Sistem Pemicu Baru, Stinger Kini Mampu Merontokkan Drone Mini

(Photo : US Army)

Rudal anti pesawat Stinger kini dilengkapi dengan fasilitas pemicu baru, yang dari hasil uji coba terbaru berhasil merontokkan dua pesawat tanpa awak untuk pertama kalinya, rilis perusahaan Raytheon.

Proximity fuzes memungkinkan rudal menghancurkan target dengan kemampuan sekaligus yakni menghantam sasaran secara langsung atau dengan meledakkan rudal pada jarak yang dekat dengan targetnya..

“Stingers biasanya dilengkapi dengan hulu ledak benturan langsung yang sesuai untuk menghantam target yang lebih besar seperti rudal jelajah dan pesawat terbang,” kata Kim Ernzen, wakil presiden Raytheon’s land warfare systems product line. Menurut Kim, sistem pemicu jarak dekat yang baru meningkatkan kekuatan pada kemampuan Stinger untuk merontokkan target kecil yang sulit dengan menggunakan sistem yang sudah terbukti dan sudah dikenal.

Stinger menggunakan sistem proximity fuzes dengan antena kecil yang ditempatkan di dekat hulu ledak. Antena ini akan membaca apakah rudal sudah melewati target yang dikejarnya. Antena tersebut memiliki kemampuan mendeteksi getaran, jika terbaca rudal hampir melewati targetnya, sistem pemicu akan meledakkan hulu ledak.

Selama ini rudal Stinger hanya menggunakan sistem penjejak panas untuk mendeteksi targetnya seperti helikopter dan pesawat terbang, dan Stinger akan kesulitan apabila menyasar drone kecil karena minimnya jejak panas yang dikeluarkan drone.

Stinger yang ringan dan memiliki sistem penjejak ganda sangat mudah disebar dan dioperasikan oleh pasukan Angkatan Darat. Stinger juga telah terbukti efektif dalam empat perang besar, kini digunakan oleh semua cabang militer AS dan telah dioperasikan oleh 18 negara didunia.

Scout.com/c4isernet

Tinggalkan komentar