Feb 202019
 

JakartaGreater.com – Pada 12 Februari 2016, Laksamana Philip S. Davidson di sidang Armed Services Committee AS memberikan informasi bahwa Vietnam berencana untuk memesan pesawat latih baling-baling T-6 Texan II, pesawat tanpa awak UAV Scan Eagle dan menerima lebih banyak lagi kapal patroli Hamilton class.

Jika Vietnam benar-benar memesan pesawat latih ini, sangat mungkin pesawat tempur yang akan dibeli Vietnam dari AS adalah pesawat tempur multi-fungsi F-16, seperti ditulis oleh Annihtudo.

Pengamat mengatakan bahwa pesawat tempur F-16 adalah kandidat paling kuat untuk menggantikan MiG-21 yang baru saja pensiun beberapa tahun yang lalu.

F-16 Fighting Falcon adalah jet tempur multi-role yang dikembangkan oleh General Dynamics dan Lockheed Martin untuk Angkatan Udara AS. Didesain sebagai pesawat tempur ringan, F-16 telah menjadi salah satu pesawat tempur generasi ke-4 yang paling sukses di dunia. Fleksibilitas dan biaya operasional yang murah menjadi penyebab utama kesuksesan F-16 di pasar ekspor, hingga diproduksi sebanyak 4.500 unit dan memperkuat 24 negara diseluruh dunia.

Sekarang ada banyak versi pesawat tempur F-16 yang diproduksi tetapi yang terkuat masih F-16 Block 70. Kemampuan tempur varian ini dinilai setara dengan Su-35 Rusia. Sistem elektronik yang kuat dengan radar AESA (active electronically scanned array) dan kemampuan untuk memuat persenjataan yang setara dengan pesawat tempur berat Rusia yang terkenal.

Seiring dengan pencabutan embargo persenjataan dari AS, ada rencana Vietnam untuk mengakusisi berbagai persenjataan canggih buatan AS atau Eropa, termasuk pesawat tempur F-16 untuk dikombinasikan dengan pesawat tempur buatan Rusia.

 Posted by on February 20, 2019

  One Response to “Setelah Pesawat Latih T-6, Mungkinkah Vietnam Incar F-16V ?”

  1.  

    Btw lini produksi f 16 kan mau dipindahkan, kandidat penempatan pertama lini produksi f 16 kan di india, kenapa ya indonesia tidak mengadakan tender lagi untuk 126 unit pesawat single engine untuk menambah skuadron baru dan menggantikan pesawat tempur hawk 200 yang mau pensiun dengan kandidat terkuat yaitu pesawat tempur f 16 viper/super viper dan gripen E ya?

    Kalau milih f 16 lumayan lini produksinya di pindah di indonesia dan bisa dapat transfer teknologi penuh dari pesawat f 16 viper maupun super viper seperti yang ditawarkan di india yang konon katanya di cap sebagai “most advanced f 16” sekaligus bisa mengupgrade f 16 lama menjadi setara f 16 viper/super viper

    Kalau milih gripen E ya juga bagus. Gripen E manuvernya melebihi f 16, plust missile warning, laser warning, dan radar warning. Kalau f 16 hanya ada radar warning saja. Keduanya dilengkapi dengan peperangan elektronik canggih namun menurutku gripen E lebih baik dalam hal peperangan elektroniknya dan juga gripen E dilengkapi IRST yang berada di depan cockpit, kalau di f 16 hanya ada di varian super viper saja, itupun berupa pod yang menambah rcs. Kalau soal rcs gripen E lebih kecil dari pada f 16
    Plus gripen E bisa dilengkapi mesin eurojet2000 thurst vectoring yang berkemampuan supermanuver dan supercruise juga biaya perjamnya lebih murah dari f 16

    Semua menawarkan full alih teknologi dan dibuat di dalam negeri, bedanya hanya di lini produksi f 16 bisa dipindah di dalam negeri kalau gripen hanya bisa membuat di dalam negeri tapi lini produksinya tetap di swedia

    Ya semua terserah pemerintah
    Menurut anda?