Setelah F-16V, Kini Taiwan Incar Jet Siluman F-35

Pesawat tempur siluman F-35 (Foto: Eerste Nederlandse vlucht F-35 AN-1)

Militer Taiwan telah mengatakan rencananya untuk memperoleh pesawat tempur siluman F-35 untuk mempertahankan keunggulan udara di atas China, karena F-16V yang dibeli dari AS akan menjadi tandingan bagi jet-siluman J-20 China, lansir Defenseworld.

Rencana untuk mengakuisisi F-35 terungkap selama sidang legislatif yang menyetujui rancangan undang-undang senilai $ 250 miliar taiwan (US$ 8,05 miliar) untuk membeli 66 pesawat tempur F-16V.

Pada sidang Urusan Luar Negeri dan Komite Pertahanan Nasional legislatif kemarin, Menteri Pertahanan Nasional Yen De-fa mengatakan, “menurut penilaian ancaman yang diproyeksikan oleh militer, kita akan membutuhkan F-35 di masa depan.”

Kepala Staf Angkatan Udara Liu Jen-yuan mengatakan F-16V adalah pesawat tempur generasi 4,5, dengan kemampuan pendeteksian menggunakan radar active electronically scanned array and infrared search and track systems. Satu-satunya keuntungan J-20 adalah kemampuan stealth yang sedikit lebih baik. Namun, pertempuran udara modern terjadi antara sistem terintegrasi, bukan platform individu, kata Liu.

Deputi meminta pejabat untuk menjelaskan apakah F-16V bisa menang melawan J-20 dalam duel satu lawan satu. “Saya memiliki keyakinan mutlak pada keterampilan pilot kami untuk menembak jatuh J-20 satu lawan satu,” kata Yen.

RUU itu sekarang akan dikirim ke negosiasi cross-caucus yang akan diikuti oleh Taipei dan Washington untuk menandatangani surat penawaran dan penerimaan untuk menyelesaikan penjualan, yang diharapkan pada akhir 2019, lapor Taipei Times yang mengutip sumber-sumber angkatan udara Taiwan.

Taiwan berharap untuk menerima pengiriman ke-F-16 paling lambat tahun 2026. F-16V diharapkan akan dikerahkan di Pangkalan Udara Chihhang di Wilayah Taitung, kata sumber-sumber militer.

Selain itu, angkatan udara Taiwan sedang meningkatkan armada 142 jet tempur F-16 A/B ke spesifikasi F-16V, dengan pekerjaan yang diharapkan akan selesai pada tahun 2022. Empat pesawat pertama, yang digarap oleh Aerospace Industrial Development perusahaan milik negara, telah menyelesaikan pengujian penerbangan tempur.

Tinggalkan komentar