Mar 032018
 

Avangard, rudal jelajah nuklir hipersonik buatan Rusia. © Kementerian Pertahanan Rusia

JakartaGreater.com – Rudal hipersonik terbaru Rusia yang disebut “Avangard” mampu melakukan perjalanan hingga kecepatan 20 mach, membuat sistem pertahanan rudal AS sama sekali tidak berguna karena rudal pencegat AS hanya bisa meluncur dengan kecepatan 8 mach (THAAD) hingga 15 mach (Aegis).

Menurut Alexey Leonkov, mantan karyawan di Central Research Institute of Aerospace Force Rusia, rudal hipersonik terbaru yang disajikan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin saat ini membuat sistem pertahanan rudal AS sama sekali tidak berguna.

Dilansir dari Sputnik News, dalam pidato tahunannya di Majelis Federal Rusia, Presiden Putin mempresentasikan sejumlah senjata rahasia termasuk rudal hipersonik Avangard. Rudal ini diyakini mampu melakukan perjalanan dengan kecepatan 20 mach atau lebih dari 15.000 mph. Itu hampir secepat kecepatan kembalinya pesawat luar angkasa (25 mach) yaitu 17.000 mph.

“Saya pikir ini adalah jawaban bagi AS mengenai sistem pertahanan rudal yang mereka gunakan di Eropa. Pencegat AS termasuk Aegis, hanya mampu meluncur di kecepatan 15 mach. Agar dapat mengejar ketinggalan dengan rudal yang melaju 20 mach, maka mereka harus memiliki pencegat yang berjalan pada 25 mach, dan AS tidak memiliki rudal seperti itu, mereka tidak berdaya di sini”, kata Leonkov.

Leonkov menjelaskan bahwa rudal hipersonik Avangard Rusia memiliki kecepatan yang sebanding dengan kecepatan kosmik pertama, yang disebut kecepatan orbital. Senjata itu juga sangat akurat.

“20 mach kira-kira merupakan kecepatan kosmis pertama, atau 6 km per detik. Dengan kata lain, rudal tersebut dapat bermanuver dengan presisi tinggi, yang tak tertandingi di manapun di dunia. Tidak ada sistem pertahanan rudal yang mampu mencegatnya”, kata Leonkov.