Feb 022014
 
Nakhoda Ragam Class TNI AL

Nakhoda Ragam Class TNI AL

Salah satu langkah maju dalam up-grade Nakhoda Ragam Class, adalah pengadaan sistem pertahanan udara VL Mica, buatan MBDA Perancis. Dengan adanya VL Mica, pertahanan udara kapal perang ini, mampu menyergap sasaran sejauh 20 km dengan ketinggian 30 ribu kaki, untuk segala jenis ancaman udara. VL Mica memiliki hulu ledak 12 kg dan berkemampuan fire and forget.

Rudal pertahanan anti-udara VL Mica MBDA

Rudal pertahanan anti-udara VL Mica MBDA

VL Mica menggantikan sistem rudal anti pertahanan udara Seawolf yang dipasang Brunei Darussalam di NR Class pada tahun 2005-an, namun rudal ini sudah tidak diproduksi oleh MBDA. Rudal Seawolf digantikan dengan versi yang lebih baru CAMM-L.

Jika dibandingkan denga sistem pertahanan udara Korvet Sigma Class, maka NR Class mengalami peningkatan. KRI Diponegoro Sigma yang mulai bertugas tahun 2007, hanya dilengkapi rudal anti-udara Mistral TETRAL, buatan MBDA.

KRI DIPONEGORO 365 - Rudal Mistral TETRAL (photo: Fay Aldrian)

KRI DIPONEGORO 365 – Rudal Mistral TETRAL (photo: Fay Aldrian)

Pertahanan udara Mistral Tetral, hanya bisa menetralisir ancaman udara jarak dekat dengan jangkauan 5 kilometer dan low altitude. Dengan jangkauan itu, Mistral hanya bisa melumpuhkan helikopter ataupun rudal yang datang (low altitude) dan telah sangat dekat. Pesawat tempur musuh dan rudal Sea Skimmers relatif aman dari ancaman Mistral.

KRI DIPONEGORO 365 - Rudal Mistral TETRAL (photo: Fay Aldrian)

KRI DIPONEGORO 365 – Rudal Mistral TETRAL (photo: Fay Aldrian)

Destroyer Hobart Class
Seiring perkembangan geopolitik dan kemajuan teknologi, ancaman yang bisa datang ke Indonesia, juga meningkat. Angkatan Laut Australia (Royal Australian Navy/ RAN), pada tahun 2016 mendatang akan dilengkapi dengan Destroyer Hobart Class.

Hobart Class Air Warfare Destroyers, Australia.  Kapal Pertama Royal Australian Navy yang dilengkapi Aegis combat system

Hobart Class Air Warfare Destroyers, Australia. Kapal Pertama Royal Australian Navy yang dilengkapi Aegis combat system

Kapal perang ini merupakan “Air Warfare Destroyer”, untuk melindungi armada laut Australia. Hobart Class menggunakan Aegis combat system dan dilengkapi 48 tabung Vertical Launch System Mark 41, yang bisa meluncurkan: RIM-66 Standard, RIM-67 Standard, RIM-161 Standard Missile 3, RIM-174 Standard ERAM, Tomahawk (missile), RUM-139 VL-ASROC, RIM-7 Sea Sparrow, dan RIM-162 ESSM.

VLS Mk41, USS Mahan DDG 72

VLS Mk41, USS Mahan DDG 72

Hobart Class akan dilengkapi SM-2 standard missile dan long-range anti-aircraft missile SM-6. Destroyer Australia ini nantinya mampu
bertahan dan menghancurkan rudal maupun pesawat tempur dalam jarak 150 km.

Konsep Air Warfare Destroyer, Hobart Class, Australia

Konsep Air Warfare Destroyer, Hobart Class, Australia

PKR Sigma 10514
Indonesia juga akan memiliki frigate baru pada tahun 2016 nanti, yakni PKR Sigma 10514 yang modulnya di bangun di Belanda, Rumania dan Surabaya. Namun frigate 10514 ini pun diperkirakan hanya menggunakan sistem rudal anti pertahanan udara jarak pendek, VL Mica.

Pengadaan VL Mica TNI AL (photo; arc.web.id)

Pengadaan VL Mica TNI AL (photo; arc.web.id)

VLS Launcher MK 41
Selain Australia dengan Hobart Class-nya, negara lain yang lebih dulu menggunakan VLS Mark 41, adalah Jerman dengan Brandenburg class-nya (F123). Frigate berbobot 3600 ton ini digunakan Jerman mulai tahun 1994 dan masih digunakan. Namun Jerman telah memensiunkan frigate yang lebih tua (F-122), yakni Bremen Class, dengan bobot yang nyaris sama dengan Brandenburg class.

Frigate  Brandenburg Class, Jerman

Frigate Brandenburg Class, Jerman

Frigate Bremen Class aktif di militer Jerman mulai tahun 1982- 1990 dan pada tahun 2013 mulai dipensiunkan, karena akan digantikan dengan F-125.

Frigate  Brandenburg Class, Jerman

VLS Mk41 di Frigate Brandenburg Class, Jerman

Bremen Class dilengkapi dengan 16 tabung RIM-7 Sea Sparrow, rudal anti udara jarak menengah. Tentunya rudal tua ini bisa diganti dengan Evolved Sea Sparrow missile (ESSM)/ RIM 7R atau RIM-162 ESSM Mark 25. Atau jika diijinkan, bisa lompat langsung ke tabung Mark 41 VLS yang digunakan Frigate Brandenburg Class Jerman dan Hobat Class Australia. Hubungan militer Indonesia dengan Jerman telah berlangsung lama dan semakin membaik. Peluang ini seharusnya dimanfaatkan.

Frigate Bremen Class Jerman yang pensiun tahun 2013

Frigate Bremen Class Jerman yang pensiun tahun 2013

Jika Jerman atau NATO tidak mengijinkan penggunaan ESSM/ RIM-162 atau VLS Mark 41, Indonesia masih memiliki alternatif lagi dengan mengusung ASTER 30 atau Aspide 2000 buatan MBDA, perusahaan yang memasangkan VL Mica untuk Korvet NR Class Indonesia.

Frigate Bremen Class Jerman yang pensiun tahun 2013

Frigate Bremen Class Jerman yang pensiun tahun 2013

Dengan adanya frigate Bremen Class atau sejenis yang mengusung rudal anti pertahanan udara jarak menengah/jauh, armada kapal Indonesia yang sedang dibangun, memiliki pelindung yang disegani. (JKGR).

Bagikan:

  260 Responses to “Pertahanan Udara Kapal Perang Indonesia”

  1.  

    kenapa ragam class masih di pasang exocet blok 2 jadul yang berjumblah 8 perkapal mestinya harus pakai blok 3 yang jelajahnya lebih jauh dan bisa untuk serang daratan !!!!

  2.  

    I hardly leave a response, but i did a few searching and
    wound up here Pertahanan Udara Kapal Perang Indonesia – JakartaGreater.
    And I do have a couple of questions for you if it’s allright.
    Is it only me or does it look like some of the remarks come across as if they are written by brain dead individuals?

    😛 And, if you are posting on additional places, I’d like to keep up
    with everything new you have to post. Would you list of all of your social sites like your Facebook
    page, twitter feed, or linkedin profile?

  3.  

    I just could nott depart your web site before suggesting that I really loved the
    usual information a person provide onn your guests? Is gonna
    be back often to inspect new posts