Setelah Su-35, Mesir Sepakat Beli 24 Eurofighter Typhoon

Beirut, Jakartagreater.com – Surat kabar Italia “La Republica” mengumumkan bahwa pemerintah Italia sedang mempersiapkan untuk menyetujui penjualan militer terbesar dengan Mesir yang mencakup kapal fregat, peluncur rudal, dan pesawat tempur Eurofighter Typhoon, lansir Almasdar News.

Surat kabar itu menyatakan bahwa kesepakatan besar termasuk dua fregat “FREMM Bergamini”, yang didedikasikan untuk Angkatan Laut Italia, di samping empat fregat lain yang akan dibangun khusus untuk Mesir.

Menurut La Republica, kesepakatan itu mencakup 20 peluncur rudal, 24 pesawat tempur multirole Typhoon, 24 pesawat latih tempur ringan M-346, satelit pengintaian dan radar pencitraan.

Surat kabar itu mengutip dari sumber di Perdana Menteri Italia, mengatakan meskipun banyak mengalami kesulitan dan hambatan, termasuk masalah pembunuhan mahasiswa Italia di Mesir, kesepakatan ini dianggap sebagai pembelian terbesar abad ini, karena tidak hanya mewakili nilai komersial dan industri untuk Italia, tetapi juga karena keinginan Roma untuk mempertahankan hubungan yang kuat dengan Kairo, serta mempertahankan dialog politik di wilayah Mediterania Timur.

Perlu dicatat bahwa Presiden industri kelautan Italia, Giuseppe Bono, mengakui adanya negosiasi antara Mesir dan Italia pada dua kapal perang “FREMM” senilai 1,2 miliar euro.

Dengan kesepakatan ini, Angkatan Udara Mesir akan memiliki arsenal pesawat tempur terbaik yang paling bersenjata dan paling beragam di dunia.

Sebelumnya Angkatan Udara Mesir dikabarkan sedang bersiap untuk menerima jet tempur Su-35 buatan Rusia pada tahun depan, dan dengan kesepakatan baru ini dengan Italia, Mesir juga akan memiliki salah satu pesawat tempur terbaik buatan Eropa.

TERPOPULER

11 pemikiran pada “Setelah Su-35, Mesir Sepakat Beli 24 Eurofighter Typhoon”

    • Repotnya di maintenance.
      Spt SU-30 MKM Malaysia yg akhirnya akan dibarter + Mig-29 mereka utk mendapatkan pesawat baru, walaupun MKM mereka mah tergolong muda. Akibat gado2 jeroan maka saat maintenance akan melibatkan banyak pabrikan. Beda dng Sukhoi ori yg cukup dng satu pabrikan saja yaitu mendatangkan teknisi pembuatnya atau dilakukan di Belarus.
      Beda dng MKM India, yg mendapat lisensi pembuatan suku cadang dng membeli unit yg banyak. Sehingga mudah perawatannya.

      • India itu pake Su-30MKI bukan MKM Dhek. Yg punya Malaysia masih Ori,bukan campuran kayak India sama kayak Su-30MKA punya Aljazair. Malaysia aja kecewa beli Flanker gegara mahal maintenance-nya plus ongkirnya juga.

        Masak Indonesia gak kapok beli Flanker lagi?

        Padahal Indonesia beli F-16 bekas aja sekarang udah bisa upgrade sendiri loh, udah bisa perbaikan level MRO, Flanker kapan nih? Masak harus dibawa dulu keluar negeri kalo mau perbaikan? Sayang devisanya dong.
        Hhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhh

        • Indonesia termasuk beruntung F16 indonesia bisa diupgrade dan dipersenjatai dgn rudal BVR aim 120 amraam.sedangkan F 16 mesir yg jmlhnya ratusan hanya memiliki rudal jarak pendek/menengah & tdk memiliki rudal BVR,tdk heran mesir banyak memborong pespur dr eropa & rusia.

          • Santai aja, Mesir masih punya Sparrow kok. Ntar juga beli AIM 120 C-5 AMRAAM. Hhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhh

Tinggalkan komentar