Sistem Laser Anti-Misil Tenaga Nuklir Tak Hanya Konsep

Sistem Laser Anti-Rudal bertenaga nuklir buatan Rusia. © Youtube/Russian MoD

JakartaGreater.com – Selama berpidato di Majelis Federal Rusia, Presiden Vladimir Putin mengejutkan banyak pengamat pada saat mengatakan tentang kemajuan Rusia dalam persenjataan laser “bukanlah sebuah konsep atau rencana belaka”, dan bahwa tentara telah dilengkapi dengan laser tempur, seperti dilansir dari laman Sputnik News.

Tetapi apa sebenarnya senjata ini? Analis militer veteran Viktor Murakhovsky mungkin punya jawaban untuk pertanyaan tersebut.

“Kemungkinan besar, sistem ini memecahkan masalah pertahanan udara dan tugas pertahanan rudal. Penggunaan sinar laser jauh lebih ekonomis daripada penggunaan senjata anti-rudal standar. Pada saat bersamaan, akurasinya juga jauh lebih besar”, jelas Murakhovsky, pemimpin redaksi Arsenal of the Fatherland.

Murakhovsky mencatat bahwa dia tak dapat mengesampingkan bahwa sumber energi untuk pulsa laser mungkin berasal dari pembangkit listrik tenaga nuklir portabel.

Alexander Khramchikhin, Direktur Institut Analisis Politik dan Militer yang berbasis di Moskow, mengemukakan bahwa berdasarkan tren global saat ini, laser tempur baru Rusia kemungkinan besar dirancang untuk pertahanan udara jarak dekat, dan secara khusus menghancurkan pesawat udara tak berawak serta rudal jelajah.

Menurut Khramchikhin, bahwa “laser strategis itu tidak ada – hukum fisika sama sekali tidak mengizinkannya”.

Pada tanggal 1 Maret yang lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengungkapkan bahwa Rusia telah mencapai kemajuan yang signifikan dalam senjata laser, dan bahwa “sistem laser tempur” mulai dikirimkan pada militer tahun lalu.

Ucapan Putin tersebut ditandai lewat sebuah video yang memamerkan platform laser yang dipasang pada truk berat, yang nama dan tujuannya tetap dirahasiakan.

“Saya tidak ingin mengungkapkan rincian lebih jauh, belum waktunya. Tapi para ahli akan mengerti bahwa dengan persenjataan semacam itu, kapasitas pertahanan Rusia kini telah berlipat ganda”, tambah Putin.

Selain laser tempur, Presiden Putin juga memamerkan serangkaian senjata terobosan baru lainnya, termasuk rudal balistik antar-benua Sarmat, rudal strategis hipersonik Avangard, platform kendaraan tak berawak bawah laut, dan masih banyak lagi.

Anggota parlemen yang berasal dari Krimea, Natalya Poklonskaya mengusulkan untuk mengerahkan sistem laser tersebut di Krimea, dan juga platform drone ke Sevastopol, untuk memperingati sejarah penyatuan kembali daratan Rusia pada tahun 2014.

Dalam berita terkait, pekan lalu, seorang sumber informasi mengatakan kepada media Rusia bahwa para insinyur telah berhasil menyelesaikan pekerjaan pada senjata laser udara yang mampu menembak satelit.

Berikut adalah sistem persenjataan terbaru militer Rusia

Sistem rudal strategis Sarmat

  • rudal balistik antar benua berat
  • sebuah senjata nuklir jarak jauh
  • booster tahap pendek
  • menembus perisai rudal dan udara
  • jangkauan penerbangan tak terbatas

Sistem rudal udara Kinzhal (Dagger)

  • kecepatan rudal diatas 10 mach
  • sangat bermanuver
  • menembus perisai rudal dan udara
  • membawa hulu ledak nuklir dan konvensional

Sistem rudal strategis dengan hulu ledak hipersonik Avangard

  • kecepatan hipersonik
  • terbang di atmosfer rendah dengan jangkauan antar-benua
  • sangat bermanuver
  • menembus perisai rudal dan udara

Rudal jelajah bertenaga nuklir berjarak tanpa batas

  • kemampuan terbang rendah dan tak terdeteksi
  • bertenaga nuklir
  • jangkauan penerbangan tak terbatas
  • menembus perisai rudal dan udara
  • jalur penerbangan tak bisa diprediksi

Sistem drone bawah laut bertenaga nuklir

  • jangkauan tak terbatas
  • rendah suara
  • sangat bermanuver
  • membawa hulu ledak nuklir dan konvensional
  • unik dan berukuran kecil
  • rasio tenaga dan berat yang sangat tinggi

Sistem laser tempur

  • rahasia

Tinggalkan komentar