusus untuk 8 kapal Tiongkok yang terbukti mencuri ikan di Laut Arafura, masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Proses hukum bagi 8 kapal masih dalam tahap pemberkasan.

“Yang di Ambon sedang pemberkasan. Pasal 69 berbunyi, kalau sudah jelas dengan bukti yang cukup bisa tenggelamkan,” katanya.

Menurut data KKP, Kapal Pengawas Perikanan (KP) Hiu Macan 001, menangkap 5 kapal perikanan Indonesia (KII) eks Thailand yang diawaki oleh 61 orang awak kapal berkewarganegaraan Thailand, di perairan Laut Natuna, Kepulauan Riau, pada 19 November 2014.

Kelima kapal tersebut diduga melanggar daerah penangkapan ikan (fishing ground), sebagaimana ditentukan dalam Surat Izin Penangkapan Ikan (SIKPI) dari KKP, dan penggunaan awak kapal berkewarganegaraan asing.

Adapun 5 kapal yang ditangkap yaitu KM. Laut Natuna 99/GT 101 (16 awak kapal), KM. Laut Natuna 30/GT 102 (11 awak kapal), KM. Laut Natuna 25/GT 103 (17 awak kapal), KM. Laut Natuna 24/GT 103 (8 awak kapal), dan KM. Laut Natuna 23/GT 101 (9 awak kapal).

Penangkapan 5 kapal tersebut dilakukan KP. Hiu Macan 001 saat melaksanakan operasi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan di perairan Natuna dan sekitarnya, yang mendapati beberapa kapal perikanan sedang melakukan penangkapan ikan.

Setelah dilakukan pemeriksaan, diperoleh dugaan awal bahwa kelima kapal tersebut melaksanakan kegiatan penangkapan ikan di luar daerah penangkapan (fishing ground) yang diizinkan, serta diawaki oleh warga negara asing. (detikFinance)

Ini Penjelasan TNI AL Soal Penyerangan Nelayan Asing di Anambas

//images.detik.com/content/2014/12/18/4/kapalnelayan1.jpg

Jakarta -Nelayan Anambas, Kepulauan Riau, mengaku dikejar oleh kapal nelayan asing asal Thailand. TNI AL memastikan kejadian tidak ada kaitannya dengan eksekusi penenggelaman 3 kapal asing beberapa pekan lalu.

“Itu hanya miss komunikasi, bukan akibat penenggalaman,” ujar Panglima Komando Armada Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda (Laksda) TNI Widodo di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (18/12/2014).

Menurut Widodo, peristiwa di Anambas merupakan konflik biasa antara sesama nelayan di laut. Widodo mengatakan, konflik antar nelayan tidak hanya terjadi antara nelayan asing dengan nelayan lokal.

“Termasuk di kita, misalnya nelayan Tuban dengan nelayan Madura ada konflik. Tapi kita akan kelola dengan baik supaya konflik tidak terjadi,” ucapnya.

Untuk mencegah kejadian serupa di Anambas, pihaknya berjanji akan memaksimalkan patroli. Selain itu, pihak TNI AL akan menambah armada untuk patroli di laut.

“Kita butuh 240 kapal untuk memagari laut Indonesia, tapi sekarang baru 140 (kapal). Tapi pak presiden sudah berkomitmen untuk tambah kapal-kapal patroli baru,” ujarnya. (detikNews)

Selain di Anambas, Nelayan Sumatera Utara Juga Diserang Nelayan Asing

//images.detik.com/content/2014/12/18/4/144417_nelayan2depan.jpg

Jakarta -Selain nelayan di Perairan Anambas Kepulauan Riau, nelayan lokal yang berada di Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara juga kena serangan nelayan asing.

Menurut laporan Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), nelayan yang diduga dari Malaysia menyerang 4 kapal nelayan Indonesia di Tanjung Balai Asahan, kemarin (17/12/2014) pukul 15.00 WIB.

“Kemarin 12 hingga 13 kapal nelayan berbendera Malaysia berukuran lebih dari 30 Gross Ton (GT) menyerang 4 kapal nelayan Tanjung Balai Asahan berbobot 6-8 GT,” ungkap Sekretaris Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Tanjung Balai Asahan Dahli Sirait kepada detikFinance, Kamis (18/12/2014).

Penyerangan terjadi karena 13 kapal berbendera Malaysia sedang mencuri ikan, namun diketahui oleh nelayan lokal di Tanjung Balai Asahan. Nelayan asing tersebut mencuri ikan di zona laut N, 03,01,173 dan E, 099,00,044 atau tepatnya di Perairan Selat Malaka, WPP (Wilayah Pengelolan Perikanan) 571.

“Mereka beringas, melawan nelayan lokal dan ingin menabrak kapal kita,” katanya.

Dahli menceritakan penyerangan itu juga berlanjut pada aksi kejar-kejaran. Menurut laporan nelayan Malaysia melempari senjata parang ke 4 kapal nelayan lokal yang ukurannya lebih kecil. Untungnya tidak ada korban jiwa atas kejadian ini, hanya nelayan lokal kehilangan jaring penangkap ikan yang hilang di Perairan Selat Malaka.

“Mereka jelas Malaysia karena ada bendera Malaysia di atas kapal tetapi mereka sengaja menutup nomor lambung kapal pakai goni karena mereka berencana mau nabrak nelayan kita,” jelasnya.

Dahli memperkirakan mulai kejamnya perlakuan nelayan asing disebabkan aturan yang cukup tegas soal pelarangan illegal fishing oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. “Mereka tadinya nyaman nangkap ikan di laut kita dengan aturan Bu Menteri jadi terusik,” katanya. ( detikFinance)

Kapal Thailand yang Kejar Nelayan Anambas Jauh Lebih Modern

//images.detik.com/content/2014/12/18/4/nelayan.jpg

Jakarta -Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Anambas, Tarmizi menceritakan detil soal dikejarnya kapal nelayan lokal Anambas oleh kapal nelayan asal Thailand di Perairan Belidah, Kabupaten Kepulauan Anambas 8 Desember 2014 lalu. Menurut informasi yang dihimpun Tarmizi, kapal nelayan Thailand itu berbobot besar dengan mesin kapal yang jauh lebih modern dibandingkan kapal nelayan lokal.

“Kapal mereka lebih bagus dari kita. Kita yang punya laut, tetapi justru mereka bisa masuk ke laut kita lebih dalam,” ungkap Tarmizi kepada detikFinance, Kamis (18/12/2014).

Dilihat dari kapasitas angkut ikan, menurut Tarmizi, kapal nelayan Thailand cukup besar, kira-kira 60 gross ton (GT). Sedangkan kapal nelayan Anambas berukuran kecil hanya 5 GT.

Tidak hanya itu, dengan daya mesin yang jauh lebih besar kapal nelayan Thailand kerap menunjukan manuver. Secara total, jumlah kapal nelayan Thailand yang berhasil dideteksi oleh nelayan Anambas saat itu sebanyak 6 kapal.

“Kita turunkan jangkar pada pukul 16.00 WIB, terlihat kapal Thailand berbondong-bondong datang ada 6 kapal yang datang saat itu. Lima kapal itu terus sedangkan 1 kapal berbelok ke kita dengan kecepatan tinggi, lalu kita kejar-kejaran hingga jam 22.00 malam. Sempat kita dibuat was-was,” paparnya.

Namun akhirnya nelayan lokal Anambas berhasil meloloskan diri dengan mematikan lampu kapal dan bersembunyi di tempat pengeboran minyak di perairan Belidah, Anambas. Kejadian itu menimbulkan rasa panik yang luar biasa bagi nelayan Anambas.

Sejak kejadian itu, hingga sekarang nelayan Anambas belum berani menangkap ikan di atas zona laut 12 mil. Mereka menunggu kepastian keamanan dari TNI AL dan Dinas Perikanan dan Kelautan Anambas.

“Saya sebagai ketua sudah melaporkan ini ke Dinas Kelautan dan Perikanan Pusat dan TNI AL. Kita meminta perlindungan,” katanya. ( detikFinance)

Bagikan :

  74 Responses to “Setelah Disindir Jokowi, TNI Janji Tenggelamkan Lebih Banyak Kapal Tiap Minggu”

  1.  

    lanjutkan penenggelamannya!

  2.  

    Siapapun yang tidak loyal diganti segera saja pak jokowi…

    •  

      TNI masak cinta negaranya kalah sama rakyat,,,buat apa jadi prajurit kalau penakut…

    •  

      Betul..TNI nya parah kayaknya takut tuh,,,masak presiden sampe 3 kali ngasih perintah baru dilaksanakan…kalo meski harus perang ya udah perang..perintah presiden tuh mutlak…dasar TNI lembek…apa perlu rakyat yang maju??!!..malu2in..

    •  

      Klo keluar dari oknum perwira TNI statement ini, mestinya sudah disebut penghambat kebijakan. Bhkan lbh bagus lg malah disebut makar… subversif. melawan perintah… Mau itu tentara atau sipil bersenjata, kalau sudah meresahkan ya TNI lawan dong…. untuk apa ada TNI klo ga bisa jaga manusia dan sumberdaya alam? lemah … lemah sekali… tidak ada semangat juang dan melayani… mending buat sekumpulan preman yang dilatih untuk melindungi rakyet drpd punya tentara ga jelas motifnya

  3.  

    …ketika instruksi panglima tertinggi tidak langsung dilaksanakan, ,,,hehm…. XD

  4.  

    bikin rame pak…

  5.  

    Yg rugi krn pencurian ikan bukan cuma pa Jokowi mangkanya perlu kerjasama erat eksekutif, legislatif & yudikatif….semua warga NKRI harus bergerak. Mutlak diperlukan aturan hukum khusus menangani pencurian ikan. Kalo pake aturan hukum biasa dgn P21 satu kasus bisa berakhir lebih 3 tahun kalo pemilik kapal banding ke MA. Contohlah australia dimana angkatan lautnya serta merta menenggelamkan kapal pencari suaka dan mengganyita dgn sekoci serta menyuruh keluar perairan australia tanpa proses hukum didarat !

  6.  

    Pemerintah hrus krim nota protes…nelayan asing sudah melakukan tindak kriminal ..dgn mksd menabrak kapal kita..selanjutkan perbanyak kapal patroli..dn sidang di tempat..jika ketauan mencuri lgsg tenggelamkan..jgn nunggu berhari2 sidang untk inkracht nya..

    •  

      sudah bukan jamannya lagi. karena mereka yang mulai ribut…

      lebih baik beberapa pasus menyamar jadi nelayan pake kapal kecil, tunggu mereka menyerang sikat…ambil kapalnya, bawa nelayannya ke darat masuk peradilan gabung ma bromocorah dan pemerkosa gay…..sekalian latihan penanggulangan teror oleh TNI 🙂

    •  

      ini bisa aja bukan nelayan biasa. bisa aja ada tentara yg nyamar… sikat aja kelamaan nota protes ga ditanggepin…

  7.  

    balik serang pak nelayan, itu laut kan yang punya kita ngapain mereka nyelonong aja !

  8.  

    ya betul siapa saja yg ngak loyal ganti aja …..sikat habis penjarah laut nkri …masalah kedaulatan tidak ada.tetanga tetangaan …..

  9.  

    iya tiru cara ostrali…..bakar perahunya usir orangnya dgn sekoci…..

  10.  

    miris, katanya nomer 1 asean, di suruh tengelamin kapal ilegal yg jelas ada dasar hukumnya jendralnya ngeles terus kaya bajai, udah di suruh sampai 3 kali lagi yg nyuruh itu panglima tertinggi lagi, apa bener udah nggak punya nyali tni kita ini? apa lagi kalo di suruh perang pasti pada nyerah berjamaah kalo jenderalnya aja kaya gini, kasihan pengorbanan para pahlawan kita, bener2 prihatin!

    •  

      Iya betul kita khan khabarnya nomer satu di aseann, keanapa nelayn asing tidak takut pada armada tni al ya. Terus pimpinan tni al nggak tegas lagi nu ggu perintah Sampe 3 x.
      Nah berita lain khabarnya di laut arafuru. trus di laut natuna banyak pencurian ikan ratusan bahkan ribuan nelayan asing.Gimana kekuatan tni al dlm menjaga pekarangan kita. Jgn Sampe kita teriak teriak klo armada kita hebat, singapura dan Australia aja takut menaruh hormah Tapi tidak bisa menjaga kedaulatan dari Serbuian nelayan asing

    •  

      masalahnya bisa jadi ada pada gravity center, wibawa seorang presiden itu sangat penting.

      Dalam kehidupan bernegara itu dikenal ada Masyarakat sipil dan militer,
      bagian masyarakat militerlah yg biasanya lebih sulit dikendalikan, dibutuhkan pigure yg bisa menjembatani ke-2 nya.

      jika terlalu lama keadaan ini (buruknya koordinasi) akan berbuah friksi, ini lumayan bahaya bagi kehidupan bernegara, terlalu sering menyudutkan militer akan menimbulkan reaksi negative dari pihak militer itu sendiri.
      Kembalilah godok dengan matang setiap rencana2 kerja, jangan keasyikan membuat polemik di media, apa untungnya..?

      atau yg mesti kita waspadai… keberadaan media itu sendiri..!!!
      siapa tau Pemerintahan dan militer sendiri sangat harmonis.
      so, indikasi “menghasut” harus kita siapkan sebagai filter.

    •  

      ######### peringatan ########

      Jangan memakai nick name orang lain

  11.  

    TNI sekarang sedang “perang” dengan pencuri dan pelanggar kedaulatan
    Dan dilihat dari kemampuannya mengontrol perang ini, sangat lemah dan tidak ada niat memenangkan perang

    Rakyat malu pak

  12.  

    Pak jokowi jg jgn memble doank pak, mau prajurit mau jendral mau 1 atau seribu kl g ikut printah copot aja atau pecat aja sklian..!
    negri kta udh trllu bobrok krn kkn pak !
    jgn rakyat aja yg suruh taat hukum taat aturan..!
    jgn kesanya ngomong sekedar pencitraan
    smntra dilapangan hasilnya minim pak..

  13.  

    sekarang urusan pak presiden adalah menjaga wilayah lautnya dengan membuat kapal asing berpikir 1000 x untuk bisa masuk. dan yang terpenting… menjaga rasa nyaman nelayan kita yang sedang melaut. percuma wilayah dijaga ketat tapi nelayan gak berani melaut karena was-was akan adanya ancaman dari kapal-kapal nelayan asing.

  14.  

    Panglimanya aja bacrit, gimana anak buahnya? pantesan lelet 😀

  15.  

    Asalam slamat pagi warjager,
    Maaf kok sepertinya menghujat semua jangan su uzon suadara2 sekalian kapal udara setalian
    He ….he….he…. :iloveindonesia
    gitu2 juga TNI Mu, kita semua Indonesia.
    tadi pagi kan sudah ada di Metro suara pemerintah dengan wakil TNI Bpk Faud B, menyatakan
    kalau sesuai dengan hukum jika betul-betul sudah inkracht (kuasanya di ambil pemerintah) ya di tenggelamin, Malahan Pak TNI bicaranya kalau perintahnya langsung tenggelamkan ya akan langsung di laksanakan/tengelamkan
    segitu aja saudara2 SR maning

  16.  

    Macan1 : garuda1…garuda1..garuda1, disini macan 1 keadaan darurat pergerakan musuh masuk area terlarang, dibidik dibidik dibidik siapkan posisi masing masing!
    garuda1: laksanakan, siap dalam posisi membidik!
    macan1: 3 kali 3 kali 3 kali 3 kali kemana kamu, kemana kamu, kemana kamu!
    garuda1: siap dalam posisi, posisi, posisi!
    macan1: BBM kehabisan pak !
    macan1: gedubrak…komprang…komprang…komprang…!

    saya cinta negara ini, saya cinta TNI, sedari kecil saya ingin menjadi tentara tapi nyatanya takdir berkata lain, saya hanya menjadi rakyat terpojok di bumi pertiwi. Mana Pelindungku yang kita banggakan selama ini?? semua memang harus di ukur agar tidak menggangu kawasan, tetapi ini masalah kedaulatan, masalah harga diri.

    •  

      Lebih baik jendnya di ganti anak SMA/STM(pasukan berani mati)yang suka tawuran…

      •  

        Klo sama bangsa sendiri petantang petenteng (preman berseragam) gayanya gilani…di suruh bakar kapal maling ga berani…contoh kasus waktu bangun menara ambalat di ganggu kapal malay ga berani – patok perbatasan di pindah malay ga berani…mana janjimu menjaga tanah air…omong kosong ta…

  17.  

    Apapun alasannya kalo sampai nelayan kita dikejar kejar oleh nelayan asing maling, di teritorial kita sendiri, itu sudah keterlaluan dan terang2an menantang kita,karena :
    1. sudah melanggar perbatasan negara RI,
    2. mencuri SDA Indonesia,
    3. mengajar/menabrak kapal nelayan Indonesia dengan maksud menenggelamkan.
    dr kasus tsb sudah jelas ada 3 pelanggaran serius yang harus ditindak, dengan cara ditembak ditempat sampai tenggelam bersama orang2nya !!!
    mana buktinya koar koar NKRI HARGA MATI ???…………..hadeeuuuh payaaaaah !!!

  18.  

    he..he.he..gimana mau ngelawan PLA adek adek, lha nelayan saja ga takut sama petugas KKP dan TNI AL…tentara CHINA perkasa dek badanya besar besar…dan masa pak presiden harus memberikan perintah 3 x baru dibakar…siapa yg takut sebenarnya dek..?

  19.  

    yg jadi masalah itu statement kasal selamani yg saya baca di berita itu terkesan mencari2 alasan yg bbm kurang, kapal kurang, ini itu, mbok ya kalo di kasih tugas siap pak laksanakan!, bukan malah koar2 ke media tentang kekurangan tni al, semua juga tau alutsista kita serba terbatas kalo memang jiwanya satria laksanakan walau dengan keterbatasan tapi hasil maksimal, dengan kapal 140 lebih yg di miliki tni masa hasilnya belum ada 100 kapal ilegal kan aneh? padahal kapal ilegalnyakan ribuan!, kalo masalah hukum laut saya kurang mengerti tetapi logikanyakan kalo pencuri ketangkep basah dengan barang bukti apa kurang kuat status hukumny? kalo dilaut kapal ilegal ketangkep tidak ada surat ijin dengan barang bukti ikan tangkapan ya sudah pindahin abknya tenggelamin kapalnya!

    •  

      Ikan hasil tangkapan ndak punya ‘KTP’, lemah sbg alat bukti he he.., misalnya klo mau ketangkep trus alat navigasi kapal sengaja dirusak sehingga dia pura2 ndak tahu telah melanggar gimana? Mohon maaf jika salah

  20.  

    sudah bukan panglima tertinggi kah Presiden kita dimata TNI. atau ada dualisme dlm TNI …. ?
    ada apa TNI ku …?

  21.  

    Tolong pejabatnya di ganti yang lebih tegas pak…..!!!!

    Biar mereka Nyahook .

  22.  

    copottt……….

  23.  

    Dengan thailand saja takut apalagi dengan PLA yang kuat dan maha dahsyat.

  24.  

    Kekeke sapa bilang tni hebat sama nelayan aja ga punya nyali kekeke

  25.  

    Perintah kepala pemerintahan yg juga kepala negara sudah jelas, bila ilegal, tangkap awak kapalnya dan tengelamkan kapalnya. Jgn banyak alasan untuk tdk menjalankan perintah. Kalau tdk sanggup melaksanakan ya mundur saja, masih banyak yg mau dan mampu menjalankan perintah untuk menegakan wibawa negara.

  26.  

    Kalau mentalnya udah tercemar duit, maju tak gentar bela yang bayar

  27.  

    Peristiwa yang di alami oleh nelayan kita di kejar2 nelayan asing maling dilaut kita sendiri, kalo TNI berpikir ini adalah suatu bentuk tantangan dan pelecehan dari nelayan maling asing kepada TNI, apa TNI mau diam saja ???
    apa TNI gak malu sama negara2 jiran kita, bisa2 jiran kita jadi tambah besar kepala, karena mereka beranggapan bhw TNI sama nelayan mereka saja kagak berani !!!
    bayangkan kalo ada maling masuk rumah kita, lalu mengejar ngejar dan mengancam anak isteri kita di rumah kita sendiri, apa anda sebagai laki2 kepala keluarga akan diam saja ??????

  28.  

    ######### peringatan ########

    Jangan memakai nick name orang lain

  29.  

    ######### peringatan ########

    Jangan memakai nick name orang lain

    •  

      Hayo Mbah Bowo usulkan TNI AL punya CN 235 MPA+armed atau pesawat ampibhi+armed, bekali 2 or 3 perahu karet yg bisa didrop ke laut. Wis dijamin cepet, ketahuan nyuri, didrop perahu karet, tenggelamkan kapal, iya klo cuma 1-2 kapal yg nyuri, klo 100 atau lebih wah..wah perlu LPD unt menampung pencuri2 itu ya. LPD sebagai kapal ‘induk’ unt suport pesawat ampibhi dan tempat pencuri sementara. Wah butuh biaya banyak juga ya………….mohon maaf jika salah

  30.  

    Kok saya jadi negatif thinking sama TNI AL nih,….. padahal sewaktu reformasi sangat-sangat di hormati. APAKAH UJUNG-UJUNGNYA duit upeti?

  31.  

    Ane jd pesimis ama TNI AL :'(

  32.  

    Ini gara2 10 tahun dipimpin mantan TNI lembek yakni Sibeye, jadi TNI kaya banci kelihatan gagah tapi letoy kaya emon. Selama 10 Tahun TNI AL biasa jualan BBM di tengah laut dan minta japrem dari kappal ilegal

    •  

      oh gtu ya brurr..??yakin bruuurr.
      hehe emang si MR, n si mbak ngga bisnis BBM juga ya brur…??(gw juga bs nyalahin pihak lain klw buat sekedar alibi sih)
      ya pa SBY msh banyak kekurangan tp sedikit mending lah ngga langsung mojokin TNI sekonyong2,
      kalau kita ditinggalkan kerjaan yg ngga beres jangan dikit2 nyalahin pendahulunya.
      makanya lakukan pendekatan sm bawahan atw yg menangani..jgn dekatnya cm sm media aja.,..upzzz//!!!

    •  

      nu baleg bangus teh ngabacotna euy !!!

  33.  

    Serdadu kok mikir2 dpt perintah komendan..
    Sudahlah
    Serdadunya lebih takut sm harta daripada kehilangan jabatan mending liat situasi dulu

    Bentar lagi Lelang jabatan panglima armabar teng dan tim aja la pakde
    Cari yg merah putih bukan pink biru atau ungu

  34.  

    di kasih presiden yg tegas malah Tni-nya yg mlempem,tentara kok byak alasan

  35.  

    SATU KATA BUAT NKRI HARGA MATI….
    RUDAL/ BOM AJA PAKAI SENJATA YG UDAH KADALUWARSA..BIAR GAK RUGI
    PERLU KIRIM JET TEMPUR BUAT GERTAK TUCH PENCURI…TEMBAK AJA SEDIKIT BUAT PERINGATAN….BIAR ADA EFEK GETARRRRNYA…..TUCH NELAYAN KITA DIANCAM KENAPA KITA GAK BALAS ANCAM….NEGARA LAIN PROTES YA CUEK AJA..KAN DI NEGARA KITA INI…
    KALAU MALING PADA NEKAT YA BALES DENGAN NEKAT..KALAU PERLU DITENGGELAMKAN SEKALIAN ORANGNYA BIAR MO…DARRRRRR….

  36.  

    seperti harus ada perombakan dlm struktur tni ini.

    •  

      Ora usah alasan macem2 !!! Tni itu gk mumgkin takut sama nelayan ! Tni hanya alat negara, hanya menjalankan perintah , bu susi sendiri yg bilang untuk gunakan cara keleluargaan dan diplomasi

 Leave a Reply