May 152017
 

Sistem pengintai artileri otomatis 1B75 Penicillin. © RussianArms

Ruselectronics, perusahaan yang memproduksi sistem pengintai artileri otomatis ‘Penicillin‘ atau Penisilin, minggu lalu mengumumkan bahwa sistem canggih tersebut segera di produksi dalam jangka waktu kurang dari dua tahun, sedang uji coba negara diperkirakan akan segera selesai. Sistem Penisilin tersebut mampu menentukan lokasi artileri musuh kurang dari lima detik setelah ditembakkan, seperti dilansir dari situs sang produsen Ruselectronics.

Dalam siaran pers yang di publikasikan pada hari Kamis lalu, salah anak perusahaan Rostec itu menegaskan bahwa produksi massal sistem pengintaian artileri baru akan dimulai pada awal tahun 2019. Vector Research Institute, yang berbasis St. Petersburg diberi tugas untuk mengembangkan sistem itu.

Mengandalkan kombinasi penampakan dan pencitraan infra merah, bersama dengan sinyal akustik dan seismik, sistem Penicillin ini dapat mendeteksi posisi tembakan artileri, mortir, MLRS, rudal taktis dan anti-pesawat lawan, kemudian menyesuaikan artileri untuk dipakai menghadang dan meredam tembakan tersebut.

Tidak sama seperti taktik tradisional yang menyesuaikan tembakan artileri dengan memakai sistem yang beroperasi di dekat garis depan, Penisilin bekerja pada jarak aman dari musuh, dan dapat beroperasi dalam mode otomatis (tak perlu manusia sebagai operatornya).

Hal ini tentu saja menjadikannya sebagai sistem artileri yang tepat tanpa mempertaruhkan nyawa personil militer dilapangan.

Sistem mobile, yang dipasang pada chassis Kamaz-6350 ini beroperasi dalam radius tempur hingga 25 km. Sistem Penisilin ini terdiri dari modul elektro-optik 1B75 pada spektrum infra merah dan melihat menggunakan kamera imajiner yang ditempatkan pada boom teleskopik, dan beberapa receiver suara dan seismik 1B76 yang terpasang di darat (sistem penerima dan pemroses sinyal termal, akustik dan seismik dari tembakan musuh, membaca lokasi lantas mentransmisikan data ke sistem artileri dalam waktu kurang dari lima detik. Sistem ini dapat bekerja baik siang atau malam hari.

Penisilin dapat mengkoordinasikan tembakan dari sebuah baterai artileri atau seluruh divisi. Sistem ini juga dapat mengirimkan data ke komandan menggunakan sistem kendali otomatis pada tingkat taktis dan operasional, dengan jangkauan komunikasi radio hingga 40 km.

Pengujian dilakukan di Orenburg, 1.500 km sebelah tenggara Moskow dan hasil yang didapat menunjukkan bahsa sistem ini efisien serta dapat diandalkan. Letjend Sergei Bakanev, kepala Universitas Artileri Militer Mikhailovsky St. Petersburg, telah memberi pujian untuk sistem tersebut, dengan mengatakan bahwa keefektifannya lebih dua kali lipat dari sistem yang ada.

“Bahkan dalam kondisi serangan massal artileri musuh, Penisilin mampu secara akurat memetakan 90% titik penembakan musuh dalam waktu 5 detik, sehingga mampu segera untuk melakukan tembakan pembalasan”, kata Bakanev.

Salah satu keuntungan utama Penisilin adalah sistem deteksi pasif. “Itu, tidak seperti sistem penangkal berbasis radar, Penicillin tidak memancarkan gelombang radio, ini berarti bahwa sistem tersebut tidak dapat dideteksi dan ditekan oleh tembakan artileri, rudal atau serangan darat. Penisilin tidak takut terhadap rudal anti-radar”, menurut Vladimir Tuchkov, seorang analis militer independen.

  16 Responses to “Sistem “Penisilin” Rusia Mampu Meredam Tembakan Artileri Lawan Dalam 5 Detik”

  1. Borong 100 biji

  2. berarti artileri lawan membawa penyakit kelamin 😆 wkwkwkw
    ada-ada aja nih

  3. lanjuuuuuuuuuuuuut

  4. HUAHAHA…Ternyata cume sekelas obat salep…Singkat aja dah:

    KAGAK MONCER NI BARANG !!!

  5. Keren..
    Menjadi Indera bagi anti serangan artileri dlm zona aman.

  6. Penisilin aka obat panu, kadas n kurap…dagangan siapa nih?

  7. Ah masaaa???
    Kemaren di gangbang rudal tomahawk yg katanya meleset mulu 50X kok diyem ajeee?

    • Beda bung..Markonah, system Penisilin hanya sebatas mata dan telinga satuan arteleri medan untuk mengetahui arah lintasan peluru arteleri medan musuh, sy kira system ini bagus dibanding dgn cara mengirimkan team pengintai utk mengetahui kedudukan musuh, sangat riskan akan timbul korban jiwa dari pihak sendiri… Tentulah musuh menempatkan peninjau depan sbg antisipasi bila ada team pengintai lawan… Dan lagi pula arteleri biasanya akan berada jauh di belakang infanteri dari jarak yang aman dari serbuan infanteri… Jadi ini system bukan lawan utk Tomahawk…kalau harganya terjangkau bagus juga RI punya ini perangkat bisa di tempatkan di perbatasan kalimantan melengkapi satuan Armed TNI… Antisipasi bila terjadi salah paham di perbatasan heheheh….
      Salam warga jakgreat

    • soalnya lebih demen maen sama Patriot 😀

      lagian tuh buat counter artileri cuy, bukan rudal, bisa baca gak sih?

  8. Bagus, bisa tahu koordinat posisi lawan

  9. Lebih canggih AS sebenarnya Rusia pasti punya juga, alat pendeteksi getaran seismik di perut bumi makanya sebelum gempa terjadi dan masih tanda2 getaran diperut bumi disuatu negara diseluruh pelanet bumi meraka sudah tahu duluan, makanya klu ada negara mengetes bom nuklir dikedalaman perut bumi mereka jg tahu berapa kekuatan ledaknya! Kapan RI bs menguasai teknologi ini?

 Leave a Reply