Oct 192018
 

Tujuan dari pelaksanaan sidang tahunan ini adalah untuk meningkatkan kerja sama keamanan antara Filipina dan Indonesia pada permasalahan keamanan yang berada di wilayah perbatasan serta menjaga hubungan harmonis kedua negara.

Surabaya, Jakartagreater.com –  Danlantamal VIII Laksma TNI Ahmadi Heri Purwono dan Eastern Mindanao Command Commander Lieutenant General Benjamin R. Madrigal Junior, Armed Forces of the Philippines sebagai Ketua Delegasi Filipina menandatangani kesepakatan kerjasama dalam Sidang Tingkat Ketua Komite Perbatasan Republik Indonesia – Republik Filipina (RIBC– RPBC) Ke 37 Tahun 2018.

Danlantamal VIII Laksma TNI Ahmadi Heri Purwono  S.E., M.M, yang mewakili Pangkoarmada II selaku Ketua Delegasi Indonesia menandatang kesepakatan kerjasama tersebut oleh pada Rabu 17-10-2018 bertempat di Auditorium Puslat Kaprang, Kolat Koarmada II. Ujung Surabaya.

Kesepakatan antara Indonesia dan Filipina telah dimulai pada tanggal 4 Juli 1956 dalam bidang ekonomi berupa persetujuan lintas batas (Border Cross Agreement).

Kemudian, pada 11 Maret 1975, dikembangkan melalui perjanjian dan patroli perbatasan antara Indonesia dan Filipina ditandatangani dengan mengembangkan kesepakatan melalui Border Patrol Agreement dan Border Crossing Agreement sebagai revisi atas kesepakatan sebelumnya.

Adapun tujuan dari pelaksanaan sidang tahunan ini adalah untuk meningkatkan kerja sama keamanan antara Filipina dan Indonesia pada permasalahan keamanan yang berada di wilayah perbatasan serta menjaga hubungan harmonis kedua negara.

Sidang ini dibagi menjadi 2 sub komite yang mempunyai agenda diskusi masing-masing yaitu sub A bidang patroli Perbatasan dan Komunikasi, sub B bidang Intelijen dan Perlintasan Perbatasan yang tergabung dalam Technical Working Group on Maritime and Ocean Concerns yang membahas tentang masukan untuk revisi perjanjian patroli perbatasan dan pelintas batas tahun 1975.

Danlantamal VIII dalam sambutannya menyampaikan, momen berharga konferensi komite perbatasan ke-37 hari ini berjalan dengan baik sesuai agenda yang sudah diusulkan oleh masing-masing negara.

Dan dalam diskusi hari ini diharapkan akan mencakup semua pemecahan permasalahan yang ada di perbatasan Filipina dan Indonesia, sehingga hasil kesepakatan tersebut mendapat persetujuan dalam penutupan komite perbatasan ke-37 dengan baik.

“Oleh karena itu, keterlibatan secara penuh dan tindakan nyata dibutuhkan untuk mengatasi semua permasalahan perbatasan. Kita lebih bekerjasama untuk memastikan semua kesepakatan yang telah tercapai dalam konferensi ini dapat tersosialiasasikan dan terlaksana untuk mengatasi permasalahan perbatasan Filipina dan Indonesia”, Lanjutnya.

Selamat kepada perwakilan dari Filipina dan Indonesia atas pencapaian hari ini. Besok seluruh delegasi dapat menyegarkan pikiran dengan melaksanakan city tour ke Malang dan Surabaya maupun olahraga bersama setelah menghadapi jadwal yang padat.

Sedangkan Lieutenant General Benjamin mengatakan, sangat bersyukur dan bangga telah berhasil membuat kerjasama dalam rangka mencari kesepakatan untuk kepentingan keamanan maritim kedua negara.

Menjadi Co-Chairman, memungkinkan saya untuk berbagi pikiran atas signifikasi yang telah tercapai dalam konferensi ini, tentu saja harus memastikan pelaksanaan prioritas yang ditransparasi dan banyak tantangan menghadapi lingkungan maritim seperti perbatasan, kejahatan di laut, lintas laut perdagangan global dan pariwisata.

Setelah dilaksanakan penandatanganan hasil sidang ketua komite perbatasan RI-RPBC oleh Ketua Delegasi Indonesia-Filipina, secara resmi kegiatan tersebut ditutup dengan penyerahan agenda kesepakatan yang telah ditandatangani, penyerahan cinderamata dan dilanjutkan dengan foto bersama.

Hadir dalam acara tersebut diantaranya, Delegasi Indonesia yaitu Ketua Komite Sub A yaitu Danguskamla Koarmada II Laksma TNI Kisdiyanto, Ketua Komite Sub B Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Joseph Roberth Giri, S.I.P., Wakil RPBC Commander of Naval Force Eastern Mindanao, Commodore Ramil Roberto Enriquez AFP, Delegasi dari Indonesia dan Filipina, serta undangan lainnya. (Dispenkoarmada II)

  One Response to “Sidang Ketua Komite Perbatasan RI-Filipina Tahun 2018”

  1.  

    Berkenaan mengenai perbatasan dengan Filipina.. Saya jadi ingin memberi masukan kepada jajaran TNI.. Disaat Palu yg akan menjadi rumah kapal selam kita,namun belum ada konfirmasi akankah tempatnya akan dipindah ato tidak.. Saya hanya menyarankan supaya juga diperhatikan.. Kita di Barat memiliki Kepualaun Natuna,disisi Timur mungkin dari kita belum banyak yng tau. Pulau Karakelong.. Nah,lebih baik untuk itu.. Kita bangun armada Timur diujung di kepulauan Karakelong yg berbatasan langsung dengan Filipina..

 Leave a Reply