Sep 102017
 

KRI Nagapasa TNI AL (TNI AL)

Jakarta – Program pembinaan kemampuan pengembangan teknologi industri pertahanan dalam negeri sangat mendapat perhatian dari Pemerintah baik dari Menteri Pertahanan maupun Presiden RI, agar Indonesia mampu mewujudkan dan mencapai cita-cita kemandirian industri pertahanan.

Untuk mempercepat kemandirian industri pertahanan, maka Pemerintah melalui Kementerian Pertahananan terus melakukan berbagai upaya diantaranya dengan mengoptimalkan kesepakatan – kesepakatan kerja sama di bidang industri pertahanan yang telah dicapai dengan pihak dan mitra luar negeri dalam hal ini negara sahabat.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Dirjen Pothan Kemhan) Dr. Sutrimo Sumarlan saat memimpin Serah Terima Jabatan (Sertijab) dan Pelatikan Pejabat Eselon III dan IV di lingkungan Ditjen Pothan Kementerian Pertahanan, Jakarta, 8/9/2017.

“Tantangan tugas Kementerian Pertahanan di bidang pembinaan industri pertahanan dalam negeri akan semakin kompleks. Yang paling sulit adalah bagaimana mengimplementasikan kesepakatan – kesepakatan yang telah dicapai”, jelas Dirjen Pothan Kementerian Pertahanan.

Dalam mengimplementasikan kesepakatan –kesepakatan kerja sama industri pertahanan itu, Kementerian Pertahanan akan terus melakukan upaya koordinasi dengan kementerian/lembaga di dalam negeri, maupun dengan perwakilan atau keduataan negara sahabat atau Kementerian Pertahanan negara sahabat yang telah menjalin berkerjasama di bidang industri pertahanan.

Adapun upaya lainnya dalam rangka mempercepat kemandirian industri pertahanan, saat ini Kementerian Pertahanan sedang menyusun pemetaan atau gambaran industri pertahanan dalam negeri untuk lima sampai sepuluh tahun mendatang. Dengan pemetaan ini, maka ke depannya industri pertahananan dalam negeri akan lebih memiliki arah yang jelas.

Kementerian Pertahanan selaku pembuat kebijakan juga terus melakukan komunikasi dan sinergi baik dengan pihak produsen industri pertahanan dalam negeri maupun pihak pengguna dalam hal ini TNI.

Hal yang terpenting dalam pembuatan produk – produk Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Apalhankam) adalah bagaimana produk itu dapat diproduksi dengan kualitas terbaik, dibeli dan digunakan oleh pengguna dalam rangka terus memberikan apresiasi, keyakinan dan kepercayaan atas karya putera – puteri Indonesia.

Upacara Sertijab kali ini, Dirjen Pothan Kementerian Pertahanan melantik beberapa Pejabat Eselon III dan IV di lingkungan Direktorat Komponen Pendukung dan Direktorat Teknologi Industri Pertahanan (Dittekindhan) Ditjen Pothan Kemhan).

Sertijab ini bagian dari upaya peningkatan kinerja Ditjen Pothan Kementerian Pertahanan agar mampu mengimplementasikan tugas, peran dan fungsinya secara optimal sesuai dengan dinamika tantangan tugas ke depan.

Pejabat Esleon III yang dilantik adalah Drs. Teguh Wibowo, M.M., sebagai Kasubdit Sarpras Ditkomduk Ditjen Pothan Kemhan, Kolonel Cpl. Mirad Fahri, MSc., sebagai Kasubdit Dagunkermaindhan Dittekindhan Ditjen Pothan Kemhan dan Kolonel Tek. Dedy Laksmono, S.E., S.T., sebagai Kasubdit Inhan Dittekindhan. (Kemhan.go.id).

  14 Responses to “Siasat Mempercepat Kemandirian Industri Pertahanan”

  1. Judul nya aja beda, tp isi nya ya ga jauh2 dr berita yg lalu2..intinya kemandirian bangsa di bidang alutsista dlm hal ini kapal selam….

  2. Min mau tanya, MEF 2 yg sudah terealisasi apa saja ya?

  3. Siasat mempercepat Gorengan? Bukan yah:lol:
    Iya Ane pun berharap besar industri pertahanan indonesia mandiri… Karena pastinya lebih enak kalau bisa bikin sendiri contohnya yah proyek IFX… Rencananya juga kan kalau terealisasi indonesia bisa dapet 80 pespur gen 4+ banyak kan… Kalau beli gorengan mah ga mungkin sebanyak itu wkkk… Makanya di doain berhasil kalau da yg mendoakan IFX gagal itu orang otaknya somplak

  4. siasat pertama munkin cyduk dahulu sales2 liar yg tak memegang izin

  5. Tergantung kerja sama dgn siapa, kalau secara mandiri gak mungkin

 Leave a Reply