Siasat Denmark Agar Dapat Melacak Kapal Selam Rusia

File:  Seahawk dipping sonar, From Wikimedia Commons, the free media repository.

Jakartagreater.com,  Pertahanan Denmark telah meningkatkan kemampuan deteksi kapal selamnya dengan mengamankan sistem sonar canggih dari AS dalam kesepakatan yang diperkirakan bernilai DKK 1,3 miliar ($ 190 juta), dirilis Sputniknews.com, Rabu 4-9-2019.

Teknologi baru ini terdiri dari 9 Sonar yang akan dipasang di Helikopter Seahawk baru milik militer dan yang dapat dicelupkan ke dalam air untuk memberikan gambaran yang lebih baik tentang apa yang ada di bawah permukaan.

Selain Sonar yang dicelupkan, kapasitas perang anti-kapal Selam Denmark akan semakin didukung oleh 600 pelampung Sonar yang akan diletakkan di seberang perairan yang lebih besar.

“Ini sebenarnya bagian dari apa yang NATO minta agar kita tingkatkan, ”Laksamana Muda Torben Mikkelsen, kepala Angkatan Laut Denmark, mengatakan kepada Radio Denmark.

Menurut Mikkelsen, Sonar akan meningkatkan pentingnya Denmark dalam upaya NATO untuk memantau Armada Kapal Selam Rusia yang beroperasi di Laut Baltik, di sekitar Greenland dan Kepulauan Faroe, serta di wilayah Arktik.

Analis militer Anders Puck Nielsen dari Akademi Pertahanan Denmark melihat Sonar yang baru sebagai penguat yang signifikan dari pertahanan Denmark. Menurutnya, pertanyaannya adalah apakah Denmark sekarang akan dapat bergabung dengan beberapa operasi AS, Inggris, dan Prancis di Celah GIUK, wilayah laut besar antara Greenland, Islandia, dan Inggris, yang dipandang sebagai choke point Angkatan Laut.

Menteri Pertahanan Denmark Trine Bramsen menyambut baik pengadaan tersebut, dengan alasan “memburuknya situasi geopolitik” yang mendorong Denmark untuk meningkatkan kemampuannya di Atlantik Utara.

Pada akhir Agustus 2019, Denmark memutuskan untuk menempatkan kembali 4 Jet tempur F-16 untuk “membantu mempertahankan kedaulatan udara” di wilayah Baltik, yang oleh Menteri Luar Negeri Sosial Demokrat Jeppe Kofod disebut “sinyal yang jelas dari solidaritas aliansi NATO”.

Empat pesawat F-16 Denmark dan awak yang menyertai sekitar 60 orang akan dikirim ke Baltik selama 3 bulan sebagai bagian dari misi  Baltic Air Policing NATO. Negara-negara Baltik tidak dapat mengawasi wilayah udara mereka sendiri karena mereka kekurangan Jet tempur.

Tinggalkan komentar