Feb 132018
 

Jet tempur siluman F-35 Lightning II terbang perdana di Edward AFB. ©U.S. Air Force via wikimedia.org

JakartaGreater.com – Pemerintah Singapura sedang mengevaluasi untuk membeli jet tempur generasi kelima F-35 dari AS, kata eksekutif Lockheed Martin pada hari Kamis disela-sela berlangsungnya Singapore Airshow, seperti dilansir dari Defense World.

“Mereka, saya kira, tengah serius mengevaluasi F-35 dan juga platform lainnya yang saya yakin. Ketika mereka siap, kami akan merespon”, kata Wakil Presiden Eksekutif Lockheed Internasional, Rick Edwards kepada Reuters.

Jet siluman F-35B “jump jet” dipajang pada Singapore Airshow yang berlangsung dari tanggal 6 – 11 Februari.

Menurut laporan tersebut, pemerintah Singapura sedang dalam diskusi awal dengan Lockheed Martin untuk varian F-35B versi take-off pendek dan landing vertikal, yang disebut cocok untuk lingkungan dengan lahan terbatas.

Kepala Staf Angkatan Udara Singapura Mervyn Tan menyebut bahwa negara itu kini sedang mempelajari F-35 sebagai bagian dari rencana jangka panjang, Straits Times melaporkan pada hari Senin.

Namun, Richard Aboulafia, seorang analis penerbangan dari AS dan wakil presiden di Teal Group, mengatakan kepada Defense News, bahwa Singapura kemungkinan akan bergabung dengan klub F-35 dalam 10 tahun ke depan.

Aboulafia menggambarkan pasar Asia menjadi yang terkuat, yang menyatakan bahwa sampai tahun 2015, Jepang, Korea Selatan, Australia dan Singapura merupakan negara yang membeli pesawat militer dengan harga satuan diatas $ 50 juta, disamping Israel dan Arab Saudi.

Jet tempur siluman F-35 Lightning II memiliki kecepatan tertinggi 1,6 Mach dan dapat membawa persenjataan seberat 18.000 pound (8,182 kilogram). Salah satu varian F-35 memiliki kemampuan untuk mendarat secara vertikal, seperti helikopter.

  89 Responses to “Singapura Pertimbangkan Beli F-35 Lockheed Martin”

  1.  

    Jika singapura beli f 35 kita min hrs punya j 31 dan psu s 400 dan su 35 hrs jadi

  2.  

    Beli radar anti pesawat siluman jgn lupa hehe

  3.  

    Ada Varian f-35 yang bisa landing VERTIKAL. Hhmmmhmm..! Cukup menarik.!

    Lapor min. Spertinya ada rekan KOPASSUS yang gugur di Distrik SINAK . Kab puncak – papua..

    Semoga amal dan ibadahnya di terima disisi allah swt. Amin

  4.  

    Kalau mereka beli F-35, kita beli anti dotnya, S-400. 10 tahun lagi saya yakin ekonomi indonesia semakin baik, kalau hanya S-400 5-10 batrei pasti langsung cash. ngk pakai kredit2an atau imbal dagang.. xixiixi..

    •  

      alhamdulillah , akhirnya Spore memutuskan F35.
      Saya malah senang dengan putusan ini, kenapa ?… karena bakal mengurangi ancaman kita.
      F35 sangat mengandalkan BVR dan lemah dalam dogfight.
      Rudal BVR dan AESA F35 akan efektif menghadapi musuh di 100-150 KM, yang artinya itu pespur baru akan takeoff dan belum sempat BVR, harus sudah melakukan dogfight di selat Malaka yang juga merupakan titik lemah F35.
      Kecuali , nih pesawat di titipkan ke negara lain (ausie) seperti rumor selama ini.

      •  

        Menarik. Dog fight bisa terjadi bila minimal Su-35 ditempatkan diatas Natuna atau Pekanbaru. Kemampuan Ibris E memang bisa mendeteksi obyek dg RCS 0,01m2 dari jarak 90 km. Walopun kemampuan refleksi dan RCS F-35 berbeda antara sisi depan dan samping, tapi RCS F-35 bisa mencapai 0,005. Masih cukup sulit bagi Su-35 untuk mendeteksi F-35 dari jarak jauh. Ntah kalo Su-35 pake radar Byelka yg merupakan pengembangan dari Ibris E. Saya belum tau kemampuan radar terbaru tersebut secara spesifik. Radar kita juga masih belum bisa mendeteksi RCS sebesar 0,01 hingga 0,005 dari jarak sejauh 50 hingga 100 km. Butuh upgrade radar yg dimiliki Satrad di d area Selat Malaka dan Natuna untuk mendeteksi sebuah pesawat siluman.

        Beberapa analis termasuk perkiraan analisis saya bahwa Singapura akan menempatkan F-35 B mereka didalam bunker kuat anti rudal bunker diantara gedung bertingkat mereka. Terbang diantara gedung bertingkat akan berguna untuk menghindari deteksi pencari panas musuh.

        Disisi lain, seperti dugaan Bung SP, Singapura bisa juga ditempatkan pada pangkalan diluar negeri khususnya di Australia. Dan platform yg kemungkinan besar dipake adalah LHD Endurance 160/170 buatan ST Marine. Mengapa tidak langsung terbang dari pangkalan utama Tindal/Christmast misalnya. Menurut saya itu bakal bisa ditebak musuh darimana arah serangan, posisi dan juga jarak jangkau F-35 yg tidak panjang. Berbeda bila Singapura menggunakan LHD untuk meluncurkan F-35 B. Akan menjadi masalah ekstra bagi kita untuk waspada dan mencari dimana kapal LHD Singapura. Apalagi kita hanya pesan 11 unit. Jelas takkan sebanding dg puluhan F-35 yang akan dipesan oleh Singapura. Itulah kenapa Aussie juga sudah mengakuisisi 2 LHD Canberra class untuk membawa F-35 mereka. Entah kalo petinggi TNI dan Kemenhan mulai memesan S-400/300 untuk melengkapi NASAMS. Hanya saja untuk saat ini, bahkan tak ada hanud yg mumpuni untuk melindungi Satrad 212 Congot dari ancaman di selatan. Satrad 212 jelas sebagai backup utama bagi lanud2 besar di pulau Jawa seperti Iswahyudi, Abdurrahman Saleh, Adi Sucipto, NYIA, hingga Halim, Husein Sastranegara, dan Kertajati.

        Makanya saya lebih menekankan bahwa kita minimal harus punya kapal induk ringan seperti LHD yg bisa difungsikan sebagai kapal induk bagi pespur dg kemampuan SVTOL seperti F-35 B khususnya untuk mengerahkan tambahan armada pada flash point yg dirasa urgent untuk dilindungi seperti Pantai Selatan dan Samudra Hindia.

        •  

          Alhamdulillah antidotnya sdh dipersiapkan…..

        •  

          Salah satu antidotnya akusisi si cocor bebek atau su-24 selain penambahan kasel.. Karena utk akusisi growler sangat kecil..

        •  

          lah ngapain ngintip F35 singaporno pake radar pesa???

          kebagusan kali, cukup beberapa orang marinir pake teropong jauh mangkal di batam, bintan, dan pulau2 lain sekitar sambil nyorot laser sebagai targeted point, sukhoi mah tinggal tunggu laporan baru take off he…he…he….

        •  

          Indonesia ndak butuh kapal induk apapun kelasnya, karena negara kita banyak di kelilingi pulau2, yang wajib ada adalah satuan pertahanan Rudal di perbanyak dan di upgrade. Wajib perlu di waspadai sekarang adalah armada pasifik sekutu (AS dan bolo2nya) mulai menguat, ada penambahan kekuatan tempur di sana, entah untuk isu LCS atapun north korea. Si kutu kupret trump sudah menyetujui anggaran militer untuk penambahan kekuatan di wilayah pasifik akhir2 ini. Bagaimana dengan respon Indonesia? diam2 saja atau perlu segera mewujudkan armada 3, benar2 terwujud di wilayah timur?

  5.  

    RI kapan beli pespur Gen-5 untuk mengimbangi tetangga punya, bukan latah lho! SU-35 aja masih blm jelas perkembangan pastinya.

  6.  

    Pespur Gen 4,5 hanya akan dan akan. Apalagi gen 5

  7.  

    Ada kabar angin kalau untuk pengganti F5 kemungkinan bakal diundur dan digabung dengan pengadaan 2 skuadron air superiority sesudah 2024.

    Kalau kabar itu benar, jadi nanti sekaligus akan ada pembelian 3 skuadron air superiority sesudah 2024.

    Namun pengadaan 3 skuadron workhorse baru untuk koopsau III dan pengadaan 1 skuadron gemuk untuk interceptor kohanudnas bakal tidak terbendung.

    Anggap saja dana untuk 3 skuadron workhorse dan 1 skuadron interceptor kemungkinan sedang disiapkan.

    3 skuadron workhorse kandidat utama 48 – 50 unit Viper.

    1 skuadron gemuk interceptor kandidat utama 24 – 28 unit gripen c/d.

    Jadi pespur medium kita akan ada :
    23 F16 block 32 setara block 52ID
    9 F16 MLU.
    48 Viper
    28 gripen c/d.

    23 + 9 + 48 + 28 = 108 unit

    Untuk mengisi arsenal ke 108 unit pespur ini dibutuhkan minimal :

    108 pespur x 1 rudal x 2 sayap = 216 rudal.

    Nah khan ada tuh dana sebesar USD 1140 juta yang seharusnya dipakai untuk beli pengganti F5.

    Gimana kalau yang USD 1140 juta itu dipakai saja untuk beli 14 unit FA-50 dan 216 rudal AIM-120C7 AMRAAM.

    Apa cukup duit segitu untuk beli 14 unit FA-50 dan 216 rudal AMRAAM ?

    Nah coba kita lihat pembelian 12 unit FA-50 Filipina senilai USD 421 juta.

    421 / 12 = 35 koma dikit dan dibulatkan 35

    Jadi 1 unit FA-50 Filipina senilai USD 35 juta.

    Namun harga segitu tanpa suku cadang hingga pernah Mister Duterte jadi berang gara2 dibeli tanpa suku cadang.

    Oke sekarang kita lihat yang lain, yaitu pembelian 24 unit FA-50 oleh Irak senilai Usd 1100 juta.

    1100 / 24 = 45,83

    Jadi 1 unit FA-50 milik Irak senilai USD 45,83 juta sudah lengkap spare part dan senjata (entah senjatanya apa)

    Sekarang gimana kalau RI beli 14 unit FA-50 dengan nilai pembelian mirip dengan Irak ?

    14 x 45,83 = 641,62

    Jadi nilai pembeliannya usd 641,62 juta.

    Tadi dana yang disediakan adalah usd 1140 juta.

    1140 – 641,62 = 498,38

    Jadi sisanya usd 498,38 juta.

    Menurut buku FY 2015 Program Acquisition Costs by Weapon System yang diterbitkan oleh United States Department of Defense halaman 5-2 (file pdf tersedia di internet) ada tabel untuk pembelian AMRAAM varian AIM 120D, di tabel disebut di tahun 2015 ada pembelian oleh US Air Force sebanyak 200 unit senilai USD 457,9 juta.

    457,9 / 200 = 2,2895 dibulatkan 2,3

    Jadi 1 unit AIM-120D senilai USD 2,3 juta di tahun 2015.

    Sedangkan sekarang tahun 2018 kemungkinan sudah naik harganya. Jadi mungkin saja dengan duit USD 2,3 juta nggak bisa dibelikan 1 unit AIM-120D tetapi mungkin bisa dapat varian yang lebih rendah yaitu AIM-120C7.

    Jadi anggaplah 1 unit rudal AIM-120C7 AMRAAM harganya usd 2,3 juta.

    Tadi sisa uang dari usd 1140 juta sesudah dibelikan 14 unit FA-50 tinggal sisa usd 498,38 juta.

    Jika duit usd 498,38 juta dibagi usd 2,3 juta dapat berapa rudal ?

    498,38 / 2,3 = 216,68 dibulatkan 216 rudal.

    Jadi tepat 216 rudal AIM-120C7 AMRAAM akan melengkapi 108 unit pespur medium RI (masing-masing 2 rudal tiap pespur)

    Jika prediksi ini tepat maka di tahun 2024 akan ada :

    16 Sukhoi
    5 hawk 209
    18 hawk 109
    23 f16 block 52ID
    9 f16 mlu
    48 viper
    28 gripen c/d
    29 fa-50
    15 super tucano

    16 + 5 + 18 + 23 + 9 + 48 + 28 + 29 + 15 = 191

    Tahun 2024 akan ada 191 pespur.

    Tetapi ini baru project AKAN lho.

    Dengan catatan :
    AGW (According God’s Will) alias kalau belum kiamat.

    Kalau keburu kiamat, apa boleh buat….

    Xixixixixi

    •  

      Mungkin kabar angin yg diterima tn phd dari inyong nomor,
      bah, tahan juga tn phd menghirup anginnya, pdhl xeven kmrin sempat pingsan juga, tapi siih ditolong ruskyem, kemudian diberikannya air minum dari dada

      Hahhaahaaaaa

    •  

      Wah gembung, mual mules bung masuk angin karena kebanyakan konsumsi kabar angin.he3

    •  

      Bung TN…

      yang Pasti itu 48 F-16 Viper dan 11 Su-35

      Menhan Mattis ama Dubes Rusia yang bilang sendiri kok..
      48 F-16 Viper Beserta Suku Cadang Mesinnya sudah ada draft Perjanjian Kontraknya..
      11 Su-35 dan opsi tambahan 11 Su-35 (Sesuai Perintah Presiden Joko Widodo Pembelian 22 Unit Su-35) sudah ditanda tangan kok kontraknya

      •  

        bung joe untuk pembelian kapal destroyer 4 unit itu dr negara mana aja kah.?

        •  

          Sesuai Informasi…
          Pengadaan 2 Destroyer Dari Belanda De Zeven Provincien-DZP Class dengan Opsi Tambahan 2 Unit Hingga Menjadi 4 Unit Destroyer DZP Class…

          •  

            Iver dan shivalik batal dong bung joe?? kan shivalik sdh dpt bersandar di tj priok klo ga salah xixix, ato ga itu varyag ya??

          •  

            bukan Batal om Seven…tapi memang tidak ada draft kontrak untuk 2 Kapal tersebut…

            kapal sandar emangnya harus dibeli…. 🙂
            istilahnya kan tuh kapal cuma touring doank…

            apakah ada Touring YZR R25 250cc atau Ninja 250cc lewat dirumah saya terus saya harus beli Motor itu…
            kemungkinan beli (nafsu karena liat kerennya tuh motor) dan tidak dibeli (wong cuma lewat atau menepi cari minuman dingin warung doank)

          •  

            hmm.. berarti kandidat teteup dr londo..ah ane udh gr duluan kirain iver mampir mau di masukin di daftar tunggu..makasih infonya..bung joe .. eh bung megakarti salam

      •  

        Xixixixixi

        Gue khan lagi mancing info

        Tuh keluar juga info 11 unit Su-35 plus opsi tambah 11 unit lagi jadi total 22 unit Su-35.

        Ngomong2 nickname Mega Karti kok lama nggak muncul komentar ya, apa dia salah satu airmin yang sudah tidak ada itu ya ?

        •  

          hahahaa…
          gak apa2 bung kalo ngorek informasi…

          semampu saya untuk menginfokan berita2 update untuk kemajuan TNI demi NKRI yang Jaya…

          Bung Diego…
          saya sudah mengirimkan Artikel melalui Email saya…
          semoga bermanfaat..

          •  

            Saya mah gak percaya kalo bung joe ini adalah madam megakarti….sebelum denger ketawa kih, kih, kihnya

          •  

            Kelihatannya memang bung Joe bukan mega karti.

            Dari bahasanya memang beda.

            Mungkin pemegang nickname mega karti sudah rest in peace dan diganti bung Joe.

      •  

        Klo ada screnshoot ttd lebih percaya,,trims buat infonya bung joe..hehe

      •  

        bagaimana dg UU TOT bung joe… apakah dg belanja bermacam2 kasel tsb baerarti tercapai juga persyaratan TOT…. daoat TOT apa saja dr improve killo class

    •  

      Semua hitungan dan perkiraan dari Bung TN saya anggap sebagai hitungan belaka. Sebuah opini pribadi.

      Sedangkan apa yang disampaikan oleh Bung Joe tak lebih dari HOAX karena dia belum bisa membuktikan link foto dari draft yg dilihat oleh Bung Joe. Ketidak percayaan sama info Bung Joe perlu diterapkan agar tak terjadi Jamaah Ghoibiah MK 2. Apalagi sejak masalah Lontong sekilo sejak 2012 lalu. Pengadaan Destroyer atau Heavy Fregate harus sesuai kontrak dan biasanya diketahui oleh Umum hasilnya. Kalo tiba2 sudah ada kesepakatan tentang DZP tanpa sepengetahuan mekanisme pemilihannya oleh publik bisa jadi itu adalah HOAX atau kalopun benar, ada Kickback disana. Bung Joe harus bisa membuktikan kalo DZP yg memang sudah dipilih oleh Indonesia.

      •  

        Utk sukro su-35 udah fix.. Bentar lagi si jimsul bakal sering negor ente bung dimari.. Xixixixixixixi

        Jatah MEF 2 pengadaan pespur bakal didominasi rusia.. MEF 3 jatahnya pespur barat.. Rusia sifatnya penambahan aja itu juga kalo beneran serius rezim selanjutnya sama pertahanan.. Xixixixixixixi

        Masalah DZP masih jauh dari akan,, si iver yg udah di longok aja masih kagak jelas statusnya.. Yg pasti MEF 2 ini jauh dari harapan yg harusnya udah terealisasi.. User aja udah gregetan.. Wkwkwkwkwk

      •  

        berarti sama juga dengan mengatakan bahwa kemampuan siluman F-35 adalah hoax karena “agato belum bisa membuktikan link foto” tampilan radar yang tidak bisa mengendus pesawat tersebut.

        “Apalagi sejak masalah-masalah” F35 ditemukan, yang dokumennya bergudang-gudang, pengadaan F35 oleh USAF pun berbelit-belit dan beberapa negara membatalkan atau mengurangi pesanannya…

      •  

        selamat pagi bung agato….

        pertama saya memohon maaf jika informasi dari saya dianggap HOAX belaka,,nanti kita lihat saja kedepannya apakah berita yang saya berikan memang HOAX atau berita saya menjadi kenyataan..
        mungkin kesalahan dari tulisan saya karena spec alutsista dan penjelasan tentang alutsista tersebut tidak terlalu baik…
        saya hanya membawa berita dengan bahasa yang enak di baca dan mudah di cerna oleh para warjager (walaupun sebenarnya lebih bagus dengan spec dan bukti minimal draft kontrak)..

        informasi yang saya berikan bisa memberikan resiko bagi saya tetapi saya pun berani mempublikasikan informasi tersebut dikarenakan informasi tersebut akan dipublikasikan sendiri dari Kemhan atau Media Terkait..
        saya pun meminta ijin dan memikirkan sebaik mungkin untuk memberikan informasi tersebut dan pasti informasi dari saya akan ada selisih waktu dengan informasi dari Instansi terkait Alutsista TNI (Mungkin 1 hari – 3 bulan selisih waktunya) dan selisih waktu pemberian informasi tersebut yang lebih cepat itu dari saya..

        kan HAK para warjager untuk bisa menerima artikel/informasi ataupun menyebutkan berita HOAX atau bohong belaka dari saya..

        Intinya saya bukan kaum ghoibiyah ataupun kaum julukan warjager disini…
        saya hanya Kaum masyarakat yang taat pajak dan bela negara…

        terima kasih..

        •  

          Bung joe, itu pilihan destro de zeven provincien DZP class kan frigate ya, knp ga sekalian beli yg destroyer murni bung?? macem shivalik???

          •  

            inilah kita bung seven..
            gembar gembor beli frigate kenyataannya korvet bung tomo class..
            beli frigate kenyataannya light frigate

            bisa jadi real frigate disini jadi light destroyer 🙂

            intinya persenjataannya

          •  

            Apa bung joe ga baca draft kontrak nya ada admiral gorskov gitu?? emang sih DZP class senjata mantap,,tp kurang panjang, cuma 144m dan namanya masih frigate, jd kurang gahar titel nya,..

          •  

            untuk rusia masuk di rencana alutsista heavy fighter,khusus marinir,amunisi,kapal selam..
            untuk china rudal,wine loong,ciws kapal patroli..
            untuk nato medium fighter,kapal perang,pesawat angkut,kapal selam,heli,kendaraan lapis baja,rudal

          •  

            @Joe WM

            Maren gembar-gembor beli Iver, kenyataannya yg bakal datang adalah “M class replacement yg 4000-an ton/damen” ye bang joe…

          •  

            Padahal Pak RR sudah 2x ke Denmark lho.

          •  

            Tetep aja kurang yakin kalo RI bakal beli Iver apalagi LCF aka De Seven class…melihat progres melengkapi persenjataan pada PKR dan Improved CBG.

            Rasanya mubazir banget punya AAW kalo tidak bisa melengkapinya dg persenjataan yg kumpli…walopun kapalnya OKE-OKE, jadinya kesimpulan saya yg lebih sesuai antara M Class Repalcement/Damen atau Belharra/NG

        •  

          Trus bung joe mau memberikan info terupdate apalgi skr? silahken jabarkan dimari bung joe.,,biar jkgr ini senantiasa ramai dan hiruk pikuk.,,komen anda dipersilahken,..

          •  

            sudah saya kirim ke admin jkgr…
            3 artikel yang sudah saya kutip dari sebelah…

            semoga bermanfaat..

          •  

            Thx bung joe…tp yakin kah akan dirilis oleh bung diego, kan ga semua org punya keberanian spt bung joe???..tp smoga aja dirilis..

          •  

            semoga bung diego bisa merilis artikel nya..

            salam indonesia

          •  

            Wah mantap kali bung joe ini…semua info alutsista akan dtg disebutkan secara gamblang, jelas dan tepat….ada 1 lg warjag yg punya potensi selain , bung tn, yuli, agato, wk, sp, jimsul dll…

            salam indonesia,.

        •  

          Ohhh,, gitu yah bung.. saya mau tau bung pengumuman sign contract Su-35 kapan dirilis?

    •  

      Ternyata masih “AKAN” tahun 2024… Koq saya merasa bung TN salah ketik itu, mestinya itu kan tahun 2124 lho, bukan tahun 2024

      😆 wkwkwkwkw

    •  

      Tuh kan gue kate juga ape….ente banyak ngayal sih klo besok mau perang. Kejeblos sendiri akhirnya. Pake ngeles mancing segala. Urusan dana tetap sesuai yg diekspose, gak ada penambahan. Sabar menunggu MEF 3 baru kita bisa menghayal dan mempredisi. Kalo MEF 2 sdh jelas yg dibeli.

  8.  

    F 35 Vertical Take Off Vertical Landing and Short Take Off Vertical Landing Test

  9.  

    The Indonesian Navy (Tentara Nasional Indonesia – Angkatan Laut, or TNI-AL) has reduced the number of submarines it will require under the Minimum Essential Force (MEF) armed forces modernisation blueprint.

    Multiple sources from within the service’s headquarters in Cilangkap, East Jakarta, who are privy to details of these discussions that took place at the flag officers level, have confirmed with Jane’s that the original requirement for 12 submarines by 2024 as stipulated under the MEF blueprint has now been reduced to eight.

    Given the revised requirements, Indonesia now needs to acquire just three more boats by the deadline set under the MEF.

    The TNI-AL currently operates a fleet of two German-built Cakra (Type 209/1300)-class diesel-electric submarines (SSKs) that were commissioned in 1981, and one Nagapasa (Type 209/1400)-class boat, which was built by South Korea’s Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME), and inducted in August 2017.

    The service is currently anticipating the delivery of two more Nagapasa SSKs from DSME, the last of which is scheduled for commissioning in 2021, and is now in the process of establishing final requirements that will subsequently lead to an acquisition programme for further boats.

    As reported by Jane’s since April 2017, the TNI-AL has also received a pitch from Turkey’s Gölcük Shipyard to supply a variant of the Reis (Type 214)-class SSK with air-independent propulsion (AIP) technology.

    Other options considered by the country include the ‘Kilo’ class from Russia, and a variant of the Scorpene 1000 from France’s Naval Group.

    •  

      Porsi Kekuatan Bawah Laut sampai 2024

      2 Unit Cakra Class

      2 Unit Nagapasa Class dan 1 Unit Nagapasa Class (Buatan PT PAL) – South Korea+Indonesia

      2 Unit Improved Changbogo Class dibuat di PT PAL (TOT Nagapasa Class) – Indonesia

      1 Improved Kilo – Russian

      2 U-214 – Turkey

      2 Scorpene 1000 – France

      •  

        Kilo kt nya 2 unit bung? knp jd cbg yg nambah 2 unit lg,,,emang nya cbg improved sdh pake aip kah???,.hrs nya kilo yg 2 unit, scorpene seunit aja, kan banyak masalah kek punya india..

        •  

          Maaf Om Seven…
          yang urus itu kan langsung Kemhan…

          saya mah hanya meilhat draft kontraknya aja…

          1 Improved Kilo Udah Pasti Om,,sementara di produksi
          untuk wacana menambah seri Improved Kilo dari Rusia hak nya Menhan dan Presiden sesuai pengajuan dari TNI

          •  

            Wuih mantap infonya.

            Bung Joe boleh tahu anda jelmaan Bung Jimmy ya ?

          •  

            Om om om,.kpn gw nikah ama tante lu cuyy,,manggil seenak udele dewe,,.piye iki bocah..,sembarangan,.,koe manggil aq iku pak dhe..,ngerti ora???

          •  

            Ngawur, bung jimmy ga sesumbar gini ngasih info nya,,ini rahasia negara, sedikit org yg bs mengetahui nya..ini jelas2 new comer

          •  

            saya bukan bung jimmy om tsar..
            sayan pemerhati blok militer jakarta greater sudah 4 tahun…tapi baru ini saya ketik komentar..

            bung Seven…
            rahasia kekuatan TNI memang hanya Panglima dan Presiden yang mengetahuinya..
            tetapi saya sudah memikirkan kembali untuk men share informasi ini untuk dikonsumsi publik dikarenakan kedepannya informasi serupa akan muncul dengan sendirinya dengan mem verifikasi informasi yang bisa di konsumsi publik dan informasi yang belum bisa untuk dikonsumsi publik…

            lihat saja kedepannya bakalan muncul berita seperti yang saya sudah informasikan… 🙂

            salam Indonesia Jaya

          •  

            Apa yang disampaikan oleh Bung Joe bukanlah rahasia negara. Data seperti itu bisa dipublikasikan pada Komisi 1 dan bahkan khalayak umum. Data alutsista kita aja ada di Wikipedia. Yang jadi rahasia negara adalah dimana posisi senjata strategis disimpan, fitur-fitur apa saja yg dimiliki, dan nama komandan serta anggota.

          •  

            Itu hak anda bung koe, mau share dan ga nya, ada ditgn anda, tp yg penting jgn php warjag lg, kita sdh bosen diphpin.,cukuplah sdh, jgn trlalu muluk2 dan janji2 yg banyak,,,kita sbg rakyat hanya bs aait n see aja,,,klo dibeli oke, ga dibeli jg nothing to lose,,sing penting kerja kerja kerja,,urusan alutsista kita serahkan kpd yg berhak membelinya,,,tp infet jgn sekali2 diphp, agar tdk trjadi pembosanan di jkgr ini,,,wasalamm

          •  

            Serta kemampuan asli dari Alutsista maupun senjatanya.

          •  

            Bener kata bung Agato… Jumlah Alutsista bukanlah rahasia di jaman sekarang tentunya karena keterbukaan informasi dan canggihnya teknologi saat ini. Justru yang masih bisa menjadi rahasia adalah 1. Anggota 2. Teknologi Alutsista tersebut (apalagi teknologi buatan dalam negeri), 3. Penempatan atau operasi senjata strategis, dll. itu hanya sekian dari beberapa poin yang masih bisa kita rahasiakan. selebihnya sayapun tidak ingin ambil resiko seperti apa kata bung Joe. 🙂

          •  

            Betul, tp jika informasi itu benar ada nya yg sesuai dgn rencana2 menhan dan panglima tni, jika tidak benar, ini akan menjadi isu2 yg tdk bs dipertanggung jawabkan, krn trlalu dini utk mempublikasi sesuatu yg bkn wewenang dr warga sipil…tp sy menaruh hormat ataa keberanian bung joe, yg sdh memberikan info alutsista yg bakal dibeli oleh para petinggi2 tni dan menhan….salut

          •  

            Memang benar bahwa terlalu dini untuk di informasikan selama media dan pihak berwenang tersebut belum mengeluarkan statment tentang yang info tadi.
            Yang saya takutkan sekarang justru jika info sekelas ini gampang keluar di forum atau media tanpa sepengtahuan atasan yang terjadi adalah perubahan rencana, dll

          •  

            Ya itu maksud saya…jika rincian yg di uraikan bung joe tdk sama dgn draft kontrak yg akan dikeluarkan kemenhan, panglima tni dan pihak2 terkait, kan bs runyam ini,,,mk dr itu, butuh suatu keberanian utk mempost rencana2 strategis dr menhan di dpn publik spt di jkgr ini,,,,iya klo bener, jikalau tdk bener??? bung joe bs kena masalah nti, ini rahasia negara lho,.,bayangkan jika nti pihak produsen baca komen2 dr bung joe, jd sy pikir begini, ada kemungkinan bung joe ini org dalam yg tau persis apa yg bakal dibeli oleh menhan di mef 2 n 3 ini, bs sj bung joe punya kerabat, ato org tua ato bahkan bung joe sendiri yg memang salah satu petinggi tni, klo diantara itu benar ada nya, ya wajar2 aj sih klo bung joe mempublikasikan nya, toh emang dia bener2 sdh melihat draft kontrak apa2 sj yg akan dibeli menhan utk mef 2dan mef 3…

          •  

            @bung Tanpa nama

            saya rasa klo bung joe sdh keluarkan statement spt sy rasa ga mungkin akan dirubah lg kontrak nya, krn bung joe blg itu semua sdh ditanda tangani (48 viper dan 22 su35) coba baca komen beliau diatas,,,,

    •  

      Masih “Other options” yg artinya itu hanya sebatas kemungkinan pilihan yg lain. Bukan pilihan utama (kalimat pertama paragraf terakhir).

      Hindari HOAX dan Jama’ah Ghoibiah.

      •  

        kenapa harus di hindarin kang… emang hoax alutsita strong bisa bikin rusuh fansboy ….emang jamaah ghoibiah nyeremin semua… hhihihihihi..piss ah

        •  

          Jama’ah Ghoibiah itu kayak kanker yg bisa menyebar cepat ke semua Warjager, dan punya efek kayak Narkoba karena bisa bikin nge-fly yg percaya dan jadi jatuh sakit begitu melihat kenyataan bahwa itu adalah HOAX.

      •  

        Kalo yg dari rusia “other contract” bung Agato.. Xixixixixixixi

        Kalo yg lain emang other option.. Arahnya utk kontrak kasel emang ke yg lebih modern(U-214 Turkey) utk MEF 2.. Other Option 3 U-209 dgn opsi dlm kontrak melibatkan PT KS melalui Posco utk menyuplai HY-80.. Dimana indonesia belom mampu membuat material ini.. Other Option lainya scorpone itu utk jangka panjang kasel mini.. Cuma utk yg trakhir ini ane agak sanksi dilanjutin.. Xixixixixixixi

    •  

      Salam kenal Joe….salah ndak ngerti bahasa inggris, gunakan saja bahasa Indonesia yg baik dan benar….bahasa jowo juga boleh….bahasa anak zaman now juga ok

  10.  

    BUNGKUS

  11.  

    Apakah ini termasuk komentar dr bung joe?? klo iya berarti bisa jd bener semua apa yg dikatakan nya,,.semoga aja bener yah,,..

  12.  

    Sebetulnya Ane penasaran tentang mekanisme pengadaan Sukhoi Su-35 ke Indonesia.
    1.) Fakta: Pesawat ditandatangani tanggal 14 Februari 2018 yg artinya kemarin. Penjelasan bagian komunikasi TNI menyebutkan pesawat akan hadir Oktober mendatang. Oktober mendatang itu 2018? Atau 2019?? Atau 2020???

    2.) Pernyataan Pak Menhan : https://nasional.sindonews.com/read/1232709/14/tahun-2019-sukhoi-su-35-akan-mengudara-di-langit-indonesia-1503389002
    Disitu dijelaskan bahwa pesawat akan datang 2 tahun setelah kontrak. Kalo mengacu pada ucapan Pak Menhan harusnya Oktober 2020 Su-35 baru datang.

    3.) Jika memang Oktober tahun ini tuh Su-35 akan datang, jadi dari jenis apakah itu pespur yg datang. Apakah itu langsung dari pabrikan yg artinya sejak 2 tahun yg lalu pespurnya sudah dikerjakan atau itu Su-35 bekas pakai Rusia??? Mungkin ada Warjagers yg bisa menjelaskan kejanggalan ini ???

 Leave a Reply