Jul 092017
 

Parade Hari Republik India. © Defence Update

Sebagai eksposisi terpenting dari kebijakan “Act East”-nya, India akan mengundang kepala negara dari 10 negara anggota ASEAN untuk perayaan Hari Republik tahun depan. Seperti dilansir dari laman Defence Update.

“Hari Republik 2018”, akan menjadi yang pertama kali bahwa begitu banyak pemimpin akan bersama-sama menjadi tamu utama dalam parade yang menampilkan kekuatan militer India.

Sejak berganti nama dari ‘Look East’ menjadi ‘Act East’ pada tahun 2014, pemerintah India telah mencari pendekatan yang lebih dinamis dan berorientasi pada “tindakan” dalam menjalin hubungan dengan tidak hanya ASEAN, tetapi juga Asia-Pasifik yang lebih luas, termasuk Jepang.

Namun, ASEAN terus menjadi pilar utama ‘Act East’, dan KTT khusus pada bulan Januari tahun depan diperkirakan akan semakin menggarisbawahi intinya.

Menurut kementerian luar negeri, tahun ini India dan ASEAN menandai dialog kemitraan 25 tahun, 15 tahun interaksi tingkat tinggi, dan 5 tahun kemitraan strategis, melalui berbagai kegiatan termasuk sebuah KTT peringatan bertema, ‘Shared Values, Common Destiny’.

Juga penting bahwa Singapura dan Vietnam telah memberikan nasehati kepada India untuk meningkatkan profilnya di wilayah tersebut. Ketegasan China yang ters meningkat beberapa waktu terakhir menunjukkan tindakan agresif dalam cara menangani perselisihan wilayah maritim, terutama di Laut China Selatan.

Sedikitnya 4 negara ASEAN (Vietnam, Filipina, Malaysia dan Brunei) yang secara langsung terlibat dalam perselisihan yang melibatkan Beijing di Laut China Selatan. PM Singapura Lee Hsien Loong kemungkinan akan menghadiri acara tersebut.

Pemerintah India dan negara-negara ASEAN meningkatkan hubungan kemitraan strategis pada tahun 2012, dan pemerintah India akhir-akhir ini berusaha untuk memasukkan lebih jauh konten strategis ke dalam hubungan dengan berfokus pada peningkatan hubungan pertahanan dan keamanan, termasuk dengan Vietnam.

India dan ASEAN juga “aktif” terlibat dalam negosiasi untuk membentuk sebuah ‘kemitraan ekonomi regional yang komprehensif’, yang diharapkan dapat muncul sebagai pengaturan perdagangan regional terbesar yang mencakup sekitar 40% perdagangan dunia.

Bagikan:

  9 Responses to “Sinyal untuk China, India akan Undang Pemimpin Negara ASEAN”

  1.  

    MANTAP NI CHINA. MBAH BOWO TOP.

  2.  

    Tank nya kuning….kaya doserrr

  3.  

    sekarang tdk ada lagi yg katanya SUPER POWER , semua sama.

  4.  

    waduh… kode keras ternyata

 Leave a Reply