Shaesta Waiz Terbang Solo Beechcraft Bonanza Keliling Dunia

Pilot Shaesta Waiz terbang solo mengelilingi dunia dengan pesawat Beechcraft Bonanza A36, Bali, 16/8/2017. (Perhubungan Udara)

Shaesta Waiz Terbang Solo Beechcraft Bonanza Keliling Dunia 1

Denpasar – Kapten Shaesta Waiz, perempuan pilot pertama Afghanistan berkewarganegaraan Amerika Serikat mendarat di Pulau Bali dalam rangkaian penerbangan solonya keliling dunia, menyampaikan selamat HUT ke-72 Kemerdekaan RI.

“Dirgahayu Indonesia. Merdeka,” ujar perempuan berusia 29 tahun ini dalam Bahasa Indonesia, pada acara temu media yang berlangsung di Hotel Discovery Kartika Plaza, Kuta, Bali, Rabu, 16/8/2017.

Kapten Shaesta mengaku bangga dengan Indonesia dan mendoakan bangsa dan negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia ini semakin maju, di mana kaum perempuannya semakin mencintai dunia penerbangan.

Kehadiran Shaesta Waiz di Bali merupakan yang kedua baginya setelah pengalaman pertamanya singgah beberapa jam di pulau yang merupakan destinasi utama pariwisata Indonesia ini tiga tahun lalu.

Shaesta Waiz meminta generasi muda Indonesia, terutama kaum perempuan, agar semakin tertarik pada bidang sains, teknologi, teknik dan matematika serta dunia penerbangan, dan tidak pernah lelah dalam menggapai cita-cita mereka sesuai dengan minat dan bakat kuat mereka.

Temu media yang turut dihadiri Direktur Navigasi Penerbangan Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI Yudhi Sari Sitompul, merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Kapten Shaesta sehari setelah mendaratkan pesawat di Bali.

Pilot Shaesta Waiz terbang solo mengelilingi dunia dengan pesawat Beechcraft Bonanza A36, Bali, 16/8/2017. (Perhubungan Udara)

Shaesta Waiz Terbang Solo Beechcraft Bonanza Keliling Dunia 2

Kapten Shaesta Waiz tiba di Bali, Selasa malam, setelah menempuh penerbangan sepanjang 12.861 mil laut, sejak meninggalkan Bandar Udara Internasional Daytona Beach, Florida, Amerika Serikat pada 13 Mei 2017.

Pesawat Beechcraft Bonanza A36 yang dipiloti perempuan pilot pertama Afghanistan untuk mengelilingi dunia seorang diri ini, mendarat di Bandara Internasional Ngurah Rai sekitar pukul 20.17 WITA setelah menjelajahi angkasa lebih dari enam jam dari Singapura.

Misi penerbangan seorang dirinya mengelilingi lima benua dimaksudkan untuk mengkampanyekan pentingnya kaum perempuan menguasai sains, teknologi, teknik dan matematika (STEM) serta dunia penerbangan.

IKabag Kerja Sama dan Humas Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub Agoes Soebagio mengatakan, Indonesia mendukung penuh persinggahan Kapten Shaesta di Bali sebagai salah satu destinasi pemberhentian penerbangan solo yang dilakukannya sejak 13 Mei 2017.

“Kementerian Perhubungan bersama ‘stake holder’ terkait mendukung penuh misi Kapten Sheista ini,” ujarnya.

PT Angkasa Pura I selaku pengelola Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, menyediakan fasilitas gratis mendarat dan parkir pesawat dan PT Pertamina memberikan fasilitas gratis pengisian bahan bakar bagi Kapten Shaesta.

Sementara, Airnav Indonesia menggratiskan jasa pemanduan penerbangan selama pesawat Beechcraft Bonanza A36 yang dipilotinya selama berada di wilayah udara Indonesia.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub RI memberinya kemudahan akomodasi selama berada di Pulau Bali untuk melakukan pengisian bahan bakar dan pemeriksaan pesawat sebelum bertolak ke Darwin, Australia, Kamis (17/8/2017) pagi.

Pilot Shaesta Waiz terbang solo mengelilingi dunia dengan pesawat Beechcraft Bonanza A36, Bali, 16/8/2017. (Perhubungan Udara)

Shaesta Waiz Terbang Solo Beechcraft Bonanza Keliling Dunia 3

Sebagai anggota Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), Indonesia telah memenuhi rekomendasi ICAO kepada negara-negara anggotanya yang disinggahi pesawat kecil bermesin tunggal yang dipiloti Kapten Shaesta Waiz ini, kata Agoes, dirilis Antara, 16/8/2017.

“Organisasi ini merekomendasikan negara-negara anggotanya untuk membantu dan menfasilitasi misi Kapten Shaesta. Indonesia membantu,” ujarnya.

Dari Darwin, sesuai jadwal rute penerbangannya yang dipublikasi situs resmi Dreams Soar, Kapten Shaesta akan menyinggahi Kota Cairns, Australia, sebelum bertolak ke Bandara Magenta, Kaledonia Baru, yang berjarak 1.215 mil laut.

Perempuan pilot lulusan Embry-Riddle Aeronautical University (AS) ini akan mengelilingi lima benua seorang diri dengan menyinggahi 18 negara selama 90 hari, mencapai sekitar 25 ribu mil laut.

Selain AS, di antara negara-negara yang disinggahinya adalah Kanada, Portugal, Spanyol, Italia, Yunani, Mesir, Bahrain, Uni Emirat Arab, Oman, India, Sri Lanka, Thailand, Singapura, Bali (Indonesia), Australia, Kaledonia Baru, Samoa Amerika, dan Kiribati.

Kota-kota Amerika Serikat yang dia darati dalam misi penerbangannya antara lain Columbus, Ohio, Grand Rapids, Michigan, Hilo, Hawaii, El Cajon, California, Phonix, Kansas, Arizona, Cincinnati, Washington DC, Atlanta, Georgia, dan Mobile, Alabama.

Leave a Reply