Jan 192017
 

Sistem Pertahanan Udara Pantsir-S (Foto: Sergei Bobylev)

TULA – Peningkatan Pantsir-SM mengkombinasikan sistem rudal permukaan-ke-udara dan senjata artileri anti-pesawat, dilengkapi dengan sistem penargetan multifungsi, akan dapat menghancurkan target hingga 40 km jauhnya, kata Alexander Khomyakov, kepala desainer di Biro Desain Instrumen KBP yang ada di Tula kepada TASS Defense.

“Pengembangan dari sistem penargetan multi-fungsi baru yang menggabungkan radar AESA mampu menggandakan jangkauan efektif Pantsir ini”, kata Khomyakov.

Menurutnya, bahwa jangkauan tembak sistem Pantsir-S1 saat ini adalah sekitar 20 km, sedangkan generasi berikutnya, Pantsir-SM dapat mencapai target hingga 40 km jauhnya.

“Sistem pertahanan udara Pantsir baru akan dapat mengidentifikasi target pada jarak 75 km, sementara pada model sebelumnya hanya 40 km”, kata Khomyakov.

Komponen dari sistem pertahanan udara baru yang dikembangkan tersebut saat ini sedang dalam tahap pengujian. Namun Khomyakov tidak mengatakan kapan sistem tersebut memasuki layanan.

Pada bulan Agustus 2016 lalu Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa Pantsir-SM akan segera memasuki operasional.  Menurut laporan sebelumnya, sistem baru tersebut akan dipersenjatai dengan rudal berkecepatan lebih tinggi dari rudal yang digunakan saat ini. Selain versi darat, ada laporan bahwa saat ini sedang berlangsung pengerjaan versi Angkatan Laut dan Arctic.

JakartaGreater

  11 Responses to “Sistem Penargetan Baru, Gandakan Jangkauan Sistem Pertahanan Udara Pantsir”

  1. borong gak? apakah dibutuhkan?

  2. Akhirnya ngakuin juga kalo radar AESA emang oke…ke, ke, ke

  3. buat bang phd hitung…..
    kalau tni dibelikan nasams
    hanya bisa buat ngerudal cinok aja yakin deh
    karna pejabat as pernah berkata jika tni beli alutsista dari as
    maka as akan terus mengawasi dan bukan sekedar jual beli aja
    coba lihat linknya lagi dijkgr yg lalu.
    artinya tni gak bisa leluasa menggunakaannya,apalagi kepada
    sekutunya,kalau gak maka as akan menggunakan cara ham,embargo atau menekan nkri.ini fakta kan bukan bualan
    cek sendiri sejarah as menekan nkri,pasti pas yg cintia bilang.
    jadi alternatifnya;
    beli nasams untuk ngerudal cinok dan beli sistem buk untuk
    ngerudal tiga negara garong.
    jadi tidak nasams semua.
    kalau nasams yakin deh biar beli ribuan rudal tidak akan ada tot,paling offset,kalau buk beli ribuan pasti dikasi tot,pasti dikasi apalagi beli dari ukraina.karna buk rusia dan ukraina hampir sama sistemnya iya gak?
    jadi kita berhitung tapi kita juga harus lihat realita juga
    ok bang.
    ok mari kita brhitung jilib berikutnya tentang rudal buk dan nasams.serta keuntungannya dan juga kelemahannya
    tapi yg tepat dan transparan.
    cintia tunggu bang………..
    balas gpl lho……..
    hi…..

  4. harusnya minimal kita punya ini , selain mudah untuk dipindahkan kan lumayan buat pertahanan udara

  5. Untuk 3 tahun kedepan ALUTSISTA INDONESIA hanya akan jalan ditempat #NGENESALUTSISTAINDONESIA

  6. NGENES pol, arah kebijakan alutsista carut-marut

  7. klo lawan NASAMS lebih jauh mana nih jangkauannya… boleh keqnya beli banyak, minta ToT radar AESA 😀 hihihi

  8. Kalo berita itu benar bisa 40km jarak tembak rudalnya…Kalo CERDAS beli ini…Tidak usah beli SAM menengah…Nanti langsung yg jarak jauh saja…

 Leave a Reply