Shenyang Lanjutkan Produksi J-15?

Jakartagreater.com – Gambar yang dirilis oleh pabrikan Shenyang Aircraft Company pada 21 Februari memperlihatkan sebuah pesawat tempur J-15 berwarna hijau, dengan tulisan kalimat ‘pembukaan kembali produksi penuh’ yang kemungkinan menunjukkan bahwa perusahaan telah melanjutkan produksi pesawat tempur berbasis di kapal induk itu, lansir Jane’s.

Gambar-gambar yang dipublikasi yang muncul sekitar tiga bulan setelah People’s Liberation Army Navy (PLAN) menugaskan kapal induk kedua, Shandong, menunjukkan setidaknya satu jet tempur J-15 berkelir warna hijau – menunjukkan bahwa pesawat tersebut merupakan bagian dari batch baru – dan teknisi yang ditempatkan di kapal induk yang tampaknya merupakan pekerja pabrikan Shenyang.

Meskipun pengumuman SAC tidak secara spesifik menyebutkan sebagai J-15, tipe pesawat dapat diidentifikasi berdasarkan bentuk pesawat dan sayap canardnya. Gambar juga menampilkan teks pendek, yang menyatakan, antara lain, “kembalinya produksi penuh”.

Namun, tidak jelas kapan foto diambil dan apakah J-15 yang baru akan berbeda dengan J-15 yang saat ini sudah bergabung dengan PLAN pada kapal induk pertama, Liaoning.

Terlihat juga para teknisi mengenakan masker, yang mungkin sebagai perlindungan terhadap virus corona Covid-19.

Sejak 2012, pesawat tempur J-15, yang merupakan turunan Sukhoi Su-33, telah menjadi satu-satunya pesawat sayap tetap yang diterbangkan di kapal induk PLAN. Hanya 24 J-15 yang telah dikirim ke Angkatan Laut dalam dua batch sebelum produksi tampaknya dihentikan pada pertengahan tahun 2017.

Setidaknya dua J-15 sejauh ini telah hilang dan dua lagi mengalami kerusakan, yang berarti bahwa kurang dari 20 pesawat ini diyakini tersedia untuk dua kapal induk PLAN serta untuk pelatihan. Pesawat tambahan kemungkinan besar akan dibangun untuk menjadi sayap udara kapal induk kedua Shandong yang akan ditugaskan.

4 pemikiran pada “Shenyang Lanjutkan Produksi J-15?”

  1. Duh repot juga ya cina yg sudah sedemikian jauh kuasai teknologi jauh diatas kita pun masih kesulitan copy paste dengan baik, bukti kalau penguasaan teknologi benar2 tak bisa instan dan itu menjawab kenapa jualan teknologi sangat mahal dan banyak negara enggan TOT tapi bagaimanapun cina sudah memberi contoh yang baik paling tidak 75% teknologi inti pengembangan mereka sudah kuasai walau dengan cara Spanyol an sisanya tinggal tunggu waktu saja jika gigih.

Tinggalkan komentar