Nov 072019
 

Desain F-16 Viper TNI AU (@: Lockheed Martin)

JakartaGreater.com – Angkatan Udara Indonesia (TNI-AU) berencana untuk mengakuisisi dua skuadron pesawat tempur F-16V (Viper) Blok 70/72, kata Kepala Staf Udara TNI-AU, Marsekal Udara Yuyu Sutisna, lansir Jane’s.

Pengadaan pesawat tempur direncanakan bertepatan dengan fase ketiga dan terakhir dari program modernisasi TNI-AU – disebut Minimum Essential Force (MEF) – yang berlangsung dari tahun 2020 hingga 2024. Selama fase ini, TNI-AU juga berencana untuk menyelesaikan rencana pengadaan pesawat tempur Sukhoi Su-35 dari Rusia, Marsekal Udara Yuyu Sutisna membenarkan.

“Kami akan membeli dua skuadron dalam rencana strategis berikutnya 2020-2024,” kata Sutisna sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita Antara yang dikelola pemerintah. “Kami akan membeli tipe terbaru dari Block 72 Viper.”

Dia menambahkan, “Diharapkan akan diproses pada 1 Januari 2020. (F-16) akan meningkatkan kekuatan kita. Jika kita memilikinya, kita akan menjadi di antara mereka yang memiliki F-16 canggih.”

Mengomentari potensi pengadaan, juru bicara Lockheed Martin mengatakan kepada Jane pada 5 November, “Lockheed Martin berkomitmen untuk mendukung Angkatan Udara Indonesia dan siap untuk mendukung kebutuhan pertahanan masa depannya.”

Menurut Jane, F-16V telah diidentifikasi oleh TNI-AU sebagai pengganti pesawat serang BAE Systems Hawk 109/209, yang telah beroperasi sejak pertengahan tahun 1990-an. TNI-AU saat ini mengoperasikan sekitar 30 Hawk. Rencana TNI-AU untuk pengadaan dua skuadron F-16V akan mencakup 32 pesawat.

TNI-AU sudah mengoperasikan lebih dari 30 unit F-16, 24 di antaranya dalam konfigurasi F-16C / D yang telah diperbaharui dan ditingkatkan melalui program senilai US$ 670 juta dengan Angkatan Udara Amerika Serikat. Pekerjaan ini selesai pada akhir tahun 2017. F-16 TNI-AU dioperasikan oleh Squadron Udara 16 TNI-AU di Pekanbaru, Riau, dan Squadron Udara 3 di Iswahyudi, Jawa Timur.

 Posted by on November 7, 2019

  25 Responses to “Sinyal Kuat Indonesia Akuisisi 2 Skadron F-16V”

  1.  

    Kalo Viper ssh kontrak, maka SU-35 baru boleh dibeli. Dan keinginan Indonesia utk bisa memproduksi suku cadang KFX/IFX bisa terpenuhi.
    Selama inikan dari 24 item teknologi yg diberikan LM utk mwmbangun KFX/IFX, tdk ada kontribusi Indonesia. Sementara Korea.Selatan telah sepakat membeli 40 unit F-35. Di kita utk membeli F-35 terlalu mahal dan perawatannya pun mahal. Maka lebih baik ambil F-16V yg lebih canggih dr varian F-16.

  2.  

    Varian canggih yg sudah mulai usang

  3.  

    lumayan jg bisa tambah F16v, cuman baiknya minta di test dulu disini, sy msh kepikiran pengaruh conformal tank terhadap aero dinamika + manuver nya, di Amrik sendiri varian ini tdk familiar.
    sy lebih pilih spek F16v tanpa conformal tank utk mendapat kemampuan manuver combat, cuman resikonya wajib punya banyak pom bensin terbang neh …

  4.  

    Kalau memang benar jadi beli 2 skuadron, lebih baiknya pespur f-16 yang sudah ada juga diupgrade ke standart f-16V

  5.  

    Tdk perlu khawatir soal konformal tank krn pespur spt F15 dan beberapa varian F16 jg menggunakan konformal tank agar bs menambah jangkauan dan waktu terbang.lgpula konformal tank jg tdk mengurangi kemampuan manuver serta tdk menambah RCS pespur dibandingkan dgn drop tank.

  6.  

    Paling tidak itu pesawat sek bau toko….kinyis2….seri C/D wis usang, memang wajib di upgrade.