Siluet Jet Tempur Sukhoi Indonesia

254
492

image

Ada informasi menggelitik yang disampaikan warjagers Loki, terkait kedatangan pesawat Angkut Antonov ke Indonesia. Kenapa saya sebut di Indonesia, karena di sisi kanan gambar ada pesawat Boeing 737 TNI AU, ada berseragam PDH TNI AU. Selain itu cone, cat strip pembuatas jalan, juga ciri khas instansi militer.

Nah yang menarik ada dua pesawat tempur Sukhoi yang menjadi background dari pesawat Antonov yang datang. Kedua pesawat itu terlihat sebagai siluet. Siluet ini terbentuk karena intensitas cahaya matahari sangat tinggi saat itu dan photo diambil dari jauh.

image

image
Gambar siluet dari pesawat yang di kiri, memang agak berbeda dengan SU30 MK ataupun SU 27 TNI AU. Badan pesawat yang kiri agak menyembul, seperti SU 34. Pesawat SU 34 biasanya dipanggil oleh warjagers dengan istilah cocor bebek.

Gambar pembanding: SU 34 Russia
Gambar pembanding: SU 34 Russia

image

image
SU 34 Rusia

Apakah bentuk siluet Pesawat tempur Sukhoi TNI AU seperti cocor bebek SU 34 karena faktor pencahayaan, atau benar adanya, belum ada informasi tambahan.

SU 34 adalah jet tempur varian serang maritim Rusia, yang dikhususkan untuk memburu dan menghancurkan kapal perang permukaan.

SU 34 Rusia
SU 34 Rusia
image
SU 34 Rusia

Tidak ada maksud menggiring opini dalam artikel ini, melainkan hanya sebagai bahan diskusi dan menyaring berbagai informasi yang beredar. (JKGR).

*Thanks photonya Loki

254 KOMENTAR

  1. Info tentang cocor bebek , td ane liat ad yg nanya kelebihan cocor bebek ya …

    Sukhoi Su-34 (kode NATO: Fullback) adalah sebuah pesawat tempur serang berkursi ganda mutakhir buatan Rusia, yang dikembangkan dari Su-27. Pesawat ini direncanakan untuk menggantikan Su-24 ‘Fencer’.

    Sukhoi Su-34 (Russian: ????? ??-34) (untuk ekspor Su-32, adalah pesawat tempur-bomber dan pesawat serang canggih. Pesawat yang oleh NATO diberi nama Fullback ini, sebenarnya memiliki nama resmi Platypus dan di rancang untuk menggantikan Sukhoi Su-24. Pesawat tempur-bomber dari varian Sukhoi Su-27, yang untuk versi ekspor dikenal dengan SU-32, mulai dikembangkan oleh Uni Soviet (saat ini Rusia) pada tahun 1980, dan berhasil terbang pada tanggal 13 April 1990. Rusia mulai memproduksi SU-34 dengan skala penuh pada 2008 di pabrik pesawat Novosibirsk, anak perusahaan Sukhoi Aircraft Holding.

    Versi khusus pesawat tempur serang dari Su-27 mulai dikembangkan Sukhoi pada 1980-an dengan nama T-10V. Pesawat ini pertama kali terbang pada tanggal 13 April1990. Penamaan resminya adalah Su-27IBIstrebitel Bombardirovschik, “Tempur Pengebom”). (IB:

    Pesawat ini mempunyai kursi ganda dengan konfigurasi berdampingan (side by side) dan di proyeksikan sebagai pesawat tempur maritim, dengan daya jelajah tanpa re-fuelling mencapai 4.000 km dan dengan 3 kali re-fuelling mampu menjelajah hingga 14.000 km, sangat cocok untuk pesawat tempur maupun patroli maritim yang membutuhkan daya jelajah yang cukup luas. Pesawat ini mampu menyerang sasaran dalam berbagai keadaan cuaca, siang atau malam.

    Salah satu keunikan dari pesawat Su-34 Fullback/Platypus ini adalah pengutamaan kenyamanan bagi para penerbangnya seperti penggunaan pressurization dengan air conditioning system pada ruang kokpit dan juga terdapat ruangan untuk beristirahat di belakang kursi pilot. Selain itu juga terdapat kursi pemijat type K-36 bagi kedua pilotnya. Hal ini dikarenakan daya jelajahnya yang cukup jauh.

    Versi khusus pesawat tempur serang dari Su-27 mulai dikembangkan Sukhoi pada 1980-an dengan nama T-10V. Pesawat ini pertama kali terbang pada tanggal 13 April 1990. Penamaan resminya adalah Su-27IB (IB: Istrebitel Bombardirovshchik, “Tempur Pembom”).

    Dirancang berdasarkan Su-27 yang impresif, Su-34 adalah sebuah bomber “berketinggian-rendah” yang didesain untuk menggantikan Su-24. Purwarupa pertama Su-34 adalah pesawat trainer dua-tempat duduk tandem Su-30 yang dimodifikasi, yang merupakan varian dari Su-27, yang di-rekonfigurasi dengan tempat duduk berdampingan dalam sebuah bodi pesawat yang diperlebar. Di dalam hidung pesawat yang diperlebar, terdapat radar terrain-following dan sistem terrain-avoidance yang dibutuhkan untuk penerbangan ketinggian rendah. Selanjutnya, bentuk hidung direvisi menjadi datar dan tajam seperti milik SR71 Blackbird untuk mengurangi cross-section radar pesawat. Seperti Su-27, Su-37 juga memiliki radar yang menghadap ke belakang, terletak di antara mesin untuk melacak target yang berada di belakang pesawat.

    Pengembangan dari Su-27 menjadi Su-34 termasuk pemakaian sistem avionik canggih, penambahan canard seperti pada Su-33, manuverabilitas yang lebih baik, jarak yang lebih jauh, dan peningkatan performa penerbangan ketinggian-rendah. Su-34 pada awalnya dikenal sebagai Su-27IB, yang diharapkan untuk menggantikan pembom Su-24 pada 2010. Varian lanjut dari Su-34 adalah Su-32FN yang dikembangkan untuk penyerangan maritim dan tugas pengintaian. Beberapa laporan menyatakan bahwa Su-34 juga dibuat versi lautnya (mungkin dirancukan dengan Su-33UB) yang dilengkapi dengan mesin yang lebih kuat untuk mengurangi jarak take-off, tetapi varian ini diragukan karena Rusia hanya memiliki 1 kapal induk.

    Ciri-ciri umum

    Kru: Two
    Panjang: 23.34 m (72 ft 2 in)
    Rentang sayap: 14.7 m (48 ft 3 in)
    Tinggi: 6.09 m (19 ft 5 in)
    Berat isi: 39,000 kg (85,980 lb)
    Berat berguna: 8,000 kg (17,600 lb)
    Berat maksimum saat lepas landas: 45,100 kg (99,425 lb)
    Mesin: 2 × Lyulka AL-35F turbofans, 137.2 kN (30,845 lbf) with afterburner masing-masing
    Kinerja

    Laju maksimum:
    High altitude: Mach 1.8 (1,900 km/h, 1,180 mph)
    Low altitude: Mach 1.2 (1,400 km/h, 870 mph) at sea level
    Radius tempur: 1,100 km (680 mi)
    Jangkauan feri: 4,000 km (2,490 mi)
    Langit-langit batas: 15,000 m (49,200 ft)
    Beban sayap: 629 kg/m² (129 lb/ft²)
    Dorongan/berat: 0.68
    Persenjataan

    1 × 30 mm Gryazev-Shipunov GSh-30-1 (9A-4071K) cannon, 150 rounds
    Defensive weapons include the R-27 Alamo, R-73 Archer and R-77 Adder series, with the PESA providing the capability to track ten targets and concurrently engage four with BVR missile shots.
    10 × wing and fuselage stations for up to 8,000 kg (17,630 lb) of ordnance, including Kh-29L/T, Kh-25MT/ML, Kh-25MP, Kh-36, Kh-38, Kh-41, Kh-59M, Kh-58, Kh-31P, Kh-35 Ural, Kh-41, Kh-65S, Kh-SD, 2 Moskit, 3 × Jachont air-to-ground missiles, KAB-500L/KR or KAB-1500L guided bombs, unguided bombs, B-8 rocket pods with 20 × 80 mm S-8 rockets, B-13 rocket pods with 5 × 122 mm S-13 rockets, O-25 rocket pods with 1 × 340 mm S-25 rocket, fuel tanks, EW- and reconnaissance pods.

    http://id.wikipedia.org/wiki/Sukhoi_Su-34

  2. Sisi positifnya bagi saya:
    1. Semakin menggali informasi mengenai flanker family, baik itu su 30 ataupun su 34.
    2. Semakin meningkatkan logika berfikir dan analisa dari sebuah potongan informasi (baik itu info benar ataupun palsu)
    3. Mendapatkan tambahan serpihan – serpihan informasi yang beredar di forum luar, baik itu cuma gosip, bocoran ataupun hoax.

    Soal apakah itu su 30, su 34 ataupun super tunako (dari pendapat mbah bowo), biarlah yang lebih ahli yang menjawabnya. Bagi saya 3 poin di atas sudah cukup. Saran buat para wargers gak perlu terlalu ngotot dengan pendapat masing – masing, mari kita bangun diskusi sehat.

    Trims buat admin, bung loki dan bung penyimak.

    • Bung Riosoka..sama sama bung.
      terus terang saya juga belum yakin bahwa itu fullback SU34…masih 50:50 antara fullback dan su30MK2.. semoga sebentar lagi ada pencerahan dari sesepuh disini biar nggak galau lagi. hehe.. kalo ada yang bilang itu super tukano, hehe.. emang user name tersebut kadang nggak nyambung bung, maklum udah mbah mbah.. 😀