Setelah Python-5, Vietnam Incar Rudal Delilah

Foto : aircraftresourcecente

Vietnam sedang mempertimbangkan untuk membeli sistem senjata rudal jelajah Delilah dari perusahaan Israel Military Industries (IMI). Sistem senjata canggih itu juga masuk dalam agenda diskusi antara Presiden Vietnam Tran Dai Quang dan pimpinan IMI, Yitzhak Aharonovitch di Hanoi.

Israel selama ini telah menjadi mitra strategis penjualan peralatan militer canggih kepada Vietnam. Setelah sebelumnya Vietnam mencoba menggabungkan rudal Pyton 5 dengan pesawat tempur Flanker, kini Vietnam juga ingin melakukan hal serupa dengan menggunakan rudal jelajah Delilah untuk melengkapi pesawat tempur Su-27 dan Su-30.

Delilah adalah rudal rudal jelajah yang dikembangkan Israel Militer Industries (IMI). Rudal ini dirancang untuk menyerang sasaran yang bergerak dan berpindah-pindah tempat dengan kesalahan Circular Error Probable (CEP) hanya 1 meter.

Tidak seperti rudal jelajah lain yang mengunci target dan diprogram sebelum diluncurkan, rudal Delilah mampu “berpatroli” dan melacak dahulu targetnya sebelum ‘remote navigator identifies’ mengidentifikasi target dan kemudian mengeksekusinya.

Rudal udara-ke-permukaan Delilah memiliki kecepatan Mach 0.7 dengan jangkauan 250km dan dapat dilengkapi dengan berbagai macam hulu ledak , baik itu High Explosive, hulu ledak Penetrator atau hulu ledak Tunda yang bisa disesuaikan dengan target di darat dan laut.

Foto : aircraftresourcecente

Rudal standoff-range air-to-surface Delilah selama ini lazim digunakan pesawat tempur F-16 Soufa Israel, dan mungkin masih dipertanyakan kemampuan pesawat tempur Flanker menggotong rudal Delilah. Selama ini media Rusia meragukan kemampuan Vietnam yang akan mengoprek pesawat tempur Su-27 dan Su-30 dengan persenjataan standar Israel.

Writer : Muhidin

Tinggalkan komentar