Nov 182016
 
Latihan TNI AD di Natuna

Latihan TNI AD di Natuna

Pulau Natuna sebagai pulau terluar Indonesia, belakangan menjadi sorotan dunia, khususnya Cina. Natuna yang memiliki sumber daya alam berlimpah disebut-sebut menjadi perebutan negara-negara adikuasa. Demi menjaga kedaulatan laut dan darat Indonesia, militer Indonesia mengelar simulasi pertempuran darat di Natuna. Simulasi ini bukan untuk yang pertama kalinya namun untuk yang kesekian.

Analis pertahanan dan alutsista TNI, Jagarin Pane, mencoba menunjukkan maksud di balik simulasi pertempuran darat yang dilakukan menggunakan aneka ragam alutsista dan lebih 4000 prajurit matra darat tersebut. Menurut Jagarin, secara diplomatis, simulasi pertempuran dilakukan di Natuna lantaran letak teretori berada di garis depan, pulau terluar Indonesia.

“Jadi Seluruh matra TNI wajib mendiagnosa detail wilayah perbatasan yang lagi demam sebagai antisipasi. Jawaban militernya, jangan coba-coba menganggu wilayah teritori NKRI, berani masuk digebuk. Jawaban Presiden Joko Widodo lebih sederhana lagi, ini perintah langsung dari saya sebagai Pangti. Ayo para jiran mau ngomong apa,” terang Jagarin lewat opininya berjudul “Kembali Mengasah Pedang” yang diunggah di Blog Pribadinya, analisisalutsista, 2 November 2016 lalu.

Seperti diketahui, kata Jagarin, selama dua pekan ini Natuna didatangi kiriman alutsista dari pulau Jawa. Ada yang lewat laut ada yang lewat udara. Tank Leopard yang bobotnya 63 ton harus dilayarkan dengan kapal ADRI bersama panser Anoa, Tank APC M113, Tank Marder, Tank AMX, Tank Scorpion. Namun, ia menyayangkan pada saat diperlukan kapal khusus angkut tank Leopard KRI Teluk Bintuni 520 masuk dok. Yang menarik MLRS Astross dan artileri 155mm Caesar Nexter bisa diangkut dengan Hercules sehingga mempercepat pergerakan alutsista.

Tidak hanya itu, berbagai jenis Helikopter tempur yang dimiliki TNI AD dikerahkan ke Natuna seperti Heli serbu Mi35, Bell 412Ep, Mi17 dan lain-lain. Begitu seriusnya latihan ini sampai-sampai Penerbad menarik pulang 3 Helikopter Mi17 yang sedang bertugas menjalankan misi PBB di Mali. Heli Mi17 diangkut pulang dengan menggunakan pesawat Antonov langsung ke Halim. Simulasi pertempuran darat ini diyakini akan menjadi unjuk kekuatan yang terbesar dengan pengerahan alutsista modern yang dimiliki TNI AD.

“Dengan pergerakan dan penggelaran alutsista di Natuna, tentu berdampak bagus bagi rasa nasionalisme patriotik warga kita yang berdomisili disana. Dan memang harus begitu, dipertunjukkan bahwa kalian yang berada di garis depan teritori RI ada dalam perlindungan TNI, kalian dipayungi oleh tentara pengawal republik. Siapapun yang ada di perbatasan,” ujar Jagarin.

Cina, lanjut Jagarin, walaupun tidak menampakkan reaksi diplomatik tetapi jujur saja akan mengintip suasana latihan tempur itu. Ini hal yang biasa dalam kacamata militer. Apalagi dengan kecanggihan teknologi satelit dan UAV. Termasuk juga AS dan Singapura akan memantau serius jalannya latihan tempur itu. Latihan antar satuan tempur TNI AD melibatkan batalyon kavaleri, artileri, infanteri mekanis, arhanud, zeni tempur, raiders, penerbad. Ini juga menguji kesiapan interoperability sistem komunikasi, koordinasi dan persenjataan.

“Nilai tambah latihan tempur TNI AD yang dijadwalkan dimulai tanggal 10 Nopember 2016 ini akan kembali disaksikan oleh Presiden Jokowi bersama seluruh Gubernur di Indonesia. Ini juga bagian dari pesan jelas itu bahwa Natuna bagian NKRI. Para Gubernur datang untuk merasakan suasana pertempuran di Natuna. Kalau itu terlaksana maka hanya selang waktu satu bulan Presiden kita kembali lagi mengunjung Natuna. Bukankah ini sebuah pesan yang jelas,” ungkapnya.

Jagarin memaparkan analissnya bahwa, berbagai skenario jalannya pertempuran memang sudah disetting. Misalnya kalau “doktrin berani masuk digebuk” lebih banyak dijalankan oleh TNI AU dan TNI AL maka skenario “musuh sudah masuk baru digebuk” jelas menjadi domain TNI AD. Musuh yang masuk lewat sebuan pantai akan dijegal oleh tank Leopard dan kawan-kawan. Skenario serangan udara musuh maka Arhanud akan berperan memuntahkan rudal jarak pendeknya. Penerjunan PPRC juga bagian dari serial latihan besar ini.

“Tetapi jujur saja, untuk ukuran republik yang luas ini, kuantitas dan kualitas alutsista TNI masih belum memadai termasuk sebarannya. Masih banyak yang harus ditambah dan disebar. Pembangunan pangkalan militer di Natuna yang sedang berlangsung tentu memerlukan banyak isian alutsista untuk ditempatkan disana. Juga di tempat-tempat lain seperti Biak, Saumlaki, Sorong, Kupang, Tarakan,” kata Jagarin.

Masih dalam analisa Jagarin, jika pemerintah dengan dorongan kuat parlemen menjalankan program anggaran pertahanan berbasis PDB maka dalam lima tahun ke depan isian alutsista yang dibutuhkan (bukan yang diinginkan lho) dapat terpenuhi. “Alhamdulillah untuk anggaran tahun 2017 diperlihatkan awal korelasi berbasis PDB dengan koordinasi yang baik antara Menkeu, Menhan dan DPR. Kemhan mendapat alokasi anggaran sebesar 108 trilyun, ini yang terbesar,” ucapnya.

Jadi pembangunan pangkalan militer Natuna berjalan sesuai rencana. Dua tahun lagi selesai dan wajah pangkalan itu “bolehlah”. Ada bunker kapal selam, ada bunker jet tempur, ada rudal SAM jarak sedang, ada UAV, ada radar tiga dimensi, kapal perang striking force. Sementara di tempat lain republik ini isian alutsista akan terus berdatangan dalam tahun-tahun mendatang. Latihan militer skala besar bisa berjalan dengan mulus. Tentu semua ini akan mematangkan dan memantapkan profesionalitas prajurit TNI.

“Karena Natuna ada di garis depan yang paling tinggi nilai ancamannya maka wajar dong pulau itu dibentengi dengan kekuatan militer yang besar. Termasuk kegiatan latihan militer seluruh matra TNI, adalah dalam rangka membiasakan suasana dan pengenalan medan garis depan. Kekayaan sumber daya alamnya harus dijaga dan dilindungi. Lebih dari itu kedaulatan dan kewibawaan teritori NKRI adalah segalanya. Jadi sering-seringlah mengasah pedang di teritori Natuna,” ujar Jagarin menutup analisisnya.

Sumber : Nusantaranews.co

Bagikan:

  38 Responses to “Simulasi Pertempuran Darat di Natuna”

  1.  

    Semoga bukan kesadaran nasional yang terlambat .

  2.  

    Mantep semaga tni semakin hebat

    •  

      Kalo ini mah simulasi perang tahun 1900-an.
      simulasi yang tertinggal 1 abad…

      Simulasi perang sekarang adalah:

      simulasi melawan pesawat pesawat tempur..
      simulasi merontokkan drone-drone yang membawa rudal,
      simulasi menghadang puluhan rudal yang ditembakkan 1000 mil dari sasaran
      simulasi untuk menghantam kapal2 pembawa rudal jelajah yang jauhnya 1000 mil
      simulasi memanipulasi kondisi darat untuk menipu drone-drone spy ataupun satelit spy dari atmosfir.
      simulasi merontokkan satelit2 militer yang mengorbit di angkasa indonesia..

      Tuh simulasi perang yang ter – update…..

  3.  

    Siap

  4.  

    Jayalah NKRI, bersatulah dan jangan terpecah belah

  5.  

    Tes

  6.  

    Kalau pake apliikasinya comenya lebih mudah.oh..iya kalo komen kaya gini dilihat para petinggi militer nggasi.balas siapa saja.

  7.  

    Mantep banget nih ampe heli serbu dipanggil pulang hehehehehe

  8.  

    (..sudah alhamdulillah diberi MBT,astros,caesar,marder..)

    yang beri siapa ? sinterklas ? itu dibeli pake uang rakyat kok..

  9.  

    Owh…pane ini yg mimin nya analisisalutsista toh….
    Pantes ga doyan alat timur dn hoax…wkwkwk

  10.  

    (…Begitu seriusnya latihan ini sampai-sampai Penerbad menarik pulang 3 Helikopter Mi17 yang sedang bertugas menjalankan misi PBB di Mali. Heli Mi17 diangkut pulang dengan menggunakan pesawat Antonov langsung ke Halim…)

    jika RI sudah menyumbang pasukan perdamaian, peralatan transportasi dsb harusnya dari negara2 lain yang tidak mengirimkan pasukan, bagi2 tanggung jawab untuk perdamaian dunia…

    lain kali jangan mau lagi seperti ini..

  11.  

    Selanjutnya NKRi invasi malaya singaporno

  12.  

    Bakal makin besar nih anggaran buat alutsista. Agar maksimal beli alutsistanya mungkin sebaiknya satu tahun anggaran hanya untuk satu angkatan bergantian tiap tahunnya. Mis 2017 AL trus 2018 AU, 2019 AD begitu seterusnya gantian. Bisa beli banyak alias borong….

  13.  

    Buat pak panglima… mending invest payung anti rudal jelajah yg bnyk… pulau natuna itu jumlahnya banyak dan kecil2

  14.  

    Setuju bung jojok, banggalah pada negara sendiri. apapun itu, jaman mbah saya jarang ada warga ngejek tni, “hanya pake ini, hanya pake itu”.
    Aku bangga NKRI, jika dirasa kurang marilah kita sebagai praktisi pendidikan

  15.  

    Waahhhh….ngeliat alutsista yg berdatangan terus sampe sekarang buat saya bangga. Alutsista TNI sdh pada dimodernisasi sedikit demi sedikit semuanya. Infrastruktur di Natuna utk militer pun sdh dibangun. Jalan2 dibangun dng kuat sehingga tahan thd lalu lalang tank leopard yg bobotnya berat
    Terima kasih saya ucapkan sbg anak bangsa atas kerja pemerintah sebelumnya sehingga TNI makin disegani……xixixi

    Monggo

  16.  

    Yang penting TNI AU sehabis bitu TNI AL yg Harus diperkuat! Anggaran TNI AU harus lebih besar puluhan kali lipat….

  17.  

    Buat temen2, ane kasih tau suatu hal.

    Buatlah kekuatan yang kuat terlihat lemah dan buatlah kekuatan yang lemah terlihat kuat dimata musuh..

    Buatlah kekuatan yang dekat terlihat jauh dan kekuatan yang jauh terlihat dekat dimata musuh…

    Kenalilah dirimu dan musuhmu dengan baik, maka kamu akan selalu memenangkan seratus pertempuran…
    Jika Kamu hanya mengenali dirimu tapi tidak mengenali musuhmu maka bisa saja kamu menang dan bisa saja kamu kalah….
    Dan Jika kamu tidak mengenali siapa dirimu dan siapa musuhmu maka sudah dipastikan kamu akan kalah….

    Itulah pedoman kuno yg sekarang sedang diterapkan oleh TNI dan Pemerintah kita menghadapi segala ancaman yg ada.. Jadi janganlah kuatir tentang kekuatan kita, masalah alutsista dan sebagainya.

  18.  

    Anggaran militer perlu di tambah lagi….musuh jika mau serang Indonesia, pasti serangan pertama lewat laut dulu, di tambah serangan rudal laut ke darat, atau dari darat (tempat negara musuh) ke darat (wilayah NKRI) menggunakan rudal kendali juga. Serangan kilat pertama ini yang perlu kita antisipasi dulu, adakah peralatan militer kita bisa mencegah dan menghancurkan serangan ini? Lalu serangan kedua adalah penyusupan dan invasi ke darat. Indonesia harus bisa memastikan bahwa musuh akan membobol lewat jalur mana saja, itu yang harus kita cermati dan waspadai. Ketiga, mereka selalu curang, satelit terus memonitor gerak gerik militer kita, saatnya mencari orang-orang yang handal menghancurkan citra satelit mereka, mata satelit ini sangat berbahaya, dan jangan sampai basis militer kita mereka tahu, ini juga sangat berbahaya, ini yang tidak kita ketahui. Jika kita lihat Syria dan Irak, bgaimana mereka tahu dan cepat bisa merebut basis militer serta pangkalan militer mereka? jawabnya adalah pake cara ketiga itu, citra satelit.

  19.  

    Mantap ndan apalagi indonesia nantinya mandiri dalam produksi senjata maka kita akan semakin di disegani

  20.  

    Sdh jelas latihan di natuna dtujukan ke siapa

  21.  

    ini doktrin jaman PD 2 musuk masuk baru digebuk..sekarang yang begini sudah ketinggalan jaman..ibarat kata pepatah sedia payung sebelum hujan, NKRI punya payung tapi kecil gak ckup untuk melindungi seluruh wilayah..apalagi kita sudah dikepung 15 pangkalan militer. Peperangan saat ini adalah dari satelit mengincar objek vital, trus rudal meluncur…negara barat ketawa lihat peralatan begini.
    .Buat pemerintah saat ini strategi militer harus dirubah, harus merubah pola pikir mencegah lebih baik dari pada mengobati..tni ad sudah cukup kuat, yang perlu diperkuat adalah perlindungan payung udara, dan pertahanan laut.
    Dalam pertempuran yang mungkin terjadi 103 leopard gak akan mampu mampu melawan F35 Hhehehe..ditunggu edisi su 35

  22.  

    owalah, senjata baru doktrin lama, seumpama kakek kakek pakai celana jeans. ibarat perang ala PD ll namun senjatanya pakai tank leopard :b .

  23.  

    Meskipun ujung2nya perang darat, TNI hrs lebih memperkuat pertahanan laut & udara. Bagaimana kita bisa melakukan mobilisasi & pergeseran kekuatan darat kalau ruang udara & laut nya dikuasai musuh ?

  24.  

    wow ada tank Leopard … tank ini sangat disukai pak JKW …

  25.  

    @ Bung Kaizer: Kalo indonesia dilempar nuklir gak mempan ya lempar aja isu SARA. Kasih senjata dan pendanaan, selesailah sudah. Kasus Pasca 98 seperti Ambon, Poso, Sampit, dan yg terakhir 411 kemarin anda bisa bayangkan akhirnya seperti apa kalo tidak dikontrol dg baik kan.

    •  

      bener bung.
      kalo menghadapi INDONESIA dengan cara frontal gag bakalan mudah. bangsa ini gag keberatan jika harus merasakan kembali kejadian 72 tahun silam.
      makanya sekarang SARA jadi senjata paling ampuh buat hancurkan bangsa ini ketimbang kalibr, exocet, pak sarmat ato apalah2 yg lain.
      tapi insya allah jika pemimpin sekarang dapat mengambil keputusan dengan bijak maka apa yang para warjager inginkan saat ini akan terealisasi semua.

      insya allah

 Leave a Reply