Feb 052015
 
Rapim TNI AU 2015

Rapim TNI AU 2015

Jakarta – Kepala Staf TNI AU (Kasau) Marsekal TNI Agus Supriatna menegaskan, visi pemerintah tentang pembangunan Indonesia sebagai poros maritim dunia perlu mendapat dukungan semua pihak, tidak terkecuali TNI Angkatan Udara. Menurut orang nomor satu di TNI AU itu, keberadaan kekuatan udara sangat dibutuhkan untuk mewujudkan pembangunan sistem pertahanan maritim yang kuat.

“Sistem pertahanan maritim bukan hanya butuh kehadiran Angkatan Laut yang kuat, namun juga kekuatan udara yang capable” tegas Kasau Marsekal TNI Agus Supriatna.

Pernyataan tersebut disampaikan Kasau saat membuka Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AU dan sarasehan tahun 2015 di Mabesau, Cilangkap, Jakarta Rabu (4/2). Rapim TNI AU yang direncanakan akan berlangsung dua hari (Rabu–Kamis) dihadiri lebih kurang 306 pejabat setingkat Komandan Satuan TNI AU,di seluruh Indonesia.

Kasau menambahkan, perkembangan doktrin maritim dunia hakikatnya juga menyangkut perkembangan doktrin dirgantara. Kedua doktrin ini merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam konteks perang modern.Termasuk di dalamnya adalah penerapan ADIZ (Air Defence Identification Zone) yang menjadi paying perlindungan, baik untuk martim maupun dirgantara.

Untuk mewujdkan itu semua, menurut Kasau diperlukan langkah-langkah strategis yang antara lain perlunya penetapan ADIZ di atas seluruh wilayah kedaulatan Indonesia. “Hal ini tentunya memerlukan pemikiran bagi semua pihak komponen bangsa, termasuk TNI Angkatan Udara” tegas Kasau. (tni-au.mil.id)

  21 Responses to “Sistem Pertahanan Maritim Perlu Dukungan Kekuatan Udara”

  1.  

    Banjir….artikel

  2.  

    Kasau nya kayanya pesenan papa obama ini n intervensi negara fpda.berbeda pandangan jauh dg kasau sblmnya..g prlu skuadron d timur..atmayim aja basenya d sby yg nyata2 jauh klo jangkau smpai papua..skd au plg tmur d mkasr..knp ga buat stgh skdron d biak n di kupang/lombok..nnt yg Su brgerak klo urgent aja kn costnya mahal…oiya katanya uu minerba sdh dicabut ya sama jokowi..??bnr ga tuh bung..pncerahnnya mohon

  3.  

    Kasau nya kayanya pesenan papa obama ini n intervensi negara fpda.berbeda pandangan jauh dg kasau sblmnya..g prlu skuadron d timur..armatim aja basenya d sby yg nyata2 jauh klo jangkau smpai papua..skd au plg tmur d mkasr..knp ga buat stgh skdron d biak n di kupang/lombok..nnt yg Su brgerak klo urgent aja kn costnya mahal…oiya katanya uu minerba sdh dicabut ya sama jokowi..??bnr ga tuh bung..pncerahnnya mohon

  4.  

    Absen malam dulu

  5.  

    lanjuuut

  6.  

    Positip aja deh, mungkin maksudnya SU35 kita itu masih bisa menjangkau ke bag timur indonesia kalau dr makasar base. Atau daerah timur sudah ditaro batere alkaline 300, 400 atau 500 ampere. Hehehe

  7.  

    Pendek amat artikelnya

  8.  

    Klo bsa 34 propinsi ada skuadron peswt tmpur+radar jrk jauh+rudal jrk menengah,mf pndapt org awam…

  9.  

    Bila, seperti sudah disepakati panglima TNI dari jajaran TNI AU maka wacana dari kasau dan panglima akan bersesuaian mesti.
    Juga, setelah kontroversi pengangkatan kapolri yang menunggu tenggat dan kegamangan presiden tentu tidak melakukan segera pergantian panglima hingga mendekati masa gantinya.
    Demi mendapatkan kesepakatan di legislatif, presiden mesti memilih figur yang cukup populer dan “disukai”. Maka memungkinkan nama kepala basarnas FHB Sulistyo bergulir. Jika beliau mendapatkan tongkat kepemimpinan adalah baik beliau berkaca pada kasus yang telah dihadapi basarnas dengan koordinasi lintas elemen.
    Menurut ucapan kasau tidak diperlukan skuadron baru memang menjadi multitafsir. Namun selama pergantian inventaris pespur tua dan pemenuhan standar dari 1 skuadron mencapai kecukupannya (jumlah pespur dalam 1 skuadron mungkin tidak lagi 12 tapi bisa sampai 18 unit) maka pergeseran adjacent squadron mungkin terjadi. Justru peningkatan jenjang skuadron yang telah ada lebih mesti dilakukan, semisal lanud iskandar di pangkalan bun.
    Jadi fungsi lanud yang telah ada menjadi strategis setelah pemutakhiran satradnya, kemampuan hangarnya dan kelengkapan unsur pendukung rapid deploymentnya. Bandara sipil atau bandara militer yang diperbagikan, juga akan menjadi unsur pendukung.
    Jika berkaca pada kasus air asia mungkin saja panglima baru akan mengedepankan pembelian pesawat AEWC, pesawat angkut berat (>60 ton), pesawat amphibi, helikopter CSAR.
    Sedang dengan pergeseran terbang ferry maka pilihan pespur temporer bisa saja tetap pada su 35 atau typhoon. Dengan tidak memesan tambahan f 16 hibah maka pemutakhiran f 16 yang sudah pebih diutamakan. Tinggal dipilih lanud mana yang dipilih sebagai pivot. Idealnya lanud iskandar menjadi titik tengah wilayah RI, namun karena dirasa pengubahan logistik perlu waktu untuk mengubah strata lanud indonesia timur maka lanud hasanudin tetap pada porsinya sebagai pivot.
    imhi…salam tabik. bung Gue..

  10.  

    Jujur saja…saya sedikit bingung sama keinginan kasau ini, kemarin katanya gak perlu bikin skadron baru di indonesia bagian timur….sekarang bilang maritim perlu dukungan kekuatan udara….ampyuuun dah..

    kamu tahu gak ? indonesia bagian timur itu ya…SDA lautnya luarbiasa…kaya dengan aneka ragam ikan laut…makanya banyak juga pencurian ikan terjadi di indonesia bagian timur..

  11.  

    Koordinasi yg kuat antara AL & AU guna mendukung poros maritin dunia sangat dibutuhkan. Sehingga seiring dan sejalan dalam membuat keputusan dilapangan, agar tdk terkesan jalan masing2.
    AL yg kuat diimbangi dng AU yg kuat dan kerjasama yg solid akan membentengi wilayah NKRI dr kekuatan ading yg berniat menerobos tanpa ijin. Tidak lupa jg peran Bakamla dan polairud utk lebih dioptimalkan. Agar urusan laut tdk hanya AL saja yg sibuk mondar mandir namun support kedua instansi tsb bisa meringankan kerja AL.

  12.  

    Bagaimana dengan keberadaan kekuatan udara di Papua pak ???
    papua justru sangat butuh sistim pertahanan udara dan maritim yang kuat …….. !!!
    …………….. jangan mancla mencle !!!

  13.  

    “menurut Kasau diperlukan langkah-langkah strategis yang antara lain perlunya penetapan ADIZ di atas seluruh wilayah kedaulatan Indonesia”
    Nah loh mo menerapkan ADIZ gmna pak jumlah pesawatnya saja masih kurang, radar juga masih bolong2 nah lalu rencana skuadron baru di Indonesia timur gak Ada, gmna mo menerapkan ADIZ di wilayah udara NKRI? Jadi gak nyambung kan visi misinya

  14.  

    Dilihat dari 2 artikel ttg KSAU baru ini banyak yang tersiratnya.. Dulu saya pernah nanya di forum ini, kalo dalam 11 tahun hanya nambah 16 sukro, 24 elang botak hibah dan di bawah cuma 2 kasel sepuh + ketambahan 7 korvet kenapa insiden Bawean nggak berulang tiap tahun ya?

 Leave a Reply