Sistem Pelacakan Baru Indonesia, Australia dan Malaysia

20
95

mh-370

Dengan mengandalkan sistem baru, sekarang semua pesawat terbang yang tengah melintas di kawasan terpencil di atas samudera akan dilacak keberadaannya oleh sebuah sistem setiap 15 menit, bukan lagi dengan interval 30 sampai 40 menit.

Wakil Perdana Menteri Australia, Warren Trust mengatakan tragedi hilangnya pesawat di atas samudera seperti yang menimpa pesawat MH370 dengan 239 penumpang dan awak pada 8 Maret tahun lalu, membuat semua pihak menyoroti soal mekanisme pemantauan pesawat.

“Pendekatan baru ini memungkinkan perbaikan pemantauan penerbangan jarak jauh dan akan memberikan keyakinan yang lebih besar kepada publik terhadap keamanan penerbangan tanpa memerlukan investasi teknologi tambahan pada maskapai penerbangan,” ujarnya

“Inisiatif ini mengadaptasi teknologi yang sudah ada dan telah digunakan oleh lebih dari 90 persen pesawat yang melayani rute penerbangan jarak jauh dan akan memungkinkan petugas pengawas lalu lintas penerbangan dapat merespon lebih cepat jika ada pesawat yang mengalami masalah atau keluar dari jalur rencana penerbangannya,”

“Saya menyambut baik dilibatkannya pengawas lalu lintas penerbangan dari Indonesia dan Malaysia untuk membentu insiatif regional ini,”

Kepala Pelayanan Penerbangan Australia (Airservices Australia), Sir Angus Houston mengatakan mekanisme baru ini memungkinkan otoritas penerbangan melakukan pelacakan pesawat lebih akurat dan merespon lebih cepat terhadap situasi yang tidak lazim.

“Sisten baru ini juga penting dalam mengenali kalau ini bukan sekedar solusi sesaat tapi juga merupakan langkah penting dalam upaya melakukan perbaikan yang bersifat segera terhadap pendekatan kita saat ini dalam melacak pesawat sambil mencari solusi komprehensif yang tengah kita upayakan saat ini” katanya Angus Houston.

“Mayoritas maskapai juga mendukung inisiatif keamanan penerbangan yang penting ini dan telah mengenai pentingnya kerjasama sebagai bagian dalam pendekatan regional yang tentu saja akan berkontribusi pada aksi global,” tambahnya.

Ujicoba sistem baru ini AirService Australia akan memantau penerbangan jarak jauh di wilayah udara Australia yang mencakup 11 persen dari permukaan dunia dengan menggunakan teknologi pelacak keberadaan objek berbasis satelit.

Otoritas penerbangan dunia baik International Civil Aviation Organisation (ICAO) maupun International Air Transport Association (IATA) akan mengumumkan dukungan mereka pada upaya untuk meningkatkan pemantauan pada pesawat yang tengah melintas di wilayah udara yang terpencil di masa depan.

Pemerintah Malaysia pada Januari lalu telah mendeklarasikan status hilangnya pesawat MH370 dan secara resmi mengkategorikan insiden hilangnya pesawat tersebut karena kecelakaan dimana seluruh penumpang dan awak yang berjumlah ;93 termasuk 6 diantaranya adalah warga Australia diyakini telah meninggal.

Australia sendiri telah memimpin upaya pencarian pesawat itu selama lebih dari satu tahun.

Pencarian saat ini difkuskan pada dasar laut yang terletak 1,600 kilometer di Barat Perth. (Australiaplus.com/ Detik.com)

20 KOMENTAR

    • ceuk aing kumaha daramang. ada sebuah pes terbang rendah untuk berusaha menghindari radar negara2 yg akan di lalui setelah berjibaku…akhirnya mendarat di sebuah landasan antah berantah…setelah berselang pes tsb take off kembali dgn tujuan ke ujung dunia..dmn para penumpangnya tertidur pulas untuk selamanya….namanya juga cerita waktu dan tempat hanyalah kebetulan semata…

  1. Bukannya pesawat komersial sudah mengirimkan status pesawat/mesin mereka secara real time ke kantor operasional mereka yah? Kenapa nggak direlay aja ke pusat operasional ATC? Biasanya otoritas punya ide tapi maskapainya yang keberatan soalnya berat di ongkos kirim berita lewat satelit tiap 15 menit…

    Salam.

    • interval pelacakan posisi pesawat akan ditingkatkan menjadi per lima menit bahkan kurang, jika pesawat
      keluar dari jalur.

      metode pelacakan baru yg diperkenalkan ini msh mempunyai kelemahan. “jika transponder (alat pelacak pd pesawat) dimatikan, maka petugas di darat tak akan bisa memantau lokasi pesawat.”

  2. Jika berpikir dr sisi intelijen, australia mrngadakan program tersebut bkn hny utk tujuan yg telah mereka sebutkan. Melainkan menjalankan program utk mengantisipasi serangan udara dr utara. Terutama serangan dr china. Jadi mereka mengajak malaysia dan indonesia utk bekerja sama. Agar apabila serangan udara tjd, mreka bs segera mengantisipasi serangan tsb. Kenapa hanya indo dan malay? Knp filipina, brunei dan papua nugini tdk di ikutkan? Pasti anda sudah tahu jawabannya. Amerika ada di udara dr 3 negara tsb.

  3. Dasar keturunan bromocorah inginnya seenaknya. Gembong narkoba dibela mati2an smp mengorbankan hub ketetanggaan. Kini lagi ketakutan udaranya disusupi ingin dibantu.
    Tp baiklah sbg tetangga yg baik gue bantu saran.
    Berat! denger nih, lu suruh sj tuh si gosong, eh ingus melototin langit pakai teleskop dgn mata kepala sendiri, mk aman tuh langitmu.
    Eh, iya ada yg lupa, jgn pakai ngintip si bahenol corby cabe2an yah. Dosa lu. Wekekekekek!