Sistem Hanud Swagerak Biho II Buatan Hanwha

Biho II, sistem pertahanan udara jarak pendek buatan Hanwha, Korea Selatan © Army Recognition

JakartaGreater.com – Pada pameran pertahanan di Mesir, EDEX 2018, Perusahaan Korea Selatan Hanwha memperkenalkan model skala dari sistem pertahanan udara mobile Biho II baru berbasis pada sasis beroda 8×8 kendaraan lapis baja Tigon, seprti dilansir dari laman Army Recognition.

Kendaraan ini adalah konsep baru dari kendaraan pertahanan udara dibandingkan dengan versi Biho sebelumnya yang menggunakan meriam otomatis tunggal 30 atau 40 mm yang mampu menembakkan amunisi anti-pesawat.

Biho II didasarkan pada sasis berroda 8×8 dari kendaraan lapis baja Tigon yang diresmikan dalam Pameran Pertahanan DX Korea pada bulan September 2018. Lambung kendaraan ini adalah baja lapis baja all-welded steel tetapi dapat dipasang dengan armor applique untuk meningkatkan perlindungan melawan ancaman balistik dan ranjau.

Kendaraan Biho II didukung powerpack baru yang dikembangkan Perusahaan Caterpillar termasuk mesin diesel 6 silinder turbocharged dan intercooler yang mampu mengeluarkan daya 525 hp digabungkan transmisi otomatis 4500SP yang dikontrol secara elektronik plus enam gigi maju dan satu gigi mundur dari Allison.

Sistem pertahanan udara jarak pendek Biho II berbasis AS21 Redback © Army Recognition

Biho II dilengkapi dengan turret nirawak yang dapat dipersenjatai dengan satu meriam 30 atau 40mm yang dapat menembakkan amunisi airburst, jenis baru amunisi anti-personil taktis yang meledak di udara, bisa menyebabkan kerusakan fragmen akibat ledakan udara terhadap musuh. Kendaraan memiliki tiga awak terdiri sopir, komandan dan penembak.

Selain senjata utama, Biho II telah dapat dipersenjatai dengan peluncur rudal permukaan-ke-udara yang dapat dipasang pada kedua sisi atap turret.

Turret Biho II dilengkapi dengan radar target kecil yang terpasang di sisi kanan menara yang dengan jangkauan maksimum 15 km dan radar pengintai yang dipasang di atap menara yang memiliki jangkauan maksimum 35 km. Ini memiliki jangkauan pelacakan maksimum 7 km untuk pesawat tempur dan 3 km untuk UAV (Unmanned Aerial Systems).

Menurut video yang dirilis pada stan Hanwha pada EDEX 2018, turret pertahanan udara tak berawak baru dapat juga dipasang pada sasis kendaraan lapis baja beroda rantai baru, AS21 Redback.

Tinggalkan komentar