Singapura Tunda Peluncuran Radar Canggih Aerostat

30
94
Aerostat
Aerostat

Masalah keamanan menyebabkan Angkatan Udara Republik Singapura (RSAF) menunda penerbangan balon radar yang bisa melihat ancaman musuh yang datang jauh dari Malaka.

Balon udara helium radar militer dengan panjang 55 meter ini, dikenal sebagai aerostat. Balon ini seharusnya mengudara pada awal tahun lalu untuk mengawasi negara Singapura.

Tapi peluncurannya tertunda karena produsen yang berbasis Amerika Serikat, TCOM telah gagal memenuhi persyaratan keselamatan dan operasional yang diminta RSAF.

Aerostat rencananya akan ditambatkan ke tanah di dalam kamp militer di bagian barat Singapura.

Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Singapura mengatakan: “Balon ini masih menjalani pengujian ketat oleh produsen untuk memastikantelah memenuhi persyaratan operasional ketat dari RSAF dan standar keselamatan yang tinggi”

Balon udara harus dijamin tahan tiupan angin kencang, sambaran petir, tidak ada emisi radiasi dan disertifikasi dengan standar yang sama yang diperlukan untuk ponsel dan oven microwave.

Jika peluncuran nanti jadi dilakukan, maka Singapura akan menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang menggunakan balon tersebut.

Militer AS menggunakan aerostats untuk melindungi Washington DC terhadap ancaman udara dan menjejak gerilyawan di Afghanistan. Tapi Oktober lalu, salah satu balon udara lepas di Maryland dan terbang 240km, mengganggu penerbangan sipil dan telah merusak kabel listrik.

Dirancang untuk beroperasi sepanjang waktu, balon udara Singapura akan melayang-layang di ketinggian 600 meter – dua kali lebih tinggi Plaza One UOB, bangunan tertinggi di Singapura.

Radar balon ini dapat melihat ancaman bermusuhan dari 200 km jauhnya, dua kali lipat jarak yang ditempuh oleh radar darat. Radar balon ini dapat memindai hingga ke Malaka untuk penyimpangan pesawat ringan, misalnya, dan mendeteksi kapal-kapal kecil yang datang dari Pekanbaru Indonesia. Informasi akan dibagi dengan badan-badan keamanan lainnya, seperti penjaga pantai.

Menteri Pertahanan Ng Eng Hen, yang bulan Oktober 2014 mengumumkan rencana peluncurannya, menyebutnya “Pelindung di langit” dan mengatakan akan lebih murah daripada menerbangkan pesawat pengintai.

Pakar Aerospace Engineering Singapura, Professor Ng Teng Yong menyatakan RSAF harus mendapatkan hak atas Aerostat ini, karena balon itu bisa saja lepas dan melayang ke wilayah Indonesia atau Malaysia

Straitstimes.com

30 COMMENTS

    • Udah bung jgn memprovokasi. Saya tahu kita sering dihina. Anggap saja mereka tidak ada disini/pura2 tidak lihat. Biarkan mereka menggonggong dan tidak usah diladeni.

      Mending bagi2 ilmunya disini biar nambah wawasan. Thx

      • betul bung tsunami…Menghina itu menunjukan kemampuan rendah…. JAdi mari kita share ilmu dan informasi disini,.. jangan jadikan forum ini forum nyampah-sumpah serapah sehingga hilang kredibilitas keilmuannya, berubah menjadi kredibilitas penghinaan…
        share ilmu…

  1. Mending radarnya pakai layang2 murah meriah. Hihihi….

    Hari gini masih jd konsumen , walaupun canggih itu radar tapi hanya kemajuan bersifat sesaat tanpa didukung perkembangan militer dalam negeri. Jd salut buat pemerintah indonesia mewajibkan 30% TOT setiap pembelian alutista. Maju terus indonesia , saya bangga jika indonesia buat sendiri dan menghargai karya anak bangsa.

    • Aneh ya mereka .. negara sekecil itu paranoidnya ketularan yahudi. . Saya khawatir kalau fir tidak di rebut lambat laun mereka akan upaya kan segala hal. Karna pada dasarnya terlalu minimal untuk syarat sebuah negara

  2. agak bingung saya dengan penyataan ini “…menyatakan RSAF harus mendapatkan hak atas Aerostat ini, karena balon itu bisa saja lepas dan melayang ke wilayah Indonesia atau Malaysia.” kalo pesawat dan kapal it’s ok lah, ini balooon mang ada regulasinya???? kan sama dengan layangan putus ya diuber rame2 makanya kalo punya wilayah jangan cuma sebesar kecamatan bingungkan taruhnya, taruh aj di indonesia halamannya luas kalo putus masih ada waktu buat ngejarnya . Dan yang baik-baik ama tetangga bagi2 rejeki juga karena sebagian rejekimu ada hak orang lain 2,5 %. kalo bukan miliknya ya diserahkan aj (nyindir FIR) ga usah bawa2 beking kaya anak alay aja ga berani tarung sendiri. uh singa cemen, namanya aja yang sangar bagusan di ganti aj singapurna (mantan singa).

  3. melihat videonya ini balon kok ringkih amat ya?? Kayak cuma jadi “sitting duck”…. dengan ketinggian 600 m di atas permukaan tanah, dan dengan postur segede gaban gitu maka dengan mudah di taklukan dengan SPR saja….. Mungkin analisa-analisa seperti ini yang membuat singapura menunda (bahkan Urung) menerbangkan balon ini….

LEAVE A REPLY