Sep 022016
 

TNI Angkatan Laut berhasil menangkap kapal MT Angeline 2 yang diduga terlibat kasus BBM ilegal, di perairan utara Lagoi Pulau Bintan, Kepulauan Riau. Saat ditangkap, kapal tanker tersebut sedang berlayar dari Kuantan menuju East OPL, dengan membawa muatan BBM 300 ton tanpa dilengkapi dokumen resmi. Selain itu, kapal tersebut juga berlayar tanpa nakhoda dan tidak memiliki Jurnal Log Book.

Penangkapan MT Angeline 2 dilakukan oleh tim Western Fleet Quick Response (WFQR) 4 Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang bekerjasama dengan Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar).

Komandan Lantamal IV Laksamana Pertama (Laksma) TNI S. Irawan, mengatakan bahwa kapal MT Angeline 2 merupakan target operasi dari Tim WFQR 4. “Tim WFQR 4 akan membongkar sindikat internasional BBM illegal yang telah merugikan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Penangkapan kapal MT Angeline 2 bermula dari hasil tracking terhadap alat komunikasi yang digunakan oleh salah seorang kru kapal. Tim WFQR 4 kemudian melakukan koordinasi dengan Guskamla Koarmabar, yang ditindaklanjuti dengan menggerakkan KRI Siribua-859 dan KRI Alamang-644 untuk melakukan patroli guna memeriksa sektor yang dekat dengan Traffic Separation Scheme (TSS).

Dari hasil penyisiran, KRI Alamang-644 berhasil mendeteksi keberadaan MT Angeline 2. Setelah diamankan, kapal tersebut kemudian dibawa ke dermaga Tanjung Uban untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Sumber: poskotanews.com

Bagikan:
 Posted by on September 2, 2016