Sistem Pertahanan Rudal S-400 Akhirnya Dibeli

39
140
S-400 (Vitaly V. Kuzmin)

Dana sebesar $ 2,5 miliar akhirnya dikeluarkan untuk membeli sistem pertahanan rudal paling canggih Rusia S-400, dengan syarat Moskow setuju untuk mentransfer teknologinya juga, ujar seorang pejabat Turki.

“Untuk Turki, aspek kunci dari kesepakatan adalah transfer teknologi atau know-how. Kesepakatan Rusia untuk mengizinkan dua dari baterai S-400 yang akan diproduksi di Turki akan memenuhi tujuan itu,” kata pejabat yang tidak disebutkan namanya kepada Bloomberg, 13/7/2017.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Rusia akan mengirim dua sistem S-400 ke Turki tahun depan dan kemudian membantu negara Turki untuk memproduksi dua baterai lagi di dalam negeri.

Jika benar, kesepakatan itu akan menjadi tamparan bagi NATO. Aliansi militer pimpinan AS telah berusaha mencegah Turki -sebagai anggota strategis- dari menjalin hubungan dekat dengan Rusia.

Namun, dorongan ke Rusia tampaknya merupakan akibat langsung dari rasa frustrasi Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, yang semakin kesal dengan Barat dan khususnya Amerika.

Ankara telah kecewa dengan kurangnya perhatian Washington terhadap tuntutannya untuk mengekstradisi tokoh oposisi utama Fethullah Gulen, yang oleh Turki dituduh melakukan kudeta tahun lalu yang gagal di negara tersebut.

Pemerintah Turki mengatakan bahwa pihaknya memiliki “85 kotak bukti nyata” yang membuktikan bahwa Gulen berada di balik upaya kudeta pada 15 Juli tahun lalu, yang menewaskan sekitar 250 orang dan melukai lebih dari 2.100 orang.

S-400 (Vitaly V. Kuzmin)

Erdogan juga kecewa dengan dukungan AS untuk beberapa kelompok Kurdi di Irak dan Suriah, yang dianggapnya merupakan ancaman bagi keamanan nasional negara Turki.

Washington juga pada tahun 2015 telah menarik sistem rudal permukaan-ke-udara Patriot-nya dari perbatasan Turki dengan Suriah.

Sebelum beralih ke Rusia, militer Turki mengeluarkan kontrak senilai 3,4 miliar dolar untuk sistem serupa dari China yang mendapatkan tekanan dari AS.

Baik S-400 maupun FD200 China, kompatibel dengan sistem militer NATO lainnya, namun tidak terikat oleh instruksi NATO yang mencegah Turki menempatkan senjata semacam itu di perbatasan Armenia, pantai Aegean atau perbatasan Yunani.

Menurut pejabat tersebut, S-400 Turki tidak akan dilengkapi dengan sistem identifikasi teman atau musuh, yang memungkinkan mereka digunakan melawan semua target tanpa ada batasan.

Dirancang untuk mendeteksi, melacak dan menghancurkan pesawat terbang, pesawat tak berawak atau rudal sejauh 250 mil jauhnya, sistem pertahanan rudal S-400 sejauh ini hanya dijual ke China dan India, dilansir globalsecurity.org, 14/7/2017.

39 COMMENTS

    • strategi cerdas bung, menyatakan posisi turki. jadi gak ada anggota nato, ato sekutu russia yang kebetulan rival turki seperti armenia yang berani macem-macem. asal jangan nembak temen sendiri ya.hehe

    • Kan belum pernah dengar pihak Indonesia tertarik sama S. Padahal untuk sampai pada tahap “akan membeli” itu harus ada kata tertarik, sangat berminat, akan dipertimbangkan, dan seterusnya sampai 10 tahun.. baru kemudian diberitakan “akan membeli”. Lalu nogosiasi butuh waktu 3 tahun. Atau 5 tahun….

LEAVE A REPLY