Des 032018
 

Peluncuran rudal dari sistem pertahanan udara Mersad buatan Iran © Tasnim News Agency

Sekretaris Negara Mike Pompeo pada hari Sabtu mengatakan bahwa Iran menguji rudal balistik jarak menengah dan telah melanggar resolusi PBB.

Seorang pejabat pertahanan yang secara langsung mengetahui data awal peluncuran itu menjelaskan bahwa peluncuran tersebut diketahui oleh Amerika Serikat dengan pasti serta tidak menimbulkan ancaman langsung.

Pejabat itu mengatakan kepada CNN bahwa mereka terus menerima informasi intelijen.

Rudal itu, menurut sebuah pernyataan dari Pompeo, memiliki kemampuan membawa hulu ledak ganda dan “memiliki jangkauan yang memungkinkan untuk menyerang bagian-bagian Eropa dan di mana saja di Timur Tengah.”

“Tes ini melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB 2231 yang melarang Iran melakukan” aktivitas apa pun yang terkait dengan rudal balistik yang dirancang untuk mampu mengirimkan senjata nuklir, termasuk peluncuran menggunakan teknologi rudal balistik … “kata Pompeo dalam pernyataannya.

Badan PBB mengadopsi resolusi, yang mengesahkan pelaksanaan Rencana Aksi Komprehensif Gabungan, yang juga dikenal sebagai kesepakatan nuklir Iran, pada tahun 2015.

Kesepakatan nuklir Iran, meskipun sangat kontroversial, dianggap sebagai salah satu warisan utama pemerintahan Obama. Kesepakatan itu didukung oleh sebagian besar sekutu utama AS, selain dari Israel, meskipun banyak di antara lembaga pertahanan Israel mendukungnya.
Presiden Donald Trump, yang sangat kritis terhadap perjanjian itu, mengumumkan pada Mei bahwa Amerika Serikat akan menarik diri dari kesepakatan itu.

Bulan lalu, Amerika Serikat mengembalikan semua hukuman sebelumnya yang telah dicabut sebagai bagian dari perjanjian.

Komando Strategis AS melacak uji coba rudal Iran menggunakan jaringan satelit yang melacak peluncuran rudal balistik, kata seorang pejabat senior pemerintah kepada CNN.

“Seperti yang telah kami peringatkan selama beberapa waktu, uji coba rudal dan proliferasi rudal Iran berkembang,” kata Pompeo dalam pernyataannya. “Kami mengumpulkan risiko eskalasi di wilayah itu jika kami gagal memulihkan pencegahan. Kami mengutuk kegiatan ini, dan menyerukan kepada Iran untuk segera menghentikan semua kegiatan yang terkait dengan rudal balistik yang dirancang untuk mampu memberikan senjata nuklir.”

Menteri Pertahanan James Mattis menyuarakan pernyataan Pompeo.

Mattis mengatakan bahwa ancaman Iran memiliki banyak sisi. “Saat ini tingkat ancaman strategis Iran kurang di seluruh dunia daripada Korea, tetapi hal ini tentu saja signifikan secara regional dan bisa tumbuh melampaui itu jika tidak ditangani,” kata Mattis.

Sumber: CNN

Bagikan:

  One Response to “Setneg AS: Iran Uji Rudal Balistik Jarak Menengah”

  1.  

    JIKA INI RUDAL STANB BY DI LEBANON …. CUKUP ME REPOTKAN ZIONIST………

 Leave a Reply