Feb 252015
 
Jet Tempur Siluman F-35

Jet Tempur Siluman F-35

Victoria, Australia – Singapura bergerak lebih cepat untuk memesan F-35 Lockheed Martin F-35, menurut kepala Program AS Letjen Chris Bogdan. Bogdan juga mencatat peningkatan potensi penjualan militer asing untuk F-35, termasuk Israel, yang baru-baru ini berkomitmen untuk membeli 14 pesawat.

“Kami memiliki sejumlah potensi pelanggan asing lainnya yang meminta kita memulai dialog yang lebih serius dengan mereka dalam hal pesawat, termasuk Singapura.” ujar Bogdan di International Airshow Australia di Bandara Avalon.

Bogdan mengatakan kantor program bersama (JPO) telah bertukar informasi dengan Angkatan Udara Republik Singapura dalam beberapa tahun, untuk mendukung keputusan mereka dalam rentang waktu yang ditentukan.

“Selama tahun lalu, diskusi kami telah memperdalam dan permintaan mereka untuk informasi sudah lebih luas, sehingga akan menunjukkan kepada kita bahwa Singapura telah mulai mengambil langkah selanjutnya menuju pengambilan keputusan,” katanya.

Pemerintah Singapura belum menunjukkan varian F-35 mana yang mereka minati, namun telah meminta informasi tentang ketiga varian: conventional takeoff, short-takeoff vertical-landing, dan carrier model.

Bogdan menyelenggarakan roundtable media pada pembukaan Avalon 2015 dengan melibatkan Kepala Program F-35 Australia, Marsekal Chris Deeble. Deeble mengatakan proyek untuk memperoleh 72 pesawat F-35 untuk Angkatan Udara Australia telah berada di lini produksi untuk dikirim dan memiliki kemampuan operasional pada akhir 2020.

Namun, Deeble mengidentifikasi beberapa persoalan yang harus mendapatkan perhatian. “Memahami apa kemampuan yang akan kita dapatkan di akhir tahap pengembangan sangat penting,” katanya.

“Apa yang mengkhawatirkan saya adalah tentang pemeliharaan, pelatihan serta dukungan terhadap pesawat. Kami tidak bisa lagi mengandalkan autonomic logistics global system yang terus berevolusi. Itu masa lalu. Kita harus melakukan lebih banyak pekerjaan untuk mempercepat dan memahami artinya dalam konteks nasional “. (defensenews.com).

  144 Responses to “Singapura Semakin Dekat dengan Siluman F-35”

  1.  

    terbangkan drone di wilayah udara kita, sambil mengelilingi perbatasan si upil. banyak drone terbang bergantian sambil towaf pulau upil selama seminggu. dijamin upil menyerah. jika berani tembak jatuh drone di wilayah kita, berarti siap perang.

  2.  

    ato bakar hutan untuk menutup udara si upil.

  3.  

    Sadis boneng…F-35 di utara dan selatan Indonesia. Harus ada obatnya nih !

    •  

      langkah awal harus dan wajib adalah mata radar harus lebih awas dan tajam. segera akuisisi radar pasif oth minimal 2 unit. 1 unit cover pergerakan f-35 red dot dan 1 unit cover pergerakan f-35 sonotan.

      •  

        Betul.
        Yang termasuk utama dan mendasar adalah radar. Baik radar statis mapun dinamis. Diperlukan sekali baik untuk Kohanudnas dan bahkan mencegah peristiwa MH370 dialami RI.
        Jika mata sudah sangat awas dan tahan pengacauan (jamming) dan mampu mengelola dan mengarahkan, sangat memudahkan pengerahan aset untuk menghadapi musuh atau persoalan.

  4.  

    Pilihan cerdas adalah radar yg canggih serta SAM, lebih murah dari pesawat, banyakin dan tempatkan di batam dan sekitar

    •  

      Pesawat udara tidak mungkin digantikan SAM 100%!
      Kalau ada blackflight? Mau diselesaikan dengan SAM?

      •  

        kasmudnya kita kan beli pswt tempur gak banyak2 skaligus dlm satu waktu, plg 1 skadron , alangkah baiknya diseimbangkan dgn SAMs

        •  

          TNI memang masih butuh arhanud dalam jumlah yang cukup, sehingga pengadaan masih berjalan.

          SAM bisa jadi memang lebih murah daripada pesawat tempur, tapi konsekuensi politik, hukum, dll itu lebih mahal.

          Kasus MH17 yang tertembak jatuh di Ukraina bisa jadi contoh.

          Pesawat tempur itu lebih fleksibel dalam penugasan. Buru sergap, pemantauan, perang elektronika, bahkan pemandu rudal (yang saat ini US Navy sudah mulai ujicoba Tomahawk yang diluncurkan dari kapal kemudian dialihkan komandonya ke Super Hornet untuk penentuan sasaran selanjutnya).

  5.  

    ada sekelumit pertanyaan,
    katanya merlion banyak alutsista dan pespurnya…yang sudah seatlement, tapi dia masih pengen yang F35, agak sedikit ambigu aja, klo wilayah udara kan mentok sana mentok sini…..maunya banyak banyak beli layangan….yang ada kena slepet mulu…., klo barang untuk bertahan dirinya….kebanyakan ga sih…?
    ato biar beritanya eksis, padahal barangnya punya sapa gitu yang di deploy disana….bisa jadi punya temannya yang dari barat atau juga sahabat dekat….yang sekitarnya…….ahh….
    maaf numpang ngayal…bung- bung smua…

  6.  

    Sukhoi paling top

  7.  

    Konflik yg paling mungkin adalah singapore vs malaysia dibanding singapore vs indonesia.. Pembelian alutsista oleh negara lain coba dilihat sebagai strategi marketing penjual sejata… Agar negara tetangganya ikutan beli..blom tentu benar2 beli..siapa tahu singapore hanya sebagai maneqin saja yg didandanin agar tetangga ikut belanja

  8.  

    Kita harus percaya ama TNI..karena mereka yang tahu apa yng akan di lakukan bila terjdi perang…

  9.  

    seperti yang dikatakan TV one…F-35 sdh tau posisi musuh saat musuh baru mau lepas landas. KEREN…tpi mimpi bagi indonesia. tpi gk apalah klw TNI beli su-35.sedikit tenang.

  10.  

    TNI sudah sepatutnya dan harus/wajib membeli rudal SA 400 produksi Rusia, guna menjaga pertahanan udara kita, NATO aja ketakutan sama SA 400 ini, rudal ini bisa nyasak segala pesawat buatan USA, apalagi F-35. Tempatkan di wilayah strategi di Riau kepulauan, Irian Jaya dan Jawa. Jika perlu kita saatnya mengembangkan rudal jelajah sendiri, bukan lagi pertahanan, tp sudah saatnya menyerang lawan.