Des 222018
 

Sistem rudal pesisir Bal-E dilengkapi rudal jelajah anti-kapal Kh-35E (Kh-35UE) buatan Rusia © RosOboronExport

JakartaGreater.com – Sistem kontrol senjata di seluruh dunia telah runtuh, tutur Presiden Rusia Vladimir Putin pada konferensi pers tahunan di Moskow, seperti dilansir dari laman Sputnik pada hari Kamis.

“Faktanya, apa yang kita lihat adalah hancurnya sistem kontrol internasional atas senjata, terhadap perlombaan senjata”, kata Putin.

Rusia telah memperoleh beberapa keunggulan karena persenjataan barunya, tetapi semua dilakan hanya untuk mempertahankan paritas, kata presiden.

“Kita memiliki keunggulan tertentu, tetapi, dalam hal keseimbangan strategis, ini adalah tentang menahan, tentang paritas. Ini adalah tentang mempertahankan paritas, tidak lebih”, Presiden Putin menekankan.

Sehubungan denga rencana Amerika Serikat untuk menghentikan perjanjian INF, Presiden Puntin mengatakan bahwa sulit untuk dibayangkan bagaimana situasi akan terungkap.

“Bagaimana jika misil-misil ini muncul di Eropa? Apa yang harus kita lakukan? Tentu saja, kita harus memastikan keamanan kita dalam beberapa cara. Mereka seharusnya tidak menjerit setelah kami mendapatkan beberapa keunggulan. Kita tidak bekerja untuk mendapat keunggulan, tetapi demi menjaga keseimbangan”, kata Putin.

Rudal balistik jarak pendek (SRBM) Iskander-M Rusia © Anton Novoderezhkin via TASS

Bahaya Atas Penggunaan Rudal Balistik Non-Nuklir

Penggunaan rudal balistik non-nuklir berbahaya karena radar peringatan dini tidak dapat menentukan tentang ada tidaknya beban nuklir pada rudal, sebut Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Kamis.

“Penggunaan rudal balistik non-nuklir, meskipun mitra AS tampaknya telah meninggalkannya, tetapi ide ini tetap ada. Apa artinya? Sebuah rudal balistik diluncurkan, apakah itu nuklir atau non-nuklir? Tentu radar peringatan dini mendeteksi peluncuran, lokasi peluncuran dan menentukan jalur penerbangan serta kemungkinan area jatuhnya. Ini adalah hal yang sangat berbahaya”, kata Presiden Putin.

Sistem rudal pertahanan udara jarak jauh S-400 Rusia. © Russian Federation MoD

Rusia Tahu Cara Memastikan Keamanan Nasional

Rusia mengetahui bagaimana melindungi dirinya sendiri tetapi tidak mencari keunggulan atas rivalnya, Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyatakan dalam referensi pada kontrol senjata yang didorong ke dalam sorotan pada musim gugur setelah Washington berniat mau mundur dari Perjanjian INF.

“Kita tidak mencari keunggulan, hanya ingin menjaga keseimbangan, kita mencoba memastikan keamanan. Sama dengan perjanjian pengurangan senjata nuklir baru, START, yang berakhir pada tahun 2021. Tidak ada yang berbicara dengan kita tentang memperpanjang itu. Tidak apa-apa, kita akan memastikan keamanan kita sendiri, kita tahu bagaimana melakukannya”, terang Putin.

Sebelumnya pada awal Desember Putin menyatakan bahwa Rusia akan mengambil langkah-langkah tambahan untuk menjamin keamanannya jika AS meninggalkan Perjanjian INF.

Dalam beberapa tahun terakhir, Moskow dan Washington secara teratur saling tuduh telah melanggar Perjanjian INF. Rusia berulang kali menyatakan bahwa ia secara ketat mematuhi kewajibannya berdasarkan kontrak.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov telah mencatat bahwa Moskow memiliki beberapa pertanyaan yang sangat serius mengenai pelaksanaan perjanjian itu oleh Amerika Serikat.

  3 Responses to “Sistem Kontrol Senjata Telah Runtuh – Putin”

  1.  

    Buruan dong berantemnya Timur vs Barat.
    Jangan lupa bakar petasannya yang paling gede, paling kenceng suaranya.

  2.  

    MTCR GATOT :D ayo saatnya RI bergerak bebas…

    #EdisiAsal